Shiny day – oneshoot

image

FF ini buatan author jd tolong tdk meng-copast tanpa ijin. Stop jado SILENT READERS!!

Warning..! Typo everywere!

” HAPPY READING “

.

.

Title : shiny day

Author : fofo

Genre : GxG

Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Type : oneshoot

.

.

Tiffany Pov

Malam mengalun sepi di dalam ruangan kecil tanpa udara segar, begitu pengap dan menyesakkan. Di tempat inilah aku berdiam diri, menunggu sebuah kepastian kecil. Harapan yang mungkin menjadi jawaban teka-teki yang selama ini membingungkan perasaanku. Ini tentang haruskah aku tetap berdiam diri karena tidak mampu menemukan jawaban tepat atau tetap melangkah mencari jawaban lain walau dengan cara yang sulit.

Semua teka-teki memusingkan itu muncul karena seorang yang ku tunggu tiada juga menunjukkan dirinya padaku atau hanya sekedar bayangannya saja yang menyapa. Untuk waktu yang lama, aku terpisah secara paksa darinya. Membuatku resah, sangat resah karena aku tidak pernah tahu apa yang dia rasakan ketika memutuskan pergi dariku.

Sudah sekitar lima bulan ini aku begitu menginginkan dirinya kembali padaku. Hangat tubuhnya ketika memberiku kenyamaan dengan pelukannya, wangi tubuhnya yang menenangkan dan senyuman indahnya yang tak pernah buatku bosan, aku sangat menginginkannya lagi. Aku begitu frustasi. Bahkan suaranya yang selalu memanggilku dan mengatakan kata cinta atau semua perasaan yang ia rasakan padaku…

Aku….

merindukannya,

sangat merindukannya.

Aku merindukan gadis itu, gadis yang sangat kekanakan, manja dan tertutup pada orang lain. Hanya dia, dengan perasaan yang dimilikinya untukku, gadis itu mampu menaburi rasa cintaku hingga tumbuh tak terkendali. Hanya dialah yang juga dengan begitu mudah memporak-porandakan hatiku, membuatku gelisah seperti gadis gila dan ketakutan akan kehilangan dirinya.

Kim Taeyeon.

Dialah orangnya, tersangka utama yang membawa kabur hatiku. Dia gadis yang selama ini aku tunggu untuk kembali.

Kim Taeyeon.

Tidak pernah bisa ada yang lain.

Hanya Taeyeon, baik untuk sekarang, nanti dan selamanya. Hanya dia dan hanya dia. Karena hatiku sudah berhenti dan terkunci di tempat teraman di dalam hati gadis itu. Perasaan sayangku padanya sudah seperti caraku bernafas, tidak pernah bisa berhenti sampai maut menghampiri.

” Apa dia tidak datang? “ aku memusatkan perhatianku pada langit-langit ruangan, menerawang kosong tapi hatiku tetap sangat perih.

Karena itulah alasan kenapa aku berada ditempat pengap ini, berbaring lesu tanpa tenaga diatas ranjang dengan tangan tertancap selang infus dan masker oksigen menutupi hidungku. Aku sakit dan kesakitan karena cintaku pada Taeyeon.

Perlahan rasa kantuk semakin menguat tapi orang yang kutunggu tak kunjung datang. Aku kecewa, dia bahkan tidak datang meskipun aku terbaring di rumah sakit.

” Kim Taeyeon, kau… jahat. Aku ingin membencimu tapi tidak pernah bisa, bahkan meski sudah lima bulan ini kau tidak melihatku karena tour dunia sebagai penyanyi solo. ”

Berita jika aku kecelakaan juga tidak membantu banyak, dia acuhkan aku dan aku sangat kecewa. ” Hiks… jahat. Kau jahat.. ” dan kubiarkan setetes air mataku jatuh untuk temani diriku yang merindukan Taeyeon, gadis yang ingin kubenci.

Drap Drap Drap!!

Jantungku tiba-tiba berdetak cepat ketika mendengar suara langkah kaki cepat tengah membelah keheningan lorong rumah sakit. Aku bisa mendengarnya jika kaki itu semakin dekat menuju ruanganku dengan penuh perasaan khawatir. Akhirnya, Dia datang!!

Aku tersenyum tipis, ” Taeyeon-ah.. ” hatiku memanggil namanya lirih.

Aku segera memejamkan mataku, berpura-pura tidur untuk menungu Taeyeon menggenggam tanganku dan mengatakan jika dia sangat merindukanku. Aku sungguh tidak bisa menahan senyuman bahagia ini lebih lama.

” Taeyeon-ah, aku sungguh merindukanmu. “

Ceklek~!

Pintu sudah dia buka membuatku sungguh tidak sabar.

” Fany-ah..! Fany-ah! ”

Kurasakan bahuku digoncang kuat hingga segera kubuka mataku. Mataku langsung tertuju pada wajah yeoja dihadapanku yang sangat khawatir bahkan matanya sudah memerah menahan tangisnya. Tapi begitu mengetahui sepenuhnya aku tersadar dari khayalan dan pandanganku pun berubah drastis. Senyuman yang kusimpan tadi juga hilang seketika.

” Cepat bangun, ” ujar gadis itu dengan nafas memburu, ia seperti habis dikejar setan.

Aku melepas masker oksigen yang menghalangiku bicara, ” W-wae..? Kenapa kau kemari? ” tanyaku bingung. Seharusnya bukan dia yang datang karena seharusnya saat ini waktunya sudah tepat. Seharusnya Taeyeon lah yang datang.

Aku beranjak duduk dan memandangi lekat wajah khawatir gadis yang berdiri di dekat ranjangku.  ” Ada apa? Katakan padaku. ” tiba-tiba perasaanku tidak enak, rasa khawatir yang belum diungkap gadis itupun aku ikut merasakannya juga.

Aku mencengkram lengannya karena dia hanya diam dan terus menunduk bahkan tidak lama kemudian aku melihat tetesan air jatuh begitu saja dari matanya. Aku semakin takut. ” ADA APA SOO!! CEPAT KATAKAN PADAKU!! ” ku goyang-goyangkan lengannya, berharap dia segera berbicara lagi.

” T-tae..taeyeon.. ”

Mataku membulat, hatiku mendadak sesak ketika mendengar Sooyoung menyebut nama Taeyeon dengan suara yang bergetar. ” ADA APA DENGANNYA?? TAEYEON KENAPA!!? ” teriakku tak sabaran.

Sooyoung metapku sendu, ” Dia.. dia diculik oleh antifans saat dalam perjalanan menuju kemari. ” Sooyoung lalu menggenggam tanganku dan meremasnya. ” Tolong Taeyeon, hanya kau yang bisa menyelamatkannya. Yeoja gila itu meminta kau datang.  Dia bilang akan melepaskan Taeyeon jika kau datang. Dia juga mengancam akan melukaimu jika Taeyeon tetap menemuimu. ”

M-mwo? ” duniaku dalam hitungan detik langsung berhenti. Aku menatap Sooyoung dengan pikiran kacau, semua yang kulihat terasa berputar. ” Maldo andwae!

” Fany-ah.. ” kurasakan tangan Sooyoung mencengkram pundakku untuk menahan tubuhku yang hampir roboh. ” Kuatkan dirimu, kita harus cepat. ”

Benar! Taeyeon membutuhkan diriku. Aku pun mengangguk cepat dan dengan segera ku cabut jarum infus yang menancap di pergelangan tanganku. Aku pun turun dari ranjang. ” Kajja Soo!! ” tanganku langsung menarik Sooyoung lalu kami berlarian keluar kamar.

” Taeyeon-ah, aku pasti akan menyelamatkanmu. Maafkan aku, semua ini salahku. Kau harus menungguku! Taeyeon-ah, tak akan kubiarkan gadis yang menculikmu menyentuhmu sehelai rambutpun!!! “

End Tiffany Pov

.

.

.

Author Pov

Di dalam mobil Tiffany meremas tangannya yang basah oleh keringat dingin, wajahnya begitu pucat karena memikirkan keselamatan Taeyeon. Dia takut penculiknya akan melukai atau menyiksa Taeyeon. Dalam hal ini Tiffany menyalahkan dirinya karena memaksa Taeyeon pulang. Seandainya saja dia melanjutkan perjalanan ke Indonesia untuk konser solo dan tidak pulang ke Seoul, mungkin dia tidak akan di culik.

” Soo, palli palli!! ” perintah Tiffany agar Sooyoung menambah kecepatan mobil. Dia tidak ingin membuang waktu satu menit pun.

” Kita bisa ditangkap polisi jika terlalu mengebut. Tenanglah polisi juga dalam perjalanan. Taeyeon.. dia pasti akan baik-baik saja. ”

” Bagaimana aku bisa tenang! Hiks.. aku mohon cepatlah. Atau berikan padaku biar aku yang menyetir, ne?

” Tidak, aku tidak mau mobil kesayanganku ini tergores karena kau pasti ugal-ugalan. ”

YYAA!!

” Iya iya, akan ku percepat jadi aku mohon jangan menangis dan berteriak. ” Sooyoung mulai menginjak pedal gas mobilnya lebih dalam, ia menambah kecepatan. Mobil pun meluncur cepat, membelah jalanan yang padat.

.

.

Lima belas menit berselang dan sekarang mobil yang ditumpangi Tiffany dan Sooyoung berhenti di depan sebuah gedung yang tidak dipakai. Tiffany bergegas turun dan berlari memasuki gedung berlantai empat tersebut.

” Fany-ah, gidaryo! ” Sooyoung mencengkram lengan Tiffany agar gadis itu tidak masuk kesana. ” Jangan gegabah. Tunggu polisi datang, mereka akan membantu kita. ”

” Tidak Soo.. Aku harus kesana sendiri. Taeyeon akan dalam bahaya jika dia tahu aku bersama polisi. ”

” Fany-ah, jebal! ” Sooyoung semakin memperat cengkramannya, ia menggeleng. ” Aku tidak mau kau terluka. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di dalam sana. ”

Tiffany mengalihkan pandangan dari wajah gadis di hadapannya dan turun ke lengannya yang dicengkram Sooyoung. Dengan terpaksa dia melepas jari-jari Sooyoung yang menempel kuat di lengannya. ” Miananta, tapi Taeyeon.. dia sedang membutuhkanku. ” Tiffany kembali menatap wajah teman baiknya yang begitu cemas. Ia tersenyum, ” Tunggulah disini sampai polisi datang. Aku akan mengulur waktu dan mencari cara agar kau dan polisi bisa membantuku tanpa ketahuan. ”

Andwae!

” Semua ini adalah salahku, jadi sudah sepantasnya jika aku yang menerima rasa sakitnya dan bukan Taeyeon. ” ucap Tiffany dan setelah itu dia pun berlari memasuki gedung yang gelap sendirian dan hanya ditemani senter.

Aarrgh!! ” Sooyoung menendang keras udara disekitarnya lalu mencengkram rambutnya kuat. Gadis itu tampak frustasi dengan keputusan yang diambil Tiffany. Tak lama ia terburu-buru mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya.

” Halo, kau dimana? ”

” ……….. ”

” Tiffany, sudah masuk. Cepatlah! ”

– Klik –

Sooyoung memutus panggilannya. Dia kembali memandang kearah pintu, mencari bayangan Tiffany sudah hilang. Gadis berambut brownie itu telah masuk kedalam sana sendirian. Namun sesuatu dengan cepat berubah. Raut khawatir yang terukir di wajah Sooyoung mendadak hilang dan tergantikan dengan seringaian. Senyuman tipis penuh akan maksud lain.

.

.

Di dalam gedung Tiffany terlihat takut, cemas dan khawatir. Senter di genggamannya terus ia gerakkan kesana kemari untuk mencari sosok Taeyeon.

” Taeyeon-ah! Dimana kau!? Kau mendengarku!? ” teriak Tiffany.

Hiks.. dimana kau Taetae!! ” Tiffany kembali menangis tapi langkahnya tak berhenti meski ia hanya mengenakan alas kaki rumah sakit. Baju tipisnya juga mulai terasa dingin sehingga bulu kuduknya berdiri tegak. Sejujurnya dia bukanlah tipe pemberani atau yeoja sok jagoan. Tapi demi Taeyeon, kekasihnya yang ia sayangi dia akan datang karena gadis kekanak-kanakkan itu jauh lebih membutuhkannya saat ini.

Tiffany akhirnya berhenti ditengah-tengah ruangan. Ia bingung harus kemana. ” TAEYEON-AH!!!! ” teriaknya kencang. Ia tidak peduli jika penculik itu keluar untuk menjahit mulutnya karena lengkingannya yang mampu memecah gelas. LoL. Tiffany, dia hanya ingin agar Taeyeon tahu jika dia datang untuk menyelamatkannya.

” TAETAE! KAU DIMANA!?? CEPAT JAWAB AKU JIKA KAU MENDENGARKU!!! ”

Eungg!! Euung~~!! ”

” Taeyeon-ah! Kau kah itu!!? ” Tiffany mengitari daerah sekelilingnya ketika mendengar suara Taeyeon. ” Taeyeon-ah!! ”

mmmbh!! Ummbb!!

Zlaap!!

Tiba-tiba sebuah lampu menyorot kearah Tiffany sehingga gadis ber-eye smile itu tersentak kaget. Matanya menyipit karena sinar terang itu menyoroti tubuhnya dan perlahan di lantai dua seorang yeoja keluar dari kegelapan.

Anyeong Tiffany-ssi. ” wanita misterius tersebut menyapa Tiffany.

” Siapa kau!!? Dimana Taeyeon!!? Cepat lepaskan dia! ”

” Oowh~ kau tidak sabaran sekali. ”

” Cepat lepaskan Taeyeon! Atau kau! ”

Tck..tck.. kau mau menggertakku? ” ejek gadis penculik yang mengenakan topeng kaonashi. ”  Geunde~, kenapa aku harus melepasnya? ”

Mwo? Bukankah kau bilang jika aku datang kau akan melepasnya? Sekarang aku sudah datang jadi lepaskan dia, aku mohon. ”

Gadis penculik yang memakai topeng itu menyandarkan tangannya di atas pagar. Dia mengarahkan tatapannya pada Tiffany yang berdiri di lantai bawah. ” Lalu apa yang akan kau berikan? ” ia mulai mengajak Tiffany bernegosiasi.

” Apapun, asalkan sekarang kau lepaskan Taeyeon. ”

Haa..ha.. aku sungguh tidak bisa melihat ini. Kau tampak begitu menyukainya? Akan sayang jika salah satu dari kalian tidak bisa keluar dari sini. ”

” Apa maumu!? ” tanya Tiffany dingin. Ia mengepalkan kuat tangannya, menahan amarah yang sudah ingin meledak-ledak.

” Wah~ kau jauh-jauh datang dari rumah sakit tapi kenapa terburu-buru sekali. Apa tidak ingin bermain dulu dengan kami? ”

” Kami? ” Tiffany mengerutkan alisnya ketika mendengar kata kami.

Prok Prok!!

Gadis itu menepuk kedua tangannya, memberi sebuah isyarat yang tidak dimengerti Tiffany. ” Kau harus menikmatinya, jangan terlalu tegang.. ”

” …eonni. hahahaa.. ”

Kening Tiffany kian mengekerut dan perlahan ia melangkah mundur ketika beberapa namja keluar dari gelapnya ruangan. Mereka, empat orang namja berwajah sangar berjalan mendekati Tiffany dengan perlahan-lahan.

” Berhenti! Mau apa kalian! ”

Prok prok!!

Mendengar dua tepukan dari penculik Taeyeon para namja itu pun berhenti. ” Tiffany-ssi, apa kau tidak lari saja? Aigoo~ bagaimana ini? Sepertinya aku tidak bisa melepas Kim Taeyeon. Mian. ” ujarnya dengan suara yang terdengar tak ada rasa bersalah.

Tiffany mendongak dan menatap tajam gadis itu. ” Kau! Apa kau mau mati eoh? Lepaskan Taeyeon atau kau mati ditanganku!! ”

Omo! Apa kau tidak mau melihatnya? Jika kau membunuhku mungkin kau tidak punya kesempatan melihatnya sekali saja. ”

” Brengek!! ” Tiffany melemparkan senter yang dibawanya tapi dengan cepat seorang namja menahannya lebih dulu. ” Lepaskan! ”

Bugh!

” Aarrg!! ”

Namja itu meringis kesakitan karena Tiffany menendangnya tepat di selagkangan namja itu hingga dia terjatuh dan meringis kesakitan. Merasa punya kesampatan Tiffany segera berlari kearah tangga untuk menghajar gadis gila itu tapi lagi-lagi dia terhalang oleh dua pria yang memegangi lengannya.

” YYA! LEPASKAN!! LEPASKAN!! ” Tiffany pun meronta-ronta agar terlepas tapi sayang dia tidak cukup kuat melawan kekuatan dua namja.

” Sudahlah kita hentikan sampai disini saja. ” ujar penculik itu lalu dia menarik seseorang yang ia sembunyikan. Gadis yang dicari-cari dan gadis yang Tiffany rindukan itu ternyata sedari tadi duduk terikat dilantai. Mata Tiffany pun membulat seketika. Akhirnya setelah berbulan-bulan dia punya kesempatan untuk melihat wajah Taeyeon. Wajah gadis itu terlihat lusuh dan berantakan.

” Kau ingin mengatakan sesuatu? ” ucap gadis yang mengait lengan Taeyeon pada Tiffany.

Eungg! emmbb!! ” Taeyeon berteriak tidak jelas dan entah bicara apa karena mulutnya dibekap kain. ” Uuggh!! ” kepala Taeyeon sedikit terdongak karena gadis disebelahnya menarik rambut Taeyeon.

Gadis itu melirik Taeyeon lalu mengusap lembut pipi Taeyeon yang berkeringat, ” Kau hanya boleh bicara saat aku memberimu kesempatan. ” ujarnya dengan suara seksi dan menggoda.

” Jangan sakiti dia!! Aku mohon!  ” pinta Tiffany memelas. Hatinya sesak dan sakit saat melihat wanita yang dia cintai mendapat siksaan seperti tadi. ” Aku mohon lepaskan Taeyeon! Aku bersedia menggantikan tempatnya. Kau boleh membenciku sepuasmu tapi aku mohon jangan sakiti Taeyeon. Tolong lepaskan dia. ”

Eenggg!! eungg!! ” Taeyeon menggeleng cepat, dia tidak mau Tiffany berbuat seperti itu.

” Kalau begitu apa ada yang ingin kau katakan padanya sebelum kau menggantikannya dan menjadi boneka yang siap kusiksa? ” tanya gadis itu lagi.

Tiffany menggangguk cepat lalu ia beralih memandang Taeyeon. Raut wajah Tiffany yang tadi sangat takut dan cemas langsung berubah. Dia tersenyum, menampakkan eye smile yang menjadi favorit Taeyeon. Senyuman Tiffany tidak palsu sebab ia senang bisa menyelamatkan Taeyeon.

” Maafkan aku Taeyeon-ah, untuk semuanya. Aku sungguh minta maaf karena marah besar dan melukai hatimu lima bulan lalu. Apa yang ku katakan waktu itu tidaklah benar. Aku menyesal telah mengatakannya. ”

Tes..

Tetesan air mata Tiffany akhirnya berjatuhan ketika ia mengingat semua pertengkaran hebat mereka lima bulan lalu, sebelum Taeyeon memustuskan konser dunia karir solonya. Konser itu juga menjadi alasan besar Taeyeon untuk meninggalkan Tiffany. Saat itu dia marah karena mengira Taeyeon berselingkuh dengan Hyoyeon. LoL

” Saat kubilang kau pergi saja dari hidupku dan jangan berpaling padaku lagi, aku bohong. Aku tidak benar-benar menginginkan hal itu. Semua yang ku ucapkan adalah salah. Aku termakan cemburu hingga melukai hatimu dan tidak bisa berpikir dewasa. Maafkan aku, maafkan aku Taeyeon-ah.. hiks..hiks..

” Aku sangat merindukanmu.. ”

” Dan aku.. sangat mencintaimu, selamanya. ”

Taeyeon yang mendengarnya pun tak kuasa menahan kesedihan. Dia tahu jika Tiffany tidak membencinya. Dan ruangan yang hampa itu pun kini mendengarkan isakan demi isakan dari bibir pucat Tiffany. Gadis itu menunduk sedih, tapi setidaknya dia lega karena apa yang dia pendam selama ini sudah ia ucapkan pada Taeyeon.

Tapi, suasana yang mencekam itu….

Tiba-tiba terdengar suara merdu yang menemani suara isakan tangis Tiffany. Perlahan Tiffany mengangkat kepalanya, menuju ke sumber suara yang sangat merdu itu. Ia tercengang ketika melihat Taeyeon sudah mengenakan mikrofon kecil di dekat telinganya dan menatapanya penuh dengan senyum yang sangat menenangkan. Tiffany dibuat bingung oleh keadaan yang sekarang apalagi penculiknya sudah menghilang.

Taeyeon lalu melempar entah kemana syal hitam yang tadi menutup mulutnya lalu tubuhnya bergerak menuju tangga, ia bersiap menghampiri Tiffany yang kebingungan. Kini alunan musik juga mulai terdengar dan Taeyeon kembali bernyanyi.

Satu langkah demi langkah meninggalkan anak tangga, Taeyeon berjalan lurus kearah Tiffany. Dua orang namja kekar yang berdiri di depan Tiffany pun membuka jalan untuk Taeyeon lewat. D setelah gadis berambut blonde itu sampai di lantai satu dua namja tadi memberikan sebuket bunga mawar pink (?) dan sebuah kotak kecil pada Taeyeon. Sedang dua namja yang mengunci tubuh Tiffany mulai melepaskan Tiffany dan pergi menjauh. Dan Taeyeon masih bernyanyi.

Taeyeon pun sampai dihadapan Tiffany, ia kembali tersenyum dan menampakkan senyum manly nya. Tak lama ia memberikan bunganya pada Tiffany. Dan meski gadis dihadapannya tampak tidak mengerti tapi dia tetap menerima bunga pemberian kekasihnya. Taeyeon tersenyum senang ketika Tiffany menerima bunganya. Ia pun meraih dan menggenggam tangan kanan Tiffany dan melanjutkan nyanyiannya.

Setelah nada panjang diakhir bait Taeyeon nyanyikan, seisi ruangan kembali hening. Tatapan mereka berdua saling bertemu dan beradu dalam diam. Taeyeon menatap Tiffany penuh dengan cinta dan Tiffany mengetahuinya tanpa ada ucapan yang Taeyeon keluarkan.

Bliitzz! blizzt!

Cahaya lampu satu persatu menyala, menampakkan seisi ruangan yang tadi tampak hampa kini berubah menjadi indah, penuh dengan hiasan yang cantik.

” Maaf, sudah membuatmu sangat cemas. ” ujar Taeyeon memecah keheningan diantara mereka.

” Apa ini? Kenapa? ” Tiffany menatap tajam Taeyeon dengan air mata yang kembali menetes. Dalam waktu bersamaan dia merasa sangat senang, sangat terharu tapi juga sangat marah karena Taeyeon telah mempermainkannya.

Taeyeon menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan menyengir. ” He..he.. maaf, ”

Bugh! Bugh!!

” Aaww! Apo~ apo~! ” Taeyeon tidak berusaha menghindar meski Tiffany memukuli lengan dan punggungnya. ” Pany-ah, hajima.. aaww appo~! ” teriak Taeyeon kesakitan.

Tiffany pun menghentikan pukulannya dan tetap menatap tajam Taeyeon, ” Kau jahat! Apa kau puas mempermainkanku!!? APA KAU SENANG!!?? KAU PUAS MELIHATKU GILA KARENA MENCEMASKANMU, EOH!!!? HWUAAA EOOOMAAAA~~!! ” tangis Tiffany akhirnya pecah. Ia menangis sangat keras karena semua ini hanyalah permainan Taeyeon. Tapi dia juga menangis lega dan senang karena kekasihnya tidak di culik. Karena itulah ia tidak bisa berhenti menangis.

” Ppany-ah.. m-mian, uljima.. ” Taeyeon segera mendekat dan melingkarkan tangannya di pinggang Tiffany, dia memeluk erat kekasihnya. ” Maaf, aku sungguh minta maaf sudah membuatmu cemas. ”

Hiks.. kau jahat! Hiks.. Jahat!! ” Tiffany kembali memukuli punggung Taeyeon tapi tenaganya sudah tidak sekuat tadi.

Chakaman, ” Taeyeon melepas pelukannya. Ia mengelus pipi gadis yang sudah lama tidak ia lihat, ” Apa kau tahu? Memiliki dirimu sunggu membuatku terbang seperti mimpi.. ” Taeyeon dengan penuh sayang mengusap air mata yang masih tertempel di bawah kelopak mata Tiffany.

Taeyeon kemudian mengambil satu langkah menjauh dari Tiffany. Tanpa Tiffany duga Taeyeon berlutut dihadapannya. Seketika mata Tiffany membulat dan menutup mulutnya yang terbuka lebar karena Taeyeon menyodorkan kotak kecil berisi cincin. Tiffany semakin dikejutkan dengan Sooyoung dan seseorang penculik bertopeng tadi yang ikut berlutut di belakang Taeyeon dengan membawa banner berwarna pink bertuliskan,

” TIFFANY, WILL YOU MERRY ME??

” T-tae..taeyeon-ah, ” mata Tiffany kembali basah, dia tidak menyangka jika Taeyeon saat ini sedang melamarnya.

Taeyeon memegang telapak tangan Tiffany lalu memakaikan cincin di jari manis Tiffany. ” Meski banyak yang terjadi, rasa sakit, cemas dan penuh luka tapi hidupku adalah sebuah keindahan, begitu indah karena adanya dirimu. ” ia memandang Tiffany lekat-lekat. ” Aku mencintaimu, sangat mencintaimu Panny-ah.. ”

” Maukah kau menikah denganku? ” tanya Taeyeon secara langsung dengan senyuman manisnya.

” Hiks.. Taetae~ ” Tiffany masih menutup mulutnya, ia merasa sedang bermimpi.

” Yaa~ Fany-ah! Cepat jawab! ” protes Sooyoung karena Tiffany tidak segera menjawabnya.

Dan seseorang disebelah Sooyoung yang juga tadi berperan menjadi penculik melepas topegnya. ” Cepat jawab eonni! Tanganku sudah pegal. ” Yoona pun ikut protes.

Taeyeon hanya tertawa kecil mendengar protesan keduanya. Tapi sebenarnya ia juga cemas karena Tiffany masih berdiam diri ditempatnya. Ia takut Tiffany menolak dirinya.

” Panny-ah.. ” panggil Taeyeon lagi dan detik berikutnya ia merasakan tubuh Tiffany sudah menubruk dirinya hingga mereka terjatuh kelantai.

Bogosipho.. jeongmal bogoshipo. ” bisik Tiffany yang masih menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Taeyeon.

Nado.. ” Taeyeon memperat pelukannya pada tubuh Tiffany yang hampir menindih seluruh badannya. ” Saranghe, jeongmal saranghae Taeyeon-ah.. ”

Taeyeon tersenyum, ” Nado. ”

Tiffany kemudian mengangkat tubuhnya sehingga dia menatap wajah Taeyeon yang ada dibawahnya dengan jarak yang sangaaat dekat. Mereka saling memandang dan merasa jika dunia hanya milik keduanya. Mereka lupa jika ada dua yeoja yang sudah duduk di lantai karena lelah menunggu kemesraan mereka selesai.

” P-pany-ah.. apa kau..? ”

Tiffany mengangguk, ” Ne, ayo kita menikah. ” jawab Tiffany dan gadis yang di bawahnya pun tersenyum lebar.

Perlahan Tiffany mendekat hingga Taeyeon merasakan bibirnya bersentuhan dengan benda lembut yang hangat. Tiffany memejamkan matanya dan merasakan sensasi ciumannya dengan Taeyeon. Taeyeon kemudian bangun, dia melingkarkan tangannya dipinggang Tiffany dan menuntun kekasihnya itu untuk duduk dipangkuannya.

Eungh~

Erangan nikmat keluar dari bibir Tiffany yang mulai dilumat habis oleh Taeyeon bahkan kini kekasihnya yang byun itu meraih tengkuk Tiffany dan meremas punggung calon istrinya.

Omo! Tutup matamu eonni! ” Yoona segera menutup mata Sooyoung yang ternganga melihat pemandangan panas di depannya. ” Eonni kajja.

Chakaman Yoong! ” Sooyoung menahan lengan Yoona yang menariknya pergi. ” Akan ku rekam mereka. Ha..ha.. ” bisiknya dengan tawa evil.

Eonni~!

” Yoong, aku masih ingin lihat.. ”

” Haaissh, andwae~! Palli kajja! Seohyun akan membunuhku jika aku melihat adegan ranjang Tiffany eonni dan Taeyeon eonni. Mereka sangat hot. ” dengan kuat Yoona akhirnya menarik Sooyoung berdiri dan akhirnya mereka meninggalkan kedua orang yang tengah meluapkan perasaannya.

Kini ruangan hanya menyisakan Taeyeon dan Tiffany yang masih saling membalas lumatan tapi tak berapa lama Taeyeon memekik kesakitan karena dengan ganas Tiffany menggit bibir bawahnya. ” Aww appo~ kenapa menggigitku? ” protesnya.

Tiffany mengalungkan kedua tangannya dileher Taeyeon, ” Itu salah satu hukuman karena kau sudah membuat jantungku ingin keluar. Aku sangat marah karena kau membuat hal gila untuk menakutiku. Bagaimana jika aku menghubungi polisi? Akan lebih merepotkan jika media tahu. ”

Taeyeon tersenyum meringis, memperlihatkan deretan giginya yang putih. ” He..he.. maaf, tapi bukankah lebih mengasikkan jika media tahu? Jika mereka datang aku akan mengatakan kau adalah calon istriku. ”

” Aissh kau ini! ”

Aaww~ pany-ah, kenapa kau suka sekali memukulku? ” Taeyeon mengusap pundaknya yang dipukul Tiffany dan memasang wajah kesakitan padahal Tiffany tidak terlalu keras memukulnya.

” Aku sangat kesal padamu! Untung saja aku tidak punya penyakit jantung. Kau pikir lamaranmu dengan cara pura-pura di culik tidak membuatku ingin mati!? ”

” Lalu bagaimana dengan baju dan alas kaki rumah sakit yang kau pakai ini? ” Taeyeon memandangi apa yang dikenakan di tubuh Tiffany

Ne? O-ooh.. itu.. a-aku.. ” Tiffany tampak gelagapan menjawabnya.

” Aku sudah tahu rencanamu. Pura-pura kecelakaan agar aku khawatir, apa kau pikir aku tidak tahu? ”

Mian. ”

Khaah~ aku bahkan sampai tidak bisa bernafas dan sulit berkonsentrasi latihan ketika mendengar kau di rumah sakit karena kecelakaan. Aku juga hampir gila sampai-sampai ku percepat semua jadwal dan langsung pulang untuk melihatmu. Tapi setelah ku selediki.. ”

” He he he.. mian, itu karena kau jarang menghubungiku apalagi kau pergi setelah kita bertengkar hebat. ”

Taeyeon mengusap lembut kepala Tiffany, ” Tapi syukurlah kau baik-baik saat aku pergi, aku lega tidak ada yang terjadi padamu. Aku juga minta maaf sudah membuatmu menangis karena apa yang kulakukan. Terimakasih sudah datang kemari.. ”

Chuu~

Taeyeon mengecup kening Tiffany lama lalu ia turun mengecup singkat bibir Tiffany. ” Kalau begitu… ayo kita menikah sekarang. ”

Ne? Jigeum?

Taeyeon mengangguk cepat, ” Aku sudah tidak tahan~ aku ingin memilikimu seutuhnya.. ” rengek Taeyeon dan pandangan mata Taeyeon pun berpindah ke dada Tiffany yang sangat menggiurkan baginya.

Tiffany terkekeh mengetahui Taeyeon yang ingin memilikinya tanpa celah. ” Kajja, kita menikah sekarang. ” ia bangkit dan menarik Taeyeon agar berdiri. Dan mereka pun meninggalkan gedung yang sebelumnya sudah di sewa Taeyeon untuk melamar Tiffany. Mereka berdua berjalan dengan wajah sumringah sambil bergandengan tangan.

” Panny-ah.. ”

” Hmm? Wae-aaah~ Taetae hajima! Tahan hormon mu yang berlebihan itu! ”

” A-ah.. mian. Pany-ah… boleh aku..?? ”

” Mwo? Aah~! Taetae!! ”

Taeyeon yang tidak bisa berhenti menyentuh tubuh seksi Tiffany yang ia rindukan segera berlari menjauh untuk menghindari pukulan gadis yang akan segera menjadi istrinya. Aksi kejar-kejaran pun tak terhindarkan.

” Yaa! Jangan lari! ”

Mian Pany-ah..!! Saranghe!!!

Mereka berdua tampak sangat bahagia, terlebih hari ini cinta mereka akan terikat menjadi satu untuk selamanya. Sekarang Tiffany telah menemukan titik temu dari teka-teki yang selama ini hinggap di kepalanya. Jawabannya adalah, dia akan berhenti di tempatnya agar Taeyeon bisa selalu melihat isi hatinya. Dan dia pasti menjaga cinta yang sudah diberikan padanya, melangkah bersama dengan Taeyeon tanpa ada lagi keraguan, sedikitpun.

.

.

Sedang di tempat parkir yang letaknya sedikit jauh dari gedung, Sooyoung dan Yoona mulai bosan menunggu Taeyeon dan Tiffany di dalam mobil.

” Kulihat aktingmu semakin bagus Yoong, kau sudah melakukannya dengan hebat. Tiffany bahkan tidak mengenali suaramu. ” ujar Sooyoung untuk memecah rasa bosan.

” Tentu saja, aku kan sudah bermain drama lebih dulu darimu eonni. ”

Aigoo~ kau mulai lagi. Tapi aktingku juga bagus karena memancing emosi Tiffany tanpa ketahuan. ”

Yoona menyenderkan punggungnya di jok mobil dan tampak mengantuk, ” Ne, eonni juga hebat. Kita sukses menyatukan mereka. Khaah~ besok aku tidak perlu mendengar tangisan Taeyeon eonni yang merindukan si gadis pink pig. ”

” Aku juga, besok Sunny tidak akan memarahiku lagi karena terlalu lama berada dikamar Tiffany untuk menghentikannya menangis. Yuri juga akan tenang karena Jessica tidak akan mengomelinya lagi karena berusaha menghibur Tiffany. ”

” Benar, kita sudah berhasil menyatukan mereka lagi. ” Yoona mengangkat telapak tangan kanannya dan Sooyoung pun menyambutnya.

Geunde… apa yang mereka lakukan? Apa mereka akan melakukan ‘ itu ‘ disana? ” tanya Sooyoung lirih penuh rasa penasaran.

Molla.. tugas kita hanya tinggal satu. Menikahkan mereka lebih cepat agar kita para seobang tidak terusik saat menghabiskan waktu dengan pacar kita. ” jawab Yoona lesu karena sangat mengantuk.

Khaah~ aku sungguh penasaran dengan permainan mereka. ” ujar Sooyoung lirih tapi Yoona tidak lagi menyahut karena sudah tertidur. Dan malam kian larut.

Kruyuuk~~

Sooyoung langsung menyentuh perutnya yang berteriak kelaparan. ” Aigoo~ baegopa~ kalau begini lebih baik aku makan daripada mengintip mereka. ” gerutunya. Akhirnya Sooyoung memilih memakan mi ramen cup miliknya yang tersimpan di mobilnya.

Sedang Taeny???

Entahlah… mereka kemana dan melakukan apa, hanya mereka yang tahu. LOL Karena sampai detik ini keduanya belum juga kembali.

.

.

.

.

.

.

*** END ***

Ini ff lama jadi maklum ya klo gak jelas dan kacau. 🙂

Advertisements

13 thoughts on “Shiny day – oneshoot

  1. adex

    kasihan bgt Fany di bohongi ma Sooyung
    tangisan Fany membawa berkah
    hemmm…Taetae emang byun, ndk tahan lihat dada montok Fany

    Like

    Reply
  2. Kristya

    Tetep aj wlo udah pernah baca tetep dag dig dug pas taeyeon pura” diculik aigoooooooo so cuteeeeeeee
    Aplgi ad duo shikshinnn disini tambah kocakkkkk dahhhhh wkwkwkwk

    Like

    Reply
  3. lilgadis

    kiraiinn, benerann
    aishhh.. panny gue gk bs bilang kalo si tae salah,, lu sendiri yg mulai..

    kiraiin beneran di culikkk,,
    tunggu tapi gitu tae y tahan ya gak ketemu panny 5 bulan.. aishh

    Like

    Reply
  4. noviangale

    Ha..ha..kocak sama2 bohong buat dapat perhatian 😄
    Tapi dibuat deg deggan pas di awal kirain beneran kecelakaan n beneran diculik..hampir kena serangan jantung 😱 daebak!!
    Para seobang terselamatkan dengan bersatunya taeny..(ternyata kuncinya ada di taeny)😁
    Taeny kemana tuh???😱😋

    Like

    Reply
  5. ryan

    Hahaha
    Kangen, cinta, satu sama lain, sampe Sama² saling bohongi mereka.. ckckckck

    Itu mereka g kasian apa, entar sooyoung menciut grgr kelaparan nungguin mereka apalagi ramen pasti kagak cukup buat dia xD

    Like

    Reply
  6. taenggank

    jiahahahaha … gw lsg ngagak pas tau yg dtg bkn taeyeon tp si shiksin sooyoung.
    awalnya ngakak,eh abis it naik k level menegangkan.ujung2nya ngakak lagi
    knp gw slalu rs sweeat bayangin setiap reaksi taeyeon k tiffany ^_^

    Like

    Reply
  7. pambluesky

    jiah fany yang ketipu, tapi dia kasian loh sampe cemas gitu. mungkin semacam karma kali ya karena bikin tae panik dan cemas juga haha
    bisa aja kepikiran cara lamaran dengan nyulik wkwk
    btw request boleh thor? buat lagi dong os/two shoot genre gxg yang bikin baper 😊
    thank you buat ceritanya 🙂

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s