And goodbye [3/?]

image

Title : And goodbye

Genre : action-crime, drama-romance.

Main cast : Taeny

Cover by : jinjin – wp : https://jinyeonnie.wordpress.com/

.

.

** HAPPY READING **

.

.

Taeyeon Pov

Keesokan harinya ketika waktu menginjak jam 4 sore, gadis itu telah siuman. Pintu berderit ketika aku memasuki kamar dengan satu nampan berisi makanan. Langkahku mendekat padanya yang setengah duduk di atas ranjang kamar khusus tamu.

Selang IV masih menancap di lengannya namun dia sudah terlihat lebih baik sekarang, demamnya juga sudah turun. Semalam aku menghubungi Dr. Lee untuk merawat luka-luka gadis itu.

” Kau harus makan dan minum obat. ” aku mendaratkan pantatku di pinggir ranjang, menyodorkan semangkuk bubur tapi kepalanya menoleh ke sisi lain, menolak makan. ” Tck! ” aku berdecak kesal. Dia benar-benar gadis yang merepotkan.

” Sudah kukatakan, aku tidak bisa berada disini. ” dia berguman.

Aigoo~ aku bosan mendengar gadis itu meminta keluar dari rumahku semenjak dia bangun. ” Makan saja dulu. ” ucapku. Tetapi dia membisu, menatap lurus ke luar jendela di samping ranjang. Tatapannya kosong seakan tanpa jiwa.

” Ya! Aku bilang makan, ayo cepat putar kepalamu. ”

” Aku tak tahu kenapa dan untuk apa kau menahanku. Tapi biarkan aku pergi. ” kembali gadis itu mengguman lirih tanpa mau memalingkan wajahnya padaku.

” Kenapa kau ingin pergi dalam keadaan terluka seperti ini? Inikah yang bisa kulakukan setelah semuanya? Kau bahkan tak berterimakasih padaku. ”

” Bukankah aku tak memintamu menahanku disini? ”

M-mwo? Ya! Kau ini- aish!! ” aku mengacak rambutku frustasi. Sedetik kemudian, saat aku teringat sesuatu tentang gadis itu, aku mencodongkan wajahku, berusaha melihat wajahnya. ” Apa mungkin… kau ingin bertemu pria itu? Seseorang yang bernama Jaehyun oppa, pria yang sepanjang malam kau igaukan? jadi apa karena itu kau ingin pergi? ” tanyaku hati-hati, terdapat nada asing dalam suaraku. Keingintahuan.

Mata gadis itu dengan cepat terarah padaku. ”  Biarkan aku pergi. Aku mohon. ”

” Tentu, kau memang harus pergi. ” jawabku, cepat-cepat aku membenarkan letak dudukku lagi. ” Aku juga tidak suka ada orang asing ada di dekatku, terlebih wanita merepotkan sepertimu. Dan setelah kau mendapatkan energi lagi, kau bisa keluar dari sini. Tapi sekarang buka mulutmu, aaaa… ” aku hendak menyuapkan sesendok bubur ke mulutnya tapi gerakanku tertahan. ” Ah~ satu lagi, setelah kau pergi maka anggap kita tak pernah bertemu. Tolong lupakan tentang aku, bagaimana wajahku, bagaimana suaraku, tinggiku, lalu tempat ini.. lupakan semuanya. Anggap saja permintaanku ini sebagai balasan atas pertolonganku kemarin. Apa kau mengerti? ” suaraku rendah namun memiliki sedikit nada mengancam di akhir kalimat.

” Kenapa? Kenapa kau menolongku? ” tanya gadis itu dengan suara tak kalah dingin. Sorot matanya menajam.

Aku memainkan senyuman tersembunyi di bibirku, menunjukkan smrik tipis yang memiliki aura maskulin. ” Apa kau lupa? Kau yang memintanya nona. Jika kau tidak meminta untuk di selamatkan aku akan menembak tepat di jantungmu dan meninggalkan mayatmu disana. ” jawabku tenang, merasa tanpa dosa.

” Kalau begitu, bisa bunuh aku sekarang? ”

Mwo?

” Percuma saja aku disini tapi orang itu tetap hidup. ” dia menghela nafas panjang. ” Aku juga sudah lelah dengan semua ini, jadi tembak saja jantungku atau kepalaku sampai aku mati. ” katanya, begitu meyakinkan. Lalu kepala gadis itu tertunduk lemah namun masih bisa kulihat senyuman di bibirnya, senyum manis dan lembut tapi seakan senyum itu juga sebuah pesan tersembunyi, jika gadis itu tengah tersiksa. Begitu sakit dan menyedihkan.

Aku menggeleng-gelengkan kepala, menepis pikiranku yang bergeriak liar. Tidak tidak! Ada apa denganku?

Kenapa tiba-tiba aku jadi seperti ini? Menjadi sesosok pria melankolis seperti dalam drama-drama percintaan yang memuakkan? Oh Tuhan, tapi dia begitu cantik. Dan senyumnya… itu melelehkan! Lalu aku tak mendengar lagi apa yang dia katakan, sampai akhirnya sepasang mata kecoklatan dengan bulu mata yang cantik itu menatapiku, membangunkanku dari lamunan.

” Tapi.. aku minta tolong padamu jika aku sudah mati, buang saja abuku di sungai yang paling dekat dengan desa di perbatasan. Kau bisa menganggapnya sebagai permintaan terakhirku. ”

Apa? Dia menyuruhku untuk apa? …memhunuhnya? Sial! Rahangku mengeras, tanpa bisa kuketahui apa penyebabnya aku merasa marah mendengar permintaan gadis aneh itu. Kemudian aku tersenyum menggejek. ” Sungguh kau ingin mati? ” dan aku bertanya dingin, memastikan apakah gadis ini hanya bermain-main saja dengan ucapannya.

Dia menatapku dengan mata yang begitu sendu. ” Ya. ” jawabnya serak.

” Kau tidak takut? ”

” Tidak. ” suaranya melirih.

Pandangan mataku bergerak turun perlahan. Kusempatkan melirik jemari tangannya yang seakan tengah menari diantara rasa takutnya. Sembari mencengkram selimut, dia begitu gemetaran. Dasar pembohong. Sudah jelas-jelas takut mati, tapi kenapa dia begitu sesumbar ingin mati dengan cara yang menyakitkan.

Aku menghembuskan nafas panjang. ” Baiklah jika itu maumu nona. ” tanpa banyak bicara tanganku bergerak cepat menarik laci di nakas, mengambil pistol yang tersembunyi di dalamnya dan menodongkan ke kepala gadis itu dalam jarak beberapa centi. ” Dalam hitungan ketiga, bersiaplah. ”

Dia mengangguk perlahan, terlihat diantara ketakutan dan kepasrahan. Aku bisa melihat matanya memerah, menahan air mata yang menggenang disekitarnya agar tak jatuh. Gadis itu tampak menyedihkan, tanpa ada harapan, dia begitu putus asa. Dan lagi-lagi tanpa alasan, hatiku menjadi sakit.

” Lakukanlah tanpa ragu dan aku akan sangat berterimaksih padamu. ”

Geure. ” jawabku dan aku mulai berhitung. ” Hana.. ” aku bersiap menembak, tepat dalam hitungan ketiga.

Dul. ” gadis itu memejamkan mata, berusaha tenang meski malaikat kematian telah berdiri di sampingnya, bersiap menariknya pergi dari hadapanku. Ah tidak! Ini semua membuatku semakin marah, muak dan tidak mengerti dengan cara berpikiran wanita aneh itu. Kemudian…..

Set! ” aku tanpa ragu menekan pelatuk pistolku.

.

.

.

.

* TBC *

Advertisements

15 thoughts on “And goodbye [3/?]

  1. 9@50N3

    Itu gk mungkinkan si tae nembak phany. Kalau phany mati nih ff langsung end dong, wkwk,,,.
    Apa kabar thor? Lama aku gk mampir, lu baik” saja dan masih sehat bukan?
    Sehat selalu lu thor, amiiieeen,,,,.

    Like

    Reply
  2. dhin dhin

    fofo,,,
    I’m new reader in here, hehehee
    sedih wp lawas.mu tutup, untung msh ada wp ini,

    door?? apa fany lgsg mati?
    zzzz,,,, masih awal sdh banyak action.y
    makin tegang

    Like

    Reply
  3. TaeNyong

    gak mungkin tae mau nembak itu cewe.. dia ajah udah agak beda deg2 an wkwkwk
    udah tae rubah hidup itu cewe. biar dia mau hidup kembali

    Like

    Reply
  4. Kimrahmahwang

    Eh ternyata pistol nya pistol air, basah deh haha. Gamungkin lah yaa taeng nembak cewe secantik itu, gabakal di sia2in lah sama taeng. Yakin pasti digebet sama taengoo wkwkw

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s