And Goodbye [4/?]

image

Cover by : jinjin – wp : https://jinyeonnie.wordpress.com/

.

.

** HAPPY READING **

Taeyeon Pov

” Lakukanlah tanpa ragu dan aku akan sangat berterimaksih padamu. ”

Geure. ”

Hana.. ” aku bersiap menembak, tepat dalam hitungan ketiga.

Dul. ”

Set!

Krek!!

” ………… ”

Tak ada yg meledak dari pistolku dan hanya menimbulkan bunyian lirih dari pistol tanpa peluru yang kutembakkan. Namun sedetik kemudian gadis itu menjerit kesakitan ketika jariku menjepit kuat cuping hidungnya hingga memerah.

A-aaggh!! Apa yang kau lak-mpph!! ” dan saat itulah aku mengambil kesempatan untuk memasukkan sesendok bubur kedalam mulutnya dengan gerakan cepat. Aku bahkan menekan pipinya agar dia tak memuntahkan bubur buatanku.

” Hanya bagian hidung saja kau sudah kesakitan seperti ini. Cih,bagaimana bisa kau memintaku menembak kepalamu? Cepat habiskan buburnya dan jangan merepotkanku. ” kataku sedingin mungkin. ” Jika kau ingin mati, jangan meminta tolong pada orang yang sudah menolongmu. Lagipula apa kau pikir aku mau membunuhmu tanpa upah. ” setelah menelan bubur dengan susah payah, wajah gadis itu berpaling dariku, dia membisu namun raut ekspresi diwajahnya tak bisa kubaca. Astaga~! aku sungguh dibuat kesal oleh gadis ini.

Drrrtt~~ ddrrrrt~~

Perhatianku pada gadis itu kemudian terhenti ketika ponsel dalam saku celanaku bergetar. Bergeser menjauh, aku merogoh saku celanaku. Mataku sejenak terpaku pada layar ponsel, sebuah panggilan dari big boss.

” Ini, cepat makan saja sendiri. ” aku menggenggamkan mangkuk bubur ke tangannya lantas beranjak dari ranjang. Sejenak ekor mataku melirik padanya dan berbicara lirih, ” Jika ingin berterimakasih padaku setidaknya lakukan dengan cara yang pantas. ” dan sesaat kemudian kakiku bergerak menjauhinya, meninggalkan gadis itu sendiri untuk berpikir lebih panjang. Aku harap dia bisa berpikir lebih jernih lagi, semoga.

* * *

.

.

.

” Kau memang paling hebat Agent X. Hahaha.. ” big boss yang duduk di kursi kerjanya tertawa, terlihat senang dengan hasil kerjaku.

” Karena misi berhasil, itu berarti hutangku padamu tersisa 30 juta won. ” ujarku tanpa basa-basi dan tawa big boss seketika terhenti. Dia berdehem pelan dan pria gemuk berjas hitam itu menatapku tanpa ekspresi.

” Hmm.. ya, itu benar. Untuk misi ini kau bisa mengambil bonusnya. ” ucapnya dan aku mengangguk mengerti.

Pria tua itu menggeser sebuah amplop coklat diatas meja kearahku. ” Ini adalah misi berikutnya. Temukan target dan tunggu interuksi dariku setelah kau berhasil menemukannya. ”

Aku membungkuk padanya, ” Ne. Aku mengerti. ” jawabku singkat. Tanpa bertanya apapun segera aku menarik diri keluar dari sana sembari membawa amplop coklat tadi.

.

.

Khaah~ ” aku menghembuskan nafas. Semilir angin menerbangkan rambutku pelan. Mataku memandang lurus. Di bawah langit yang bersemu merah, burung-burung liar berterbangan menebarkan pesonanya. Bermacam kicauan terdengar merdu seakan ingin menemaniku yang seorang diri. Kemudian, aku memberi perhatian pada sungai di depanku. Airnya sangat jernih dan arusnya begitu tenang.

Seandainya saja.. bahkan jika itu hanya sekali dalam hidupku, aku ingin sedamai dan seindah tempat ini. Jika itu terjadi, aku pasti tidak akan menjadi Agent X, pekerjaan yang bisa disebut kriminal. Selama ini hidupku seperti berjalan di terowongan gelap tak berujung, sama sekali tidak ada cahaya yang bisa kutemukan, tanpa ujung dan begitu suram.

Demi uang, untuk menyelamatkan adikku yang terbaring koma di rumah sakit karena penyakit leukimia, aku melaksanakan misi apapun dari big boss, seseorang yang mengulurkan tangannya untukku dan sekaligus seseorang yang membawaku ke dunia semacam ini. Dan sekalipun tanganku harus kotor oleh darah, itu tak masalah.

Namun sekarang otakku kacau. Map coklat dalam genggamanku sudah kusut karena kuatnya jari-jariku mencengkramnya. Tiba-tiba hati nuraniku ikut andil, aku merasa bimbang pada saat yang tidak tepat. Haruskah aku menyelesaikan misi ini?

Khaah~ ” lagi-lagi aku mengeluarkan helaan nafas yang terdengar frustasi. Kepalaku menggeleng lemah. Entahlah, saat ini aku hanya ingin tidur karena begitu lelah dan akan memikirkan hal ini nanti.

Setelah beberapa saat, aku mulai melangkah meninggalkan sungai Han. Saat tiba di rumah aku segera naik ke lantai atas, memasuki kamar dan terlelap begitu cepat.

* * *

.

.

.

PRAAANG!!

Mataku terbelalak mendengar suara barang yang pecah di tengah malam. Aku turun dari tempat tidur dan berjalan sepanjang koridor lantai dua. Mataku berubah waspada. Sepertinya ada sesuatu di bawah sana. Siapapun itu, akan kuhabisi kau jika berani mencuri di rumahku.

Aku menuruni tangga perlahan, berusaha tidak mengeluarkan suara apapun. Tanganku segera mengambil stik baseball yang bersandar di samping lemari. Dengan langkah pelan, aku melewati ruang tengah yang kosong dan sedikit redup.

Saat semakin mendekat menuju dapur, semakin kuat tanganku memegang stik baseball, bersiap menyerang jika memang ada penyusup ataupun pencuri. Tapi ketika di depan dapur tubuhku terdiam, sebuah kernyitan di dahiku tercetak jelas. Akan tetapi ada senyuman samar yang nyaris tidak terlihat di bibirku setelahnya. Ternyata gadis itu masih di rumahku.

” Kau.. sedang apa? ”

Omo! ” dia terkesiap ketika mendengar suaraku yang berada di kegelapan. ” O-ooh.. itu.. ” raut mukanya berubah bingung.

Perlahan aku melangkah keluar dari kegelapan dan mendekati gadis itu yang berada di ujung. Namun dia melangkah mundur ketika aku mendekat. Dia tampak enggan menatapku. Kami pun membisu. Hingga beberapa saat keheningan yang kami miliki tetap terjaga. Saat ini hanyalah kecanggungan yang menghiasi di sekitar kami.

” Kau sedang apa? ” tanyaku lagi, memecah keheningan.

” A-aku haus. Hanya itu.. ” dia tergagap dan kemudian cepat-cepat berlalu pergi. Namun tepat di langkah ketiga dia berhenti, berbalik dan memandangiku dengan penuh selidik. ” Apa kau sudah terbiasa membunuh? ”

” Kenapa? ” aku berbalik tanya.

” Bisa kau membunuh Perdana Menteri Choi untukku? ”

” Kenapa? ” tanyaku lagi, tanpa ada ekspresi yang berarti.

” Bunuh dia dan akan kubayar berapapun yang kau minta. ”

Bibirku tersenyum sedikit. ” Seberapa banyak yang bisa kau berikan padaku? ”

” 10 juta? 30 juta? Atau.. 100 juta? ” tawarnya.

Mataku kemudian menjelajahi seluruh tubuh gadis itu, ” Kau tidak tampak seperti putri chaebol nona. ” ejekku. Kemudian aku berjongkok, memungut pecahan gelas yang dia tinggalkan. Sedang dia hanya diam memandangiku.

” Besok pagi kau harus pergi dan jangan pernah mengingatku ataupun tempat ini. ” kataku memperingati. Aku bangkit, membuang serpihan kaca di tong sampah dan berjalan meninggalkan dapur.

” Bagaimana jika tubuhku adalah bayarannya? ”

Suara gadis itu memaksaku berhenti. Membalikkan badan, aku menoleh kearahnya. ” Aku sungguh ingin membunuhnya tapi aku tak bisa. Dia telah membunuh kakakku setelah menghancurkan keluargaku. ” sambungnya. Bahu gadis itu bergetar dan tangannya terkepal kuat, tampak sedang berusaha meredam isak tangisnya. Lalu tanpa kuduga tubuh gadis itu merendah, tiba-tiba berlutut di depanku.

” Bunuh orang itu dan aku akan membayarmu berapapun, dengan apapun, bahkan.. ” dia mendongak, menatapku nanar. ” sekalipun aku harus membayarmu dengan tubuhku. ” diakhir kalimat setetes air menitik jatuh dari matanya.

Melihat air mata dan kepedihan di wajahnya, dadaku terasa sulit menggapai udara. Mendadak sesuatu mendorongku untuk bergerak, betapa ingin aku memeluknya. Ingin aku membenamkan kepalanya di bahuku dan mencium aroma tubuhnya. Tapi…

Tidak!

Aku berpaling, memunggunginya. Sadarlah Kim Taeyeon! Kau tidak boleh keluar dari garis batasmu! Aku menggeleng lemah, berusaha menepis keinginan tersebut yang tak berdasar. Namun entah bagaimana, hanya dalam semalam aku merasa perasaan ini muncul begitu kuat dan mungin saja berubah menjadi sesuatu yang lain, sesuatu yang benar-benar tak ingin kuberi nama.

” Aku mohon.. ”

Tapi kakiku justru melangkah pergi sebelum ada jawaban dariku. Suara hentakan kakiku bergema dalam keheningan, menjauh darinya yang membeku menyedihkan dibelakangku.

Hanya saja…

Aku sungguh tidak boleh menyentuh perasaan semacam itu, aku tidak bisa.

.

.

.

.

* * *

*budayakan berkomentar (ttg isi cerita) stelah membaca.

Advertisements

26 thoughts on “And Goodbye [4/?]

  1. chipajungss

    Maki kesini makin penasaran kalo dilihat-lihat mereka cocok tapi jika mereka bersama akan sangat bahaya sebab taeyeon adalah agen X Pembunuh pasti aja banyak yg mengincar taeyeon..dan perkataan tiffany bikin merinding

    Like

    Reply
  2. taenggank

    aigooooo …. mulai nyesek gw di part ini.
    aplg pas tipany nawarin bayaran pk tubuh.
    meski taeyeon nolak hhihihihi

    taeny shiper tau taeyeon slalu cinta mati ama mpo alay.
    jd gw bkl nunggu dgn sabar moment yg awalnya
    berupa penawaran yg berubah jadi mau sm mau hhhhhhh

    Like

    Reply
  3. TaenyLS4ever

    Sdh jls motif taeng knp dia jd agen… krna hutang utk mnylmtkan adiknya.. tp itu cp yg jd sasaran slnjtnya taeng..
    Trus seseorang yg diinginkan mati oleh tiffany itu choi cp…. choi siwon?? G mungkin choi sooyoungkan.. πŸ˜†πŸ˜†
    Kliatannya tkdir taeny msh agk surm..
    Taeng..Tp ituu lumyan.. bunuh choi.. dan uphnya tubunya ppany… asyeg g tuhh.. wkwkwkwkw..
    Siap menanti buat next chap nya 😁

    Like

    Reply
  4. mestmiracle

    hmm kalo itu tae, berarti tae jd suka sm pany ? wkwkkw
    berani jg pany mau ngasih apa pun 😐 sebenernya apa sih yg terjadi ? hmm
    sepertinya mr choi itu jahat yah 😐 kwkwkwk pasti udah ngancurin pany bgt ckckckc

    Like

    Reply
  5. nurhuda nur

    taeng udah mulai jatuh cinta ma pany . tpi menolak gadis cantik dan seksi . oh mana kebyunanmu taeng . ntar kamu menyesal baru tahu . hadeh teteng teteng

    Like

    Reply
  6. dhin dhin

    kayak.y target tae berikutnya adalah tiffany, heheheheheeee
    sampai2 dia bimbang,,,
    hmmmm,,, penasaran dg cerita selanjutnya,
    hmmmm,,, q berharap dugaanku salah,

    Like

    Reply
  7. ???

    Bs jd fany target slnjutnya dan bs jd tidak.
    Mgkn taeng hanya takut fany mempengaruhi hidupnya krn secara pkrjaan taeng adlh seorg pembunuh dan dia mrs tak pnts untuk fany.
    Jdnya taeng takut jatuh cinta.
    Tp yakinlah taeng..kau tak akn bs menolak pesona seorang tiffany..:roll:

    Like

    Reply
  8. 9@50N3

    Pas tiba ditempat ini udah part 7. Tapi aku mau baca dari part ini aja hehe,,.
    Kenapa idup phany disini mnderita sekali.
    Ayolah tae bantu phany jgn sok nolak, mulut nolak otak(?) nerima wkwk,,.

    Like

    Reply
  9. Kimrahmahwang

    Yailah taeng gausah muna ah, lu pasti gatahan juga kan dan mau nyobain tubuhnya pani wkwkw. Gua rasa tae gamau ngakuin perasaannya krn dia takut, dia takut klo pani bakal diganggu sama big boss nya taeng. Dan itu bisa bikin suasana makin tambah runyam hmmmm

    Like

    Reply
  10. Kimie

    Ohhhh,,skrg bru ngrti knp fany pngn mati,,kasian juga..😒😒
    Beneran nih tae gak mau biar di bayar pake tubuhx fany gitu??
    Byunnya hilang kali ya.. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s