And goobye [5/?]

image

Cover by : jinjin – wp : https://jinyeonnie.wordpress.com/

.

.

** HAPPY READING **

Taeyeon Pov

Hangatnya matahari pagi ini sudah menyapa. Namun hati yang kacau membuatku terjaga semalaman, membuatku tak bisa menikmati pagiku meski sudah ada secangkir kopi favoritku diatas meja. Aku menghela nafas panjang. Kenapa aku seperti ini lagi? Karena seorang gadis yang tak kukenal aku berubah menjadi asing sekarang. Aku seperti tak mampu mengenali diriku sendiri.

Apakah aku…?

Aku….

Ah, maldo andwae!

Aku menggeleng-gelengkan kepala, menepis hal ganjal dalam dadaku. ” Tck! Harusnya aku meninggalkannya saat itu. Bodoh. Tanpa sebab, kenapa aku tak bisa berhenti memikirkannya sekarang? ” aku berguman merutuki kebodohanku.

C-chogi-yo… ” aku mendengar suara gadis itu dari suatu tempat diatas. Oh Tuhan… suaranya begitu lembut dan menenangkan, bagaikan simfoni penentram jiwaku yang gundah.

Aku berputar. Mataku pun menangkap dia yang sedang berdiri di tiga anak tangga dasar, dan diterpa cahaya lembut matahari, begitu cantik sehingga dadaku terasa nyeri. Tapi sungguh ajaib, mataku benar-benar terbius, tak mampu berhenti memandanginya. Dia seakan menenggelamkanku dalam pesonanya dan itu membuatku tak ingin repot-repot keluar. Bagamana sekarang? Mendadak aku kesusahan ludahku sendiri. Tampaknya tidak mudah bagiku untuk melupakan saat-saat seperti ini, ketika dia terlihat begitu menawan, sangat mempesona. Dia… dia sangat cantik dan dia…. ah sudahlah. Aku mengerjap dan menggeleng lemah, ” Berhentilah berpikiran yang tidak-tidak Kim Taeyeon! ” aku berteriak keras dalam batinku, berusaha keras mengembalikan kewarasanku.

Gadis itu lalu turun dan mendekat padaku. ” Sebelum aku pergi.. bisa kau lupakan tentang ucapanku semalam? ”

Aku berdiri dari kursi dan menggangguk lemah, ” Itu bukan hal sulit. ”

” Kalau begitu aku juga akan melupakan semuanya, seperti yang kau minta. Tapi siapa pun kau.. terimakasih banyak sudah menolong dan merawatku. ” dia mengulurkan tangan. Dan untuk pertama kalinya dia menyunggingkan senyuman. Meski samar, senyum lembut itu mencerahkan seluruh wajahnya, membuat parasnya menjadi bertambah cantik. Senyumnya terasa sehangat matahari pagi ini, aku bisa merasakannya.

Sejenak aku menatap tangannya ragu. Tapi sesaat setelah aku membalas uluran tangan gadis itu, rasanya ada sesuatu yang menyengatku keras, darahku berdesir cepat, dan jantungku kembali berdegup kencang seperti akan loncat keluar dari dadaku. Oh tidak! Ada apa denganku?

” Selamat tinggal. ” pamitnya lalu seakan tak ingin berlama-lama dalam genggamanku, gadis itu perlahan melepas genggamannya. Dalam hitungan detik aku bisa merasakan udara disekitar tanganku yang tadinya hangat berubah dingin. Dan ucapan selamat tinggal gadis itu terasa seperti sebuah serangan fisik di dadaku. Aku merasa kian sesak ketika dia mulai berlalu pergi, meninggalkanku yang hanya membisu di belakangnya.

Gadis itu pergi, ya benar-benar pergi sehingga menimbulkan keheningan yang menguar kuat di sekitarku. Aku hanya membeku tepat dimana aku berdiri menatap punggungnya yang menjauh, tanpa tahu apa yang harus kulakukan. Haruskah aku menahannya? Haruskah? Tapi kenapa?

Drrrttt~~

Lamunanku terhenti ketika ponselku berdering. ” Ya, ini Agent X. ” jawabku.

” Apa kau sudah menemukan gadis itu? “ tanya big boss di seberang sana. Pertanyaan pria tua itu membuat pikiranku menerawang kembali di saat aku membaca isi amplop yang berisi foto dan nama targetku selanjutnya. Target berikutnya yang harus kubunuh adalah gadis yang bermarga Hwang, Hwang Miyoung.

Dan Miyoung.. dia adalah gadis itu, targetku berikutnya.

” Agent X, apa kau mendengarku!? “

N-ne? Oh.. i-itu.. ” mataku terarah pada pintu rumah yang telah tertutup rapat, memisah jarak kami. Aku kini berdiri diantara keraguan.

Agent X!

Mataku terpejam sebentar lalu terbuka kembali. ” Ne, aku sudah menemukannya. ” kataku tanpa ragu.

” Yeah! Kerja bagus. Kalau begitu bunuh dia sebelum Perdana Menteri Choi menghadiri pelantikan minggu depan. Tapi jangan sampai mereka tahu jika kau yang mencuri dokumen rahasia mereka. Kita pasti akan mendapat bonus lebih jika bisa menyingkirkan gadis itu dalam waktu dekat. Tapi jika kau gagal… ” perkataan big boss menggantung sejenak. ” adikmu akan dalam bahaya. Kau paham betul itu kan? ” lanjutnya, suaranya penuh ancaman.

Ne, aku mengerti. ” jawabku singkat dan sambungan kami terputus. Tanganku yang memegang ponsel mendadak terasa berat, lenganku jatuh terkulai lemas di sisi tubuhku.

* * *

.

.

.

Ketika hari menginjak tengah malam, aku berbaring lelah di atas ranjangku. Mataku terpejam, berusaha untuk tidur. Namun ingatanku melayang pada hal-hal yang sudah terjadi belakangan ini, menyulitkanku mengunjungi alam mimpi. Beberapa hari telah berlalu setelah kepergian gadis itu, akan tetapi sesungguhnya aku dan gadis itu tak benar-benar jauh. Tanpa lelah kakiku mengikuti kemana pun dia pergi, dan mataku selalu mengawasi setiap gerak-geriknya tanpa sepengetahuannya.

Kini aku tahu apa saja yang Miyoung lakukan. Hampir setiap pagi dia akan pergi untuk sarapan mie instan di sebuah mini market dekat rumahnya. Ketika siang ia berjalan menuju halte untuk selanjutnya pergi bekerja di sebuah kafe hingga malam hari. Lalu setelah itu Miyoung akan kembali ke rumah dengan berjalan kaki, dengan langkah perlahan. Namun dalam perjalanan dia selalu menyempatkan diri makan ramen di sebuah kedai kecil di pinggir jalan. Tampaknya kedai itu tempat favoritnya karena seorang ahjuma pemilik kedai suka bercengkrama dengan Miyoung.

Juga, masih segar dalam ingatanku, ketika aku memandanginya yang tengah duduk di halaman rumahnya dengan hanya ditemani satu botol soju, dia tampak sedih. Gadis itu selalu termenung saat malam datang, ketika dia mulai seorang diri, seperti yang dia lakukan beberapa saat lalu. Dadaku seperti di ketuk kuat saat melihatnya terlihat rapuh. Wajah cantiknya memucat. Sorot matanya menyiratkan luka dan kesedihan yang dalam.

Ketika dia tengah mendongak, memandangi banyaknya kilauan bintang yang terlihat kecil yang berkelip indah di langit, bisa kulihat matanya penuh kerinduan dan kesiapan yang tak terbantahkan. Namun… aku tak sanggup mendekat atau berkata apapun padanya. Akhirnya yang dapat kulakukan hanyalah memperhatikannya, menatap gadis itu dari tempat jauh.

Lalu aku ikut mendongak, menatap pada bintang yang sama dengan bintang yang gadis itu lihat. Tetapi itu hanya bertahan sejenak, aku menurunkan pandanganku padanya lagi. Bagiku.. wajah gadis itu jauh lebih bersinar dari bintang-bintang disana.

Dan saat mengingat bagaimana dia menarik sudut-sudut bibirnya keatas, dia menyunggingkan senyuman luar biasa indah. Tanpa sadar aku ikut tersenyum saat mengingat bagaimana senyuman gadis itu saat bertambah lebar, sangat cantik dan sangat mempesona. Dan itu semua, waktu yang berlalu dengan aku selalu berada di sisinya, membuatku merasa seolah-olah aku sudah mulai terbiasa dengan berada di dekatnya. Rasanya ada perasaan aneh yang berkembang di hatiku, entah kenapa itu membuat dadaku terasa hangat.

” Habisi dia dalam waktu dekat. ”

” Jika kau gagal.. adikmu akan dalam bahaya. “

Dalam hitungan detik senyumku menguap entah kemana ketika suara big boss melintas kembali dalam kepalaku. Aku beranjak duduk dari tempat tidur dan tanpa sadar tanganku terkepal kuat hingga terasa sakit.

Apa yang harus kulakukan?

Khaah~ ” aku menghembuskan nafas perlahan lalu memejamkan mata. ” Tidak! Aku tidak boleh goyah. ” ucapku, meyakinkan diri sendiri.

.

.

.

.

* * *

Note : ini adl pertama bwtku mnulis genre sperti ini, jd maklum klo gaje.
Dan tlg budidayakan berkomentar (bkn ttg kalian yg minta cpt updet cs, tp berkomentarlah ttg isi fanfic ini) stelah membacanya.

Q : Why? Knp km ngotot minta dikomen sih? Toh fanfic lu standar (jelek) aja?

A : Hmm.. aku tahu pasti ada yg kpikiran begitu. Itu sih sah” aja krn itu hak kalian. Mungkin jk kalian ada ditempatku, kalian akan punya sdikit pemahan spertiku, btapa berharganya komentar kalian.

Q : aish! Dasar lo gila komen!

A : Bukan mengemis ato gila komen. Tapi komentar itu jd salah satu poin (terbesar) sberapa besar perasaan kalian saat membaca dan stelah baca fanfic-ku. Ya, itulah caraku untuk jg bs memahi perasaan kalian krn fanficku, hanya lewat komentar kalian. ^^

So, please dont be silent reader.

**But, gw gk maksa hrs komen klo readers hatinya terpaksa. Itu hak kalian. 🙂

Advertisements

21 thoughts on “And goobye [5/?]

  1. zee

    galau melanda buat tae antara cinta dan saudara, tpi tetap hrus memilih.dan pilihan yg terbaik adalah bunuh sja big boss n mr choi.

    Like

    Reply
  2. ???

    Bagai buah simalakama..tae lg dilema..
    Tp Aku tau kptsn apa yg bakal diambil tae adlh yg trbaik..so psti gak bakal ngorbanin fany sama adeknya laah..iya kn thor?

    Like

    Reply
  3. TaenyLS4ever

    Waaahh stlah kepergian miyoung.. si taeng mlh jd stalkernya..
    Dan itu.. si taeng seorang agen pembunh byran jd menyek2 krn miyoung 😂😂
    Emmm ini g bahas yg soal kmrin yaa.. soal miyoung nyuruh taeng ngebunuh choi byrannya pke tubuhnya.. wkwkwkwkwkw rip pikiran kotor gua 😂😂😂😂

    Like

    Reply
  4. 9@50N3

    Maaf ye thor, saat prtama kali aku ke tmpat ini aku langsung koment dan sok kenal dgmu.
    Sekali lagi sy mnta maaf, sy mau nanya, anda author baru apa udah lama?. Maaf sebagian ingatan sy ilang, jadi sy lupa prnah ketempat ini atau belum.
    Maaf thor ye udh sok knal aku hahaha,,.

    Penasaran dg masa lalu phany disini,
    Siapa sebenarnya tiffany ini?

    Like

    Reply
  5. TaeNyong

    hadehh kalau mau milih salah satu susahh cuyy..
    tae pilihan yang paling tepat adalah.. selamatin fany dulu.. ntar adek lu dahh..
    tapi terserah author nya ajah dah wkwkw

    Like

    Reply
  6. Kimrahmahwang

    Pantes aja kayanya tae bimbang bgt setelah dikasih amplop coklat yg mana itu tugas selanjutnya, ternyata dia mesti bunuh miyoung dan ternyata perlahan2 perasaan nya tae ke pani makin berkembang. Gua jadi tae juga dilema antara harus menyelamatkan adik sendiri atau mementingkan perasaan sendiri. Maunya mah yaa gausah dikasih pilihan biar dua2nya selamat……

    Like

    Reply
  7. Kimie

    Skrg jdi kasian sama taeyeon, di berikan pilihan yg sulit, mau bunuh tapi udah mulai jtuh cinta gk di bunuh ntar adiknya yg mati,, 😭😭😭😭😭

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s