And Goodbye [ 6/8 ]

image

Cover by : jinjin – wp : https://jinyeonnie.wordpress.com/

.

.

** HAPPY READING **

Taeyeon Pov

Pagi ini, aku menatapnya dari kejauhan. Seperti biasa, ia duduk di bangku yang sama. Selesai memakan ramen dia hanya menatap kosong ke jalanan di depannya. Entah ini sudah kali ke berapa aku menemukan dia tengah melamun. Aku menatapnya dengan seksama. Mengamatinya dengan jeli.

Aku sangat ingin mengetahui apa yang sedang dia pikirkan saat ini. Namun jika kau bisa melihatnya, kau akan merasa melihat seorang manusia tanpa nyawa. Miyoung sangatlah pendiam. Dia hanya akan berbicara saat dirasa penting saja. Matanya kosong, wajahnya pucat dan tak ada rona merah di pipinya ataupun senyum indah di bibirnya.

Setengah jam berlalu begitu saja. Kulihat gadis itu beranjak pergi dari minimarket. Kutatap punggungnya yang semakin menjauh. Rambut panjangnya yang sebahu bergoyang mengikuti irama langkahnya. Tetapi sesuatu mengusikku, sesuatu yang mencurigakan. Aku menggerakkan kepala ke seluruh penjuru dan dari jarak yang juga tak jauh dari Miyoung, tepatnya bersebrangan darinya, seorang pria bertubuh tegap dan tinggi juga sedang mengawasinya.

Sejenak kupandangi kepergian pria itu yang membututi Miyoung, lalu aku mendesah, mengusap wajahku dan beranjak dari tempatku. Aku melangkah cepat dan mengikuti pria itu tanpa sepengetahuannya. Gerak-geriknya tampak mencurigakan. Bahkan dia mempercepat langkahnya hendak menangkap lengan Miyoung namun aku bergerak lebih cepat. Tanpa dia sadari aku sudah berda di belakangnya, mencengkram kuat bahu pria yang memakai topi hitam itu sehingga langkahnya tertahan. Dia menepis kuat tanganku lalu tubuhnya berbalik menatapku geram. Aku diam, memandangnya dengan tatapan dingin dan tajam, tapi santai.

” Ada apa denganmu huh? ”

” Siapa yang menyuruhmu? ” tanyaku tajam dengan kedua tangan kumasukan kedalam saku celanaku.

Mata pria itu memicing. ” Haruskah aku memberitahu padamu? Hei bocah, jangan menghalangiku.” dia mengguman dengan seringaian licik.

Ekor mataku melirik ke belakang pria itu, sepertinya Miyoung sudah menjauh. Kemudian senyum sinisku mengembang sambil memicingkan mataku pada pria itu. ” Ini menarik. Aku juga sedang kesal sekarang. Jadi… ” sedetik kemudian dengan cepat aku melayangkan tinju yang terlambat di hindari pria itu hingga mengenai wajahnya dan dia jatuh tersungkur. ” …berhenti mengikuti wanita itu. Dia adalah milikku. ” ujarku dingin.

Saat aku hendak kembali melayangkan tinjuku tapi kali ini dengan mudah ditahan olehnya. Dia bahkan berhasil menendangku, membuatku terhuyung dan menggeram kesakitan. Ugh~ rasanya lumayan sakit. Namun ini belum berakhir. Aku segera berlari kearahnya dan melayangkan tendangan dengan kakiku, membuat pria itu terlempar jauh ke belakang. Namun dia yang langsung tanggap segera bangkit dan berganti menyerangku dengan seluruh kekuatan yang dia miliki.

Perkelahian diantara kami pun tidak terhindarkan. Kami terus saling membalas pukulan demi pukulan dan tendangan. Ketika dia mulai kelelahan dan lengah, aku berhasil melukai dadanya dengan serangan yang sangat kuat. Lalu aku meraihnya dan membantingnya ke tanah dengan sangat keras. Serangan itu membuatnya tak bisa bangkit untuk beberapa detik. Dan aku terus menendang pria itu hingga kembali tersungkur. Tidak membuang kesempatan, aku menghajar orang tersebut berkali-kali tak peduli beberapa orang yang melihatku dengan tatapan ngeri dan heran. Sedang pria yang berada dibawahku terus menerima seranganku tanpa bisa melawan.

” Apa ini polisi? ”

” Ya, ada perkelahian disini, sepertinya mereka adalah preman! Tolong cepat kemari! Seseorang sepertinya akan tewas! ”

Aku berhenti memukul dan menoleh pada seorang wanita yang menghubungi polisi. Sial! Aku belum selesai tapi aku harus segera pergi. Aku kembali menatap pria itu dingin, menarik bajunya hingga kepalanya sedikit terangkat, memaksanya menatapku. ” Setelah ini jika kau masih berkeliaran disekitar wanita itu atau berniat menyentuhnya, kau akan mati ditanganku.” aku berbisik, penuh peringatan. Lalu aku menghempaskan begitu saja tubuh pria itu, membuatnya lumpuh dan tidak mampu lagi bergerak.

Aku bangkit. Tanganku mengusap sedikit darah yang keluar dari sudut bibir dan dahiku. ” Ingat kata-kataku sebelum kau menyesal. ”

” K-ka-u! ” gagapnya bersamaan dengan usahanya menahan rasa sakit di tubuhnya. Dia terbatuk dan darah kental keluar dari mulutnya. Tak kusangka pria itu berusaha bangkit kembali. Namun yang bisa dia lakukan hanyalah meringkuk memegangi prutnya, dan wajahnya dipenuhi lebam dan darah. Kemudian aku meninggalkan pria tersebut tergeletak tidak berdaya di sana.

Aku melangkah cepat, berusaha mencari jejak Miyoung. Dasar menyebalkan! Karena orang itu aku kehilangan Miyoung! Dan.. aish! Kemana perginya wanita itu?

Saat aku begitu sibuk mencari keberadaan Miyoung, tak lama ponselku berdering. Menjauh dari keramaian, aku merogoh kantong jasku untuk menrima panggilan tersebut. Sesaat aku menghembuskan nafas panjang dan tersenyum. Untuk apa dia menelponku sepagi ini? Apa dia sudah merindukan oppa-nya?

” Halo adik bayiku? Ada apa kau menelpon sepagi ini sayangku? Kau rindu oppa tampanmu ini hm~? ”

” O-oppa… “

” Hm? Wae?

” Oppa .. aku.. “

” Ya? Ada apa? Kau butuh sesuatu? ”

” I-itu… “

” ……… ”

” Hayeon-ah, Yaa! Jangan bermain-main, oppa sedang sibuk sekarang. ”

” ……….. ”

” Hayeon-ah….? Apa kau masih disana? ”

” ………. ”

” Hayeon-ah? Kim Hayeon!? Yaa! Neo ediseo eoh? ”

” Halo Tuan Kim? Bagaimana kabarmu? ” ujar seseorang ramah. Senyumanku hilang dan aku mengerutkan keningku saat mendengar suara pria itu.

” Kau-! Beraninya kau! ” geramku menahan amarah.

” Ah bagaimana ini, tapi aku sudah tak sabar menunggumu. Kita sudah hampir terlambat dan besok adalah hari pelantikan Menteri Choi. Tapi kenapa kau membuatku menunggu terlalu lama? “

” Pergi dari sana. ” ujarku dingin, berusaha terlihat tenang.

” Aigoo Kim Taeyeon-ssi.. kenapa kau begitu marah? “

” AKU BILANG CEPAT PERGI DARI SANA!! ” nafasku menderu seiring amarah dan rasa takut yang mulai menyerangku.

” Tck tck.. aku kecewa sekali padamu karena kau melukai orang kepercayaanku. Apa ini sebuah konspirasi Kim Taeyeon-ssi? Apa kau tidak memikirkan wanita cantik yang sekarang duduk dan menatapku dengan wajah manisnya ini? Aigoo~ sayang sekali jika menyia-nyiakan gadis secantik ini karena kelalaianmu. “

” Menjauh darinya brengsek! Apa yang kau lakukan pada adikku! Pergi darinya atau-! ”

” Atau? Kau akan melakukan apa? Berlari kemari dan melihat adikmu sudah menjadi mayat? ” dia menyela dengan suara yang mengejek. ” Apa kau akan membiarkan wanita itu lolos? “ tanya big boss dengan nada lebih lembut, namun penuh intimidasi. ” Atau… biarkan saja aku memiliki adikmu yang manis ini jika kau tak mau membereskan wanita itu! Bagaimana? ” dia kembali mengancanku yang membeku.

Aku mundur selangkah. Kemudian aku membatu tak bereaksi. Fokus mataku memudar. Merasa takut dengan apa yang dikatakannya. Aku membeku di tempatku, perkataan pria itu tentang kedua wanita itu benar-benar membuatku terdiam. Lalu terdengar teriakan-teriakan Hayeon yang menyayat hatiku.

” Oppa! Oppa..!! ”

” Oppa!! “

” TIDAK! Tidak, jangan! LEPASKAN DIA! Jangan berani-beraninya kau menyentuh adikku! Brengsek! ” aku berteriak keras. Mataku memancarkan kemarahan, juga ketakutan yang besar. Aku akan membunuhnya saat ini juga jika dia berani menyentuh Hayeon!!

” Apa? Aku tidak mendengarmu. Aish! Cepat pilih, bereskan wanita itu atau gadis kecilmu menjadi mikikku. Batas waktumu hanya sampai besok. Sampai jumpa. Hahaha.. “ ucapnya dan pria tua itu tertawa, terdengar sarkastik.

” TIDAK! HAYEON-AH! TIDAK!!! Tidak.. kumohon, jangan! ” pintaku memelas tapi aku tak mendengar pria itu bicara lagi. Jika sesuatu terjadi pada Hayeon, sebelum aku mati, akan akan membunuhnya lebih dulu! Aku bersumpah!

Aku menggeleng lemah, ” Bos.. aku mohon. Brengsek! Tidak! Aku mohon jangan melukainya! ” aku terus berteriak seperti pria tak waras dengan suara tercekat. Aku nyaris meneteskan air mata ketika big boss tetap bungkam. Tidak mengiyakan permohonanku tidak pula menolaknya dan itu membuatku semakin frustasi. Bahkan cahaya matahari pagi ini tak membuat wajahku yang gusar, memudar.

Dengan putus asa, tubuhku merosot, aku berlutut memohon. ” Aku mohon, sungguh aku mohon padamu jangan libatkan adikku. Jebal.. ” aku terus memohon dengan amat pelan. Air mataku mulai berjatuhan tanpa henti tapi tanpa isak. Hanya air mata.

” Tolong jangan melukainya, aku mohon… ”

– Bip –

Tut tut tutt….

* * *

.

.

.

Di hari pelantikan Perdana Menteri Choi aku sudah menetapkan keputusan. Maka disinilah aku sekarang, berdiri di balik tirai dengan pandangan tajam terarah pada sudut jalan. Dari teropong senapan bisa kulihat gadis itu tengah berjalan cepat di trotoar menuju suatu tempat. Mataku menyipit ketika ujung senapan yang telah kupasang alat peredam suara mengarahkan dengan tepat ke bagian kepala gadis itu, Miyoung.

Aku berusaha konsentrasi agar tembakan tepat sasaran dan bisa menyudahi misi ini. Setelah keraguan hatiku terkikis aku mulai menarik pelatuk dan siap menembak.

Satu detik berlalu..

Dua detik berikutnya..

Dan..

Dziiing!

Akhirnya aku menembak!

.

.

.

.

* ** *

* Next part adalah part END! ^^

See you soon!

Advertisements

18 thoughts on “And Goodbye [ 6/8 ]

  1. ???

    Andwe!!!
    Itu gak mgkn kn..gak mgkn tae nembak fany.
    Yg bner aja lu thor..
    Masa tragis gitu sih nasip fany klo iya.
    Lu tegaaaaa..😭

    Like

    Reply
  2. mestmiracle

    haiss kan pilihan yg sulit, antara cinta atau adiknya ckckc
    hmm btw adiknya tae emg ga tinggal bareng tae yah ? semoga ga diapa2in deh ckckck
    itu tae bener2 mau ngebunuh pany ? 😦

    Like

    Reply
  3. TaenyLS4ever

    “Dziiiing..
    Akhirnya aq menembak” trus tbc..
    Whaaaattt apa..apaaan inii.. taeng g mungkin nembak miyoung kan..yaaaaaaa!!!
    Astaghfirullohaladzimm… maapkeun trbwa emosi..
    Miyoung slmet kan disini.. jgn dimatiin yaa..
    Mending itu td yg mati choi aj.. jd kl gtu kan ntar taeng m ppanul jadian….
    Trus adeknya taengooo… emmmmm πŸ˜°πŸ˜°πŸ˜“

    Like

    Reply
  4. Kimrahmahwang

    Plspls tembakannya meleset kek gitu jgn sampe kena miyoung T_T mending bunuh perdana menteri choi aja dah klo perlu mah sekalian tuh big bos dkk tembak mati langsung-_-

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s