And goodbye [7/8]

image

Author : fofo
Cover by : jinjin

** HAPPY READING **

.

.

Taeyeon Pov

Di hari pelantikan Perdana Menteri Choi aku sudah menetapkan keputusan. Maka disinilah aku sekarang, berdiri di sebuah atap dan pandanganku tertuju pada sudut jalan. Dari teropong senapan bisa kulihat gadis itu tengah berjalan cepat di trotoar menuju suatu tempat. Mataku menyipit ketika ujung senapan yang telah kupasang alat peredam suara mengarahkan dengan tepat ke bagian kepala gadis itu, Miyoung.

Aku berusaha konsentrasi agar tembakan tepat sasaran dan bisa menyudahi misi ini. Setelah keraguan hatiku terkikis aku pun mulai menarik pelatuk dan siap menembak.

Satu detik..

Dua detik berikutnya..

Dan..

Dziiing!

Akhirnya aku menembak!

Namun tembakanku tidaklah benar-benar mengarah pada gadis itu, melainkan pada seorang pria di sudut gedung, cukup dekat Miyoung, yang juga mengarahkan pistolnya pada gadis itu. Suasana berubah menegang seketika, dan kacau. Beberapa pria di atap gedung di depanku yang tengah mengawasi Hwang Miyoung mulai bergerak dan menyebar. Dan yang kutahu, sepertinya mereka bergerak cepat untuk mencari keberadaanku dan Miyoung.

Aku mencoba tetap tenang dan mencari keberadaan gadis itu lewat teropong. Saat kutemukan jejaknya, seorang pria berjas rapi dari arah berlawanan tampak mencurigakan. Aku mulai panik ketika jarak mereka kian menipis. ” Sial! ” umpatku kesal. Segera aku menyimpan kembali senjata laras panjangku dalam koper dan membawanya berlarian menuruni gedung. Setiba di lantai bawah, derap kakiku kian cepat seakan mampu menembus angin. Aku tak boleh terlambat atau nyawa Miyoung akan berakhir ditangan orang-orang itu. Aku tak akan membiarkan Miyoung dan Hayeon terluka.

Hosh..hosh.. ” nafasku mulai memendek dan aku berhenti sejenak karena kehilangan jejak Miyoung.

Sial! Dimana Dia??!

Aku menatap sekeliling jalan dengan panik, sangat cemas. Jika terlambat semua akan berakhir. Namun beberapa waktu kemudian pandanganku berhenti di satu titik. Mataku menyipit saat melihat seorang gadis yang kuyakini Miyoung tengah terdiam di ujung jalan, memandang seseorang di depannya.

” Gawat! “ batinku menggeram panik, aku dipenuhi rasa cemas. Secepat kilat kakiku melesat menuju gadis itu. Ketika berada tepat dibalik punggung Miyoung tanganku segera terulur, meraih lengan gadis itu dan membawanya dalam dekapanku. Dia terkesiap, sangat terkejut saat aku memeluknya begitu rapat.

DEG DEG!!

DEG DEG!!

Jantungku kembali berpacu semakin cepat tanpa kendali saat memeluknya dan aku tidak berkeinginan untuk melepasnya. Sejenak aku hanya mematung, membiarkan dia mendengarkan betapa kerasnya degub jantungku saat ini. Dan itu karena dia. Ya, hanya dia.

” K-kau..? ” dia mendorongku tapi aku menahannya dalam pelukanku.

” Aku.. hosh.. akan menyelamatkanmu..hosh.. ” aku menyela, berbicara disela nafas yang tak beraturan.

Dia mendorong dadaku lebih keras agar terlepas tapi aku kian merapatkan tubuhnya dalam kurunganku. ” Tidak, aku tidak akan membiarkan kalian mati. Tidak akan pernah. ” ucapku lagi dengan mata tajam mengarah pada pria yang berdiri beberapa meter di depanku, memandangku diantara rasa tak suka.

G-geunde..? ” dia mendongak, meluruskan tatapannya denganku. ” Apa maksudmu? Kenapa kau di sini? ” tanyanya bingung.

” Ikut aku, akan kujelaskan semuanya nanti. ” tanganku meraih telapak tangan Miyoung, menggenggam penuh tangan gadis itu dalam cengkramanku. ” Kajja, disini berbahaya. ” ajakku dan meski tampak bingung Miyoung hanya diam saat aku menariknya pergi.

Namun..

Dziiing!!

Ketika suara peluru terdengar aku segera memeluk Miyoung lagi, memutar tubuhku, membuat benteng kokoh memakai punggungku. ” Aagh! ” aku merintih tertahan saat rasa panas yang menyakitkan menembus bahu kananku. Tubuhku sedikit limbung namun Miyoung menahanku agar tetap berdiri.

” Cepat tangkap gadis itu!! ” dari arah belakang seorang pria meneriaki beberapa orang agar menangkap Miyoung.

” Sial! ” aku mengumpat lirih. Dengan langkah tertatih aku mencoba membawa Miyoung pergi.

” K-kau tertembak? ” mata gadis itu memancarkan kecemasan, kebingungan dan rasa takut.

” Tak perlu mempedulikanku. Ayo lebih cepat, mereka bisa menangkapmu. ” aku mempercepat lari sambil menahan rasa perih di bahu. Sedang gadis itu berusaha mengimbangi langkahku.

” Kau harus pergi ke rumah sakit, kau terluka. ”

” Sudah lari saja. Tidak perlu cemaskan orang lain. ”

” Kau terluka bodoh! ” serunya marah.

” Tenanglah, ini hanya luka kecil. ” jemariku kian erat mencengkram tiap celah jari tangan Miyoung, meyakinkan jika semua akan baik-baik saja. Dan aku akan memastikannya.

” Kenapa kau seperti ini? ” tanyanya tapi aku membisu, pikiranku hanya ingin membawa dia pergi sejauh mungkin, agar ia tetap aman bersamaku.

”Β  YAA!! Berhenti! ”

Aish! Diamlah dan ikuti saja aku. ” ujarku.

” Kenapa kau menolongku? Memagnya siapa kau? Kenapa kau mencampuri urusanku? ” cerca gadis itu.

Aku menoleh, ” Percaya saja padaku. Kau bisa lakukan itu sampai akhir, kan? ”

” Tidak! ” mendadak Miyoung menepis kasar tanganku hingga terlepas dari genggamanku. Dia berhenti berlari saat sampai di ujung gang kecil.

” Ada apa? Kenapa berhenti? ”

” Katakan padaku, kenapa aku harus mempercayaimu? Sebenarnya apa yang kau inginkan? ”

” Aku hanya ingin kau pergi dari sini sebelum mereka menemukanmu. ” jawabku dengan nada bicara yang mulai kesal. ” Kajja.. ” aku mengulurkan tangan, sangat berharap dia mau ikut bersamaku.

” Apa kau berubah pikiran? Kalau begitu bunuh orang itu lebih dulu dan aku akan ikut denganmu. ”

” Kau-! ” geramku. Harusnya kami tidak boleh berhenti dan membuang waktu dengan sia-sia. Dengan bahuku yang terluka seperti ini akan sulit melawan musuh dalam jumlah banyak. Aku menghembuskan nafas perlahan dan panjang. ” Kita tidak punya waktu. Aku mohon percayalah padaku. ”

Shireo! Kau-! Berhentilah bicara omong kosong. Kau tahu.. semua orang yang mengatakan padaku untuk mempercayainya, pada akhirnya kalian semua hanyalah pembohong besar. Aku.. tidak akan mempercayaimu. ” dia menatapku dengan tatapan yang membuat dadaku perih, ada amarah, kesepian dan kebencian disana.

” Kau ini! YAA! Sekarang bukan saatnya untuk membahas masalah seperti itu. Orang-orang itu sedang mengincar nyawamu! ”

” Aku tidak peduli. Aku harus kembali untuk membunuh orang itu dengan tanganku sendiri. ”

” Bodoh! Kau pikir kau sanggup? Meraka akan membunuhmu sebelum kau berhasil menyentuh orang itu! ” aku membentaknya semakin keras. Rasanya sungguh frustasi karena gadis itu tak mau mempercayaiku.

” Kalau begitu, sekalipun aku harus mati.. tinggalkan aku sendiri. ” ujar Miyoung, suaranya terdengar bergetar. ” Dan jangan mencampuri urusanku. ”

” Astaga! YAA! APA YANG SEBENARNYA YANG KAU PIKIRKAN EOH!!? KAU BENAR-BENAR BODOH! ” amarahku membuncah. Sial! Aku semakin kehabisan waktu. Aku bahkan sudah mengorbankan segalanya demi gadis itu tapi kenapa dia terus bersikap menyebalkan!

” Bukankah kau yang menyuruhku menghapus apapun tentangmu? Jadi tidak seharusnya kau muncul di depanku dan mengusikku seperti ini! ”

Mwo?

” Siapa kau? Dan kenapa? Sudahlah, hentikan ini. Jangan mengikutiku lagi dan jangan mencoba untuk menyelamatkanku. ”

” Kau sungguh gadis bodoh. Sebenarnya apa yang kau pikirkan? Apa kau idiot? Jika kau pergi, itu sama saja dengan bunuh diri dan kau tahu itu bukan!? ”

” Sudah kubilang jangan ikut campur! ” bentaknya kasar lalu berbalik dan akan pergi begitu saja.

” Dasar gadis bodoh! ” aku mendesis kesal. Aku membuang koper berisi senapan ke tanah begitu saja dan segera menyambar pergelangan tangannya, menghentikan langkah gadis itu agar tak lebih jauh. Aku mendorongnya keras, menghimpit tubuh Miyoung ke dinding memakai tubuhku dan dia memandangiku tajam, pundaknya naik turun menahan amarah.

Merasakan tubuhnya kurengkuh, Miyoung pun berontak. ” Lepaskan aku! YAA! Apa yang kau lakukan!!? ” dia memukul-mukul dadaku itu dengan tangan yang terbebas sambil berteriak, nyaris menangis. Berharap segera terlepas dariku. Tapi jangankan terlepas, mengendur pun tidak. Melainkan aku semakin memperat himpitanku.

” Hwang Miyoung! Dengarku aku, jebal.. ” bisikku lirih. Tapi Miyoung tetap memukuliku. Namun pukulan yg tadinya cukup keras itu, telah berubah menjadi pukulan kecil tak berdaya. Hingga akhirnya berhenti disaat ia lelah.

” Cepat menyingkir!! ” dia mencoba meronta kembali.

Aku justru mencondongkan tubuhku dengan gerakan cepat. Kedua mataku menatapnya dalam-dalam. Tanpa sadar aku meletakkan tanganku di pipi Miyoung lalu menyusurinya dengan usapan halus. Semakin lama jarak diantara kami nyaris tertutup. Bahkan kami terlalu dekat sekarang. Bisa kurasakan nafasnya menyentuh kulit wajahku karena kami hanya beberapa centi saja jauhnya.

Kemudian Miyoung berhenti meronta. Ketika dia hanya terdiam menatapku, pada akhirnya aku mendapati diriku tak bisa berhenti. Aku tidak bisa menahannya lagi. Lalu aku menunduk dan menempelkan bibirku padanya dengan sangat perlahan. Aku memejamkan
mata, membiarkan bibirku menyapu bibirnya beberapa saat. Awalnya dia hanya diam ketika aku menikmati bibirnya yang terasa lembut, namun sedetik kemudian tangan Miyoung menangkup wajahku, mencoba mengimbangi seranganku. Lalu ciuman kami berubah menjadi penuh gairah yang butuh di salurkan. Aku membuka mulutnya, menjelajahi kelembutan yang belum pernah kurasakan. Dan ciuman kami semakin dalam dan aku lebih mendominasi.

Ciuman ini… rasanya benar-benar luar biasa. Setiap aku menyentuhnya aku merasakan sebuah pukulan di perutku. Setiap waktu. Aku tenggelam di matanya dengan cara yang aku tak pernah tahu, dan tak akan pernah lelah dengan perasaan yang kudapatkan saat dia berada di dekatku.

Hwang Miyoung…

Ah gadis ini..

Dia adalah gadis yang memiliki sisi misterius, sedikit bicara, nyaris tak pernah tersenyum dan dia tak pernah tertawa. Akan tetapi dia sudah meniyihirku sehingga aku tak bisa berhenti memikirkannya, sekalipun aku berada sangat dekat dengannya seperti sekarang. Karena mungkin..

Sepertinya.. aku menyukainya. Aku jatuh cinta padanya. Aku ingin dia percaya padaku. Setulus hatiku, aku ingin menjaganya.

Aku masih memejamkan mata, menghirup kembali aroma tubuhnya dan merasakan kehadirannya yang selalu memberikanku rasa tentram dari apa pun. Rasanya aku tidak ingin memikirkan hal lain lagi selain bersamanya. Aku hanya hidup bersamanya, jauh dari segala yang bisa merusak kebahagiaanku ini. Dan pikiran itu justru membuatku kembali teringat bahwa ini semua belum berakhir.

Begitu aku melepaskan ciuman, dia menatapku dengan mata yang sulit kuartikan. Aku menatapnya beberapa saat dan menjauh dari tubuhnya. Dengan gugup aku berjuang untuk kembali menatapnya. Nafasnya masih memburu dan terlihat masih mencoba mencerna apa yang barusan saja terjadi. Sesaat kami tak bergeming, hanya berusaha mengembalikan nafas yang menderu. Lalu.. ketika tatapan kami bertemu, kami hanya saling memandang dalam kebisuan. Suasana begitu canggung dan kami tak tahu harus bagaimana.

Aku masih menatapnya lalu mengulurkan telapak tanganku. ” Ulurkan tanganmu padaku dan pergilah bersamaku. ” ujarku lembut. ” Aku tak akan membiarkan mereka menyakitimu lagi, ” aku terdiam sesaat. ” ..aku bersumpah. ”

Miyoung diam, hanya memadangi kedua bola mataku, mencari keraguan disana. Namun bisa kutebak, tak ada keraguan yang dia temukan karena aku tak akan berpura-pura. Butuh beberapa detik yang kutunggu untuk membuatnya percaya padaku. Kemudian dia mengangguk kaku, mengulurkan perlahan tangannya menuju telapak tanganku yang terbuka lebar.

Aku merasakan seringaian menempel di wajahku saat aku menatap mata kecoklatannya yang indah dan hatiku menjadi tenang. Ini dia. Karena satu kali ini sudah cukup buatku, aku melambung bahagia. Sekarang tangan Miyoung telah berada dalam genggamanku, aku meremasnya lembut dan Miyoung melakulan hal yang sama seperti kulakukan padanya. Dia menggenggam tanganku.

Kajja.. ” aku tersenyum dan menariknya kembali, untuk pergi bersamaku.

.

.

.

.

* * *

Sebenernya ini adl chap end, tp krn terlalu panjang jd aku cut dulu.

Dan part 8 aku pastiin itu adl part Ending!

So keep waiting gaes! ^^

Sory klo ada typp.

Ok, See u soon.

But..
Jgn lupa komentarnya ya..

Jgn terbiasa sbg silent readers ya ^^

Advertisements

18 thoughts on “And goodbye [7/8]

  1. My Boo, TaeTae

    taeng udh mantep milih pany, kayanya pany jg suka tuh ama taeng, misi taeng tinggal menyelamatkan adiknya dan membunuh tuh penjahat atau di serahkan ke polosi

    Like

    Reply
  2. nurhuda nur

    kukira pang yg ditembak . syukurlah pertengkaran kecil berujung dgn ciuman . oh romantis ,prcyalah tae taemu pany dia tdk akan menyakitimu bhkan dia akan mnyelamatkanmu dan tinggal stu nyawa lagi hayeon . smg taeng bisa slmtkan adiknya ,bunuh big boss dll,stlah itu bwa org yg disyangi pergi jauh terus hidup bahagia deh .

    Like

    Reply
  3. mestmiracle

    kirain udah ending, tau2nya masih 1 part lg wkwkw
    waduh jd gmn itu adiknya tae ? pasti kan suruhannya bos bakal ngelapor kalo tae ngegagalin rencananya buat bunuh pany
    itu malah lg dikejar2 sempet2nya ciuman wkwkwkwk XD

    Like

    Reply
  4. zh2904

    Kirain Tae tega bunuh Miyoung. Kira-kira gimana nasib Hayeon setelah Tae lagi-lagi nyelamatin Miyoung? Semoga semua baik-baik saja dan berakhir bahagia.

    Like

    Reply
  5. 9@50N3

    Itu maksudnya tae mengungkapkan perasaan-nya ke phany,.
    Hadeuhhh mengambil kesempatan dlam kesempitan tuh tae, hehe, ,.
    Lalu gimana tuh ke adaan adeknya tae?

    Like

    Reply
  6. Kimrahmahwang

    Taeny ihiwwww, lagi dikejar2 aja masih sempet2nya kissing. Tapi gapapa krn gua sukaa. Yailah pani giliran udh dicium dan rasain ciuman taeng baru mau diajak kabur. Tolong selamatkan mereka dan juga hayeon….

    Like

    Reply
  7. Kimie

    First kiss nya taeny di saat2 genting,, fany bandel n keras kepala banget sih akhirx tae nyosor deh πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s