Step Mother (4)

image

.

.

Ceklek!

Terdengar suara pintu terbuka dan Taeyeon berhenti di mulut pintu. Dia melihat siluet gadis yang mengurung dirinya dalam kamar sejak pagi. Wajahnya masih kelam, tangan gadis itu mengepal keras diatas lututnya. Namun sebisa mungkin Taeyeon memberikan ekspresi yang datar ketika melihat Tiffany.

” Tippany.. ” lalu suara Taeyeon yang lembut dan penuh sayang memanggilnya, mencoba mencuri perhatian gadis itu.

Tiffany yang semula meringkuk di lantai mengubah posisinya menjadi duduk bersandar di ranjang. Namun Tiffany tetap tidak melirik Taeyeon sekali pun. Melihat kesedihan dalam mata Tiffany yang sangat pekat, Taeyeon menjadi sangat ingin memeluk tubuh gadis itu untuk menenangkannya. Dia ingin meraih tangan Tiffany dan menggenggamnya erat. Meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Dan memastikan jika perusahaan dan rumah ayahnya tidak akan di curi oleh siapapun. Namun untuk sekarang, Taeyeon tak mampu melakukan hal semacam itu.

” Ti-.. ” Taeyeon hendak memanggil Tiffany sekali lagi, namun ucapannya terhenti begitu saja. Taeyeon masih belum berani mengeluarkan suaranya kembali. Rasanya ia tidak ingin mengacaukan semuanya lebih buruk lagi. Dia takut satu ucapan dapat semakin menghancurkan situasi ini.

” Kumohon, tinggalkan aku. ” tapi tiba-tiba Tiffany yang berbicara. Suara gadis itu nyaris tidak terdengar. Mata itu kering. Tidak ada tanda-tanda akan menangis sedikit pun. Tapi wajahnya menunjukkan rasa sakit yang jauh lebih memilukan daripada sekadar tetesan air mata.
 
Mulut Taeyeon hanya membuka dan menutup untuk beberapa kali, tapi tak ada suara yang keluar. Karena tak ada satu katapun yang mampu melewati tengorokannya, Taeyeon menganggukkan kepala sebagai jawaban. Sebenarnya, menghampirinya dan mengajak gadis itu bicara bisa saja Taeyeon lakukan, tapi… Taeyeon tahu ia harus berhati-hati. Gadis itu terlalu rapuh saat ini. Lalu tubuh Taeyeon berputar dan tidak mengatakan apapun selain melangkah pergi meninggalkan Tiffany di belakangnya.

Taeyeon hampir meninggalkan kamar gadis itu, sewaktu Tiffany bergumam, ” Tunggu. ” dan wanita itu langsung berhenti, berbalik dan kembali menghadap Tiffany. Untuk beberapa saat Taeyeon memandangi Tiffany yang duduk diatas lantai. Dalam keheningan Taeyeon menatap tepat ke mata kecoklatan Tiffany yang menunjukkan kepedihan.

N-ne? ” tanya Taeyeon. Lalu keheningan kembali mengisi kebisuan diantara mereka, sampai akhirnya Taeyeon membuka suara setelah dirinya berdehem dua kali. ” Apa.. kau butuh sesuatu? ” tanyanya hati-hati. Tapi Tiffany tetap diam. Selagi menunggu Tiffany berbicara lagi, Taeyeon terus memperhatikan wajah gadis itu. Namun kecemasan Taeyeon semakin memuncak ketika Tiffany masih membisu.

” Tippany-ssi, kau bisa katakan padaku. Apapun yang membuat perasaanmu lebih baik, aku akan melakukannya. ”

Mendengar itu, Tiffany mendongak dalam usaha untuk menemukan wajah dari orang yang telah mengusik hidupnya. Tiffany masih terdiam hingga beberapa waktu ketika wajahnya menatap Taeyeon. Dan demi apapun, mendadak dada Taeyeon terasa sesak. Taeyeon menggigit bibir bawahnya saat mata mereka bertatapan. Mata Tiffany merah, bekas air mata masih membekas di pipinya. Lalu Tiffany berkata lirih, ” Kau ingin perasaanku lebih baik? Jika begitu.. tinggalkan aku. ”

Ne? G-guende,

” Pergi. Aku hanya ingin sendiri. ”

” Tippany, ”

Jebal.. ” Tiffany memohon dengan suara lemah. Membuat Taeyeon mendesah panjang.

Kali ini Taeyeon tak ingin memulai perdebatan dengan Tiffany. Dia menunduk pasrah, lalu pergi meninggalkan Tiffany seorang diri. Tapi Tiffany salah besar bila berpikir Taeyeon akan menuruti perintahnya. Karena wanita itu tidak akan pernah benar-benar meninggalkan Tiffany, terlebih ketika Tiffany tengah menderita seperti sekarang.

Dan ketika siluet Taeyeon telah hilang dari pandangannya, Tiffany tidak bisa menahan bendungan air mata yang sedari tadi ia tahan. Dia menangis sesenggukan, kembali menangisi dirinya sendiri yang tak mampu melakukan apapun.

* * *

.

.

Drrrt…. drrtt… drrttt…

Dering ponsel dalam genggaman yang berbunyi sekian lama tak membuat gadis itu bergegas mengangkatnya. Gadis cantik itu, dengan kemeja putih dan rok merah muda panjang hingga menutupi lututnya hanya ingin mengabaikan siapa orang yang sedari tadi mencoba menghubunginya.

Gadis itu menghirup udara dalam-dalam dan mengisi kekosongan pada tulang rusuknya. Meski hari beranjak sore, Tiffany memilih berdiam diri di tempatnya untuk melihat pemandangan luas tanpa batas, antara langit dan juga sungai yang jernih, yang memantulkan bayangan warna keemasan cakrawala yang menakjubkan. Sementara dibawah, air sungai tampak mengalirkan air dengan tenang, seolah-olah memanggil-manggil untuk di lompati.

” Sudah tak ada yang bisa dilakukan! ”

” Aku tahu kau pasti ingin membantu. Tapi memangnya apa yang bisa dilakukan oleh seorang putri presdir yang sama sekali tidak tahu-menahu dunia bisnis? ”

Tangannya kemudian menyentuh pagar jembatan besi yang dingin ditambah dengan angin kencang yang membuat tubuh gadis itu meremang. Tapi tak ada keraguan saat kakinya perlahan menaiki pagar pembatas. Dan disanalah Tiffany, diatas jembatan sungai Han dan menaiki tiang-tiang pembatasnya.

” Batas waktu penyitaan yang kami berikan adalah satu minggu setelah penyegalan. Jadi anda harus segera pindah sebelum hari penyitaan dilaksanakan. “

Sinar di mata Tiffany meredup ketika ucapan mereka terngiang kembali. Rasanya Tiffany ingin menjatuhkan dirinya dari jembatan. Lalu mati. Dan semua masalahnya selesai. Gadis itu pun tersenyum sedikit ketika air matanya bahkan sudah tak bisa keluar lagi. Kehilangan seorang kekasih lalu hidup tanpa ayah dan ibu, dan sekarang mereka ingin mengambil apa yang tersisa membuat Tiffany seakan tidak ingin hidup. Dia ingin mengakhiri hidupnya setiap detiknya. Memangnya apa gunanya dia hidup? batin Tiffany.

Tetapi, apa yang bisa berubah jika aku membunuh diriku sendiri?

Menutup mata sambil merentangkan lebar-lebar kedua tangannya. Tiffany mencoba menikmati semua ini, menikmati hembusan semilir angin menerbangkan rambut hitam panjangnya. Juga suara gemericik air. Daun-daun yang saling bergesekan. Ranting-ranting yang telah bosan bergantung pada dahannya dan menjatuhkan diri keatas tanah, semuanya seolah sempurna. Nyaris sempurna.

Ketenangan, kenyamanan, dan.. kedamaian ini. Tak ada tekanan sama sekali. Membuat Tiffany sedikit melupakan setiap penderitaan menyedihkan yang nyaris membuat dirinya gila. Jadi untuk sekali ini saja, dia tak ingin seorang pun mengusiknya. Berharap tak seorang pun memecah suara yang didengarnya.

” Astaga! Apa yang kau lakukan!? ” tapi seseorang mengagetkan Tiffany. Membuatnya berhenti menikmati detik-detik kenyamanannya. Tiffany mendesah ketika mengenali suara itu, namun matanya masih terpejam.

A-andwae, Tippany-ssi! Jebal hajima!

Tiffany menghirup udara sekali lagi dan mengabaikan suara berisik itu. Astaga, kenapa ia selalu terjebak dalam situasi yang membuatnya kesal seperti ini!? Tiffany mengutuk dirinya sendiri dalam hati. Pasti gadis itu berpikir jika dia akan meloncat untuk membunuh dirinya sendiri. Tapi itu tidak benar sama sekali. Tiffany bukan gadis bodoh yang naif hanya karna hidup tak lagi memihak kepadanya. Karenanya, Tiffany masih mencoba mengabaikan Taeyeon karena kenyataannya dia hanya sedang menikmati pemandangan.

YA! apa kau tak mendengarku!? ”

” Tippany-ssi! Jangan bercanda, cepatlah turun! ” perintah Taeyeon, suaranya dipenuhi ketakutan. Raut wajahnya sudah menegang dan kepala Taeyeon tak bisa berhenti berpikiran buruk atas apa yang dilakukan Tiffany saat ini.

” Tippany, aku tak tahu harus berkata apa. Tapi yang kau lakukan ini tidak benar. Sungguh aku ingin kau bertahan. Sungguh takkan kubiarkan mereka menyakitimu, jadi kau tak perlu cemas dan turunlah. Jebal.. ”

” ……… ”

” Tippany-ssi, ” Taeyeon memanggil Tiffany dengan suara lembut juga memohon. Dengan hati-hati dia melangkah mendekat. ” kumohon berbaliklah perlahan dan ulurkan tanganmu padaku. ” Taeyeon mengulurkan tangannya dan menunggu Tiffany untuk meraihnya. Tapi gadis itu tetap memunggungi Taeyeon.

” Tippany… ”

” ………… ”

Tck, apa dia mempunyai masalah pendengaran? ” akhirnya Taeyeon berguman kesal.

” Aku mendengarmu bodoh! Tapi bisakah kau enyah dari tempat ini? Aku ingin menikmati hidupku beberapa menit. ” Tiffany masih tak bergeming dan enggan untuk membuka kedua matanya. Dia mencoba untuk mengacuhkan Taeyeon selama mungkin tapi gadis itu kembali memanggil namanya.

” Tippany-ssi..

Aish, dasar ahjuma sialan!

” Tippany, aku sadar, aku egois. Aku pun tak bisa merasakan rasa sakit yang kau rasakan. Tapi aku tahu bagaimana menghadapi kenyataan seperti ini. Aku memahamimu. Jadi ulurkan tanganmu dan percayalah padaku, kumohon.. ” ucap Taeyeon, dan suara itu terdengar mengiba sekali.

” Ah, baiklah! Jika tidak mau mendengarku, aku akan membiarkanmu sendiri sekarang. Bahkan jika kau ingin pergi dengan cara seperti ini, aku takkan mencegahmu! ”

Tiffany menoleh kebelakang lalu memutar tubuhnya dan menghadap Taeyeon. ” Mwo? ” Tiffany menyerngit heran. Apakah maksud gadis itu.. dia akan membiarkannya mati jika memilih untuk meloncat sekarang? Aish! Dasar gila! Dia sungguh wanita menyebalkan. Runtuk Tiffany dalam hati.

” Aku tak ingin kau menderita karena aku. Semuanya terserah padamu. Tapi aku mohon, jika kau bisa, tetaplah tinggal disini, bersamaku—ah tidak. Tentu kau bisa bersama orang lain yang mungkin akan membuatmu lebih bahagia. Tippany, aku ingin melihatmu tersenyum. Aku hanya ingin kau bahagia. ” Taeyeon tersenyum lembut. Sedang Tiffany masih menatap Taeyeon.

” Setalah ini kau pasti akan baik-baik saja. Jadi.. aku mohon jangan menyerah. ” ucap Taeyeon serak dan berat. Kemudian wanita itu kembali mengulurkan tangan kanannya.  Matanya menatap Tiffany dalam. Memberi isyarat pada Tiffany untuk membalas uluran tangannya. ” Kumohon Tippany, percayalah padaku. ” pintanya. Dapat Tiffany rasakan di mata gadis itu penuh dengan ketulusan. Tapi sejujurnya Taeyeon tak mengerti, kata-kata itu meluncur keluar dari dalam mulutnya begitu saja. Taeyeon tak bisa mengendalikannya, perasaannya.

Dan untuk sesaat Tiffany tertegun. Tapi, Tiffany seolah membatu. Gadis itu diam ditempat, menatap uluran tangan Taeyeon yang masih menggantung di udara, lalu berpindah menatap wajah Taeyeon sebelum kemudian kembali menatap uluran tangan Taeyeon dengan kening yang mengerut.

” Tippany-ssi? ” panggil Taeyeon saat Tiffany belum juga menyambut uluran tangannya. Dengan menggerak-gerakan kelima jemarinya, Taeyeon memberi isyarat pada Tiffany untuk segera menerima uluran tangannya.

Aish! Tutup mulutmu! Apa yang kau bicarakan eoh? Dasar menyebalkan. Cepat enyahlah dari hadapanku! ” seru Tiffany penuh kejengkelan.

Geurom, apa kau akan turun jika aku pergi? ”

” Jika aku mengatakan ya, akankah kau enyah sekarang juga? ”

Taeyeon berpikir sejenak kemudian mengangguk. ” Ya. ”

” Kalau begitu.. baiklah. ” Tiffany akhirnya mengangguk menyetujui ke arah Taeyeon yang langsung menarik napas leganya. Gadis itu bergerak perlahan, tapi karena tidak hati-hati saat kakinya hendak turun, Tiffany justru terpeleset dan ia hampir terjatuh ke sungai.

KYAAA~~~!! ” jerit Tiffany histeris. Beruntung ada gadis itu yang dengan sigap memegang kakinya sehingga badan Tiffany tertahan, tak sampai jatuh ke sungai.

Omo! Gwaenchana?

” T-tolong selamatkan aku, kyaa~~! Aku tidak mau mati! Tidak!! Kyyaa~!! Kumohon selamatkan aku! ”

” Tippany-ssi tenanglah, cobalah ulurkan tanganmu padaku. ” pinta Taeyeon sembari mengulurkan tangan kanannya pada Tiffany.

AAAAAAA!!! ” tapi gadis itu kembali menjerit sambil meronta. ” Tidak! Aku bisa jatuh bodoh! Jangan lepaskan tanganmu padaku! KYAAA!! ” Tiffany ketakutan. Sekuat tenaga, ia berteriak.

” Tippany, dengar! Percayalah padaku! Cepat ulurkan tanganmu! ” perintah Taeyeon.

Tapi Tiffany yang ketakutan, gadis itu tak mendengarkan ucapan Taeyeon dan mulai menangis. Dia terus berteriak meminta pertolongan orang lain. Tapi usahanya sungguh sia-sia, hanya ada gadis itu yang menjadi harapannya. Tetapi dia benci jika harus mempercayai wanita sialan itu. ” Tidak, aku tidak mau! Hiks.. aku belum ingin mati! Hiks… appa… tolong aku! Huaaa~ EOMAAAAA~~ kumohon selamatkan aku! ” dan tangis Tiffany pecah, dia menangis keras.

” Tippany bertahanlah! Jangan menangis dan berhenti bergerak! Aku akan menarikmu, kumohon bertahanlah. ” sementara itu, ketika Tiffany menangis ketakutan seraya menjerit ketakutan, Taeyeon terlihat kepayahan menahan kaki Tiffany. Pergelangan tangan gadis itu memerah dan jemarinya mulai kebas. Namun Taeyeon terus berusaha menarik tubuh gadis itu sambil mengumpat agar Tiffany diam. Ia tak akan membiarkan gadis itu terluka. Tapi tiba-tiba angin besar yang entah datang darimana menyibak rok Tiffany. Roknya terangkat hingga diatas paha dan membuat celana dalam Tiffany terlihat jelas, sangat jelas! Taeyeon pun memandanginya dengan mata melotot.

Menyadari hal memalukan itu, Tiffany dengan cepat-cepat menahan roknya yang tertiup angin kencang meski kesulitan. ” KYAA!!! HAJIMA! Jangan melihatnya! YYAA! Tutup matamu!! ” bentak Tiffany kesal.

YA! Ini masalah hidup mati, kau pikir ini masalah yang penting?! ”

” Tentu saja ini masalah yang penting! Jangan melihatnya ahjuma mesum! ” bentak Tiffany lagi sembari menahan tangisnya.

” Bagaimana aku bisa menolongmu dengan tidak melihat eoh!? Sudah kubilang jangan bergerak! ” teriak Taeyeon kesal.

” Aku tidak peduli! Kau tidak boleh melihatnya atau aku akan membunuhmu! ” teriak Tiffany lagi seraya menunjuk wajah Taeyeon galak. Dan tiba-tiba rok gadis itu kembali tersingkap, membuat pakaian dalamnya itu terlihat kembali. Karena itu, mulut Taeyeon menganga dan terpana sesaat ketika melihat pakaian dalam Tiffany untuk kedua kalinya.

Oh sh*t! ” kata Taeyeon spontan. Paha mulus Tiffany terlihat jelas ditambah celana dalam berwarna shocking pink dengan bahan menerawang, sukses membuat mata Taeyeon berkedut. Tapi ketika tersadar, Taeyeon cepat-cepat mengalihkan pandangannya. Namun Tiffany sudah naik pitam karenanya, dia tahu Taeyeon menikmati hal itu.

YAAAAA!!!! JANGAN LIHAT!! DASAR BRENGSEK!!!!!! ” maki Tiffany dengan suara besar lalu menendang Taeyeon kasar sehingga Taeyeon terdorong jatuh. Sedang Tiffany terhenyak ketika menyadari tubuhnya justru terlempar, melayang di udara kemudian meluncur ke bawah, ke sungai yang dalam itu. Oh tidak! Sebentar lagi dia pasti tenggelam dalam sungai. Bahkan gadis itu tak mampu berteriak saat dia melihat jembatan diatasnya mulai bergerak menjauh.

Jadi… seperti inikah akhirnya? Aku benar-benar akan mati.

Tiffany memejamkan mata. Tapi, setidaknya jika dia mati, Tuhan akan memberinya kesempatan untuk dapat bertemu ayah dan ibunya, kan? Tiffany pun merasa senang akan hal itu.

” Ya, aku adalah ibunya. ”

” Dan aku adalah.. seseorang yang akan selalu di sisinya untuk melindungi gadis ini. “

Mendadak suara Taeyeon berputar di kepalanya. Wanita sialan, dasar pembohong! Maki Tiffany dalam hati. Kenapa dalam keadaan ini dia justru muncul di benaknya?

” Tippany-ssi,

” Tippany!! ”

” PANY-AAAH!!!!!

Tiffany tersentak dan membuka kedua matanya ketika mendapati suara itu. Suara yang sangat mengusiknya. Juga, suara yang tiba-tiba ingin dia dengar. Namun sedetik kemudian tubuh Tiffany terbanting menembus permukaan sungai, lalu tenggelam. Gadis itu tidak berusaha menyelamatkan diri, hanya membiarkan tubuhnya semakin tenggelam dalam sungai. Perlahan-lahan pandangannya menggelap dan pada akhirnya mata Tiffany jatuh terpejam.

.

.

.

.

* * *

Adegan di jembatan itu terinspirasi dari k-movie. Tapi gak tau deh disini lucu apa enggak. Lol

Klo ada yg komen knp slalu pendek, umm.. mnurutku sih mending pendek tp ngena. Drpd panjang 5rb kata tp skip sana sini. Yekan?

Wkwkwk..

Ok skian.

Thanks.

Advertisements

39 thoughts on “Step Mother (4)

  1. Yeon TaeNy

    Tae dapat rejeki anak soleh nih, dalam ketegangan nyelamatin pany..🤣🤣🤣
    Apakah taeyeon bakalan loncat ke sungai buat nyelamatin pany?

    Like

    Reply
  2. V

    Wooaa akhirnya muncul lagi,,ff ni ditunggu tunggu bgt bgt bgt 😀😁😂luv luv lah pokoknya 😘😍
    Fighting💙💙💙

    Like

    Reply
  3. AnnSApr

    Yaelah taeng, matany dijaga dong hhahah
    Ngomong itu perbedaan umur tae sm pany berapa disini ya?? Kok pany manggil tae ahjumma??

    Like

    Reply
  4. zh2904

    Taeyeon sempet-sempetnya berpikiran mesum haha.
    Semoga Tiffany selamat ya dan sadar kalau ada yang sungguh-sungguh mau menjaganya meskipun kedua orang tuanya sudah meninggal.

    Like

    Reply
  5. zh2904

    Taeng, tetep ya, mesumnya nggak ilang. XD
    Semoga Tiffany bisa selamat dan sadar kalau ada yang sungguh-sungguh mau menjaganya (Taeyeon)

    Like

    Reply
  6. taenykim27

    Gils itu orng bener2 dah, padahal lg panik gtu sempetnya2 tuh otak bereaksi sma rok terbang:” wkkwkwkk
    Kan bener kan gw udh menduga bakal terjadi adegan jembatan itu tuh yg macem yongpal

    Like

    Reply
  7. YaserLasjhaya

    Di saat darurat seperti itu ke byunanmu masih alami (?) Ya tae, wkwk,,.
    Udah pasti si tae masih bisa menyelamatkan phany.

    Sebenarnya agak bingung sih thor mau koment apa soale gk baca nih ff dari awal.

    Like

    Reply
  8. DewiiTanoto

    celana dalam pink menerawang” LOL
    sempat2nya merhatiin hal gtuan..dasar byuntaeng.
    aduh disatu sisi tiff egois bgt ya tp disisi lain ga mudah buat tf nrima knyataan yang bgtu mngjutkan kyk gitu ckckckck
    knp tae g cb jujur aja siapa dy sbnrnya..kalau dilandasin kjujuran mgkn akn lbh gmpang buat tf brbah *ngmg apadah gue pfff*
    tiff matikan dy! apa ty ga nolong ?????

    Like

    Reply
  9. taengoo

    bener bener taeyeon penyakit byunnya udah parah banget😂😂😂
    tambah seru ni ff 👍👍
    fighting thor🙌🙌

    Like

    Reply
  10. Verals Dorky_taetae

    Ceilahh orang mana yg ngak melotot kalau di kasih rejeki macam itu wkwkwk
    Akan kah tae nyelametin pany?
    Apa tae bisa berenang?

    Like

    Reply
  11. Vin Bluee09

    Ya ampun dalam ke adaan yg ga memungkinkan tetep aja tuh pikiran kotor dateng tp sama deh aku jg hahaha ..

    Itu ppany jatuhkah ?? Ya ampunn .. serem

    Like

    Reply
  12. taenyls4ever

    Akhirnya bisa nge-ff lagih 😂
    Itu si tatang sempet2nya ngebyun disaat sikonnya ppany udh bergelantungan dijembatan 😂😂
    Kek g ad wktu lain aj.. eaaaaa..
    Chap 5 bakalan si tatang basah2an iniihh.. 😫😫

    Like

    Reply
  13. fanytaesti

    Hahaha sumpah gokil pas adegan rok tiffany 😆😆😆… taeyeon mah bisa apa ada pemandangan gratisan yaa dinikmati 😂😂😂😂

    Like

    Reply
  14. Kimie

    Hahahahah.. lucu adegan pnyelamatan tapi berakhir gagal, akhirx jatuh juga fany d sungai.. gara2 angin sialan akhirx byun nya tae muncul.. hahahahah

    Like

    Reply
  15. tatyfriendly2013

    Ateng salah faham ni mengira panny akan bunuh diri pada hal hanya pengen hirup udara segar .. pantas aja Ateng dibilang ajuma mesum secara panny udh mau jatuh masih sempat2nya melihat di balik rok panny … 😂😂😂😂

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s