Step mother (5)

image

.

.

” Tippany, ”

” Pany-ah! ”

” Ya! Apa kau tak mendengarku? ”

” Tck! Berhenti berteriak, aku mendengarmu. “ jawab Tiffany masih tak bergeming, tanpa menghiraukan sepasang mata yang memandang cemas dari tepian sungai.

Gadis kecil itu enggan untuk pergi dari tempatnya. Dia begitu sibuk melamun sembari melihat beberapa ekor ikan kecil yang berenang riang kesana kemari. Hingga gadis kecil satunya ikut serta membimbing kedua kakinya masuk kedalam air. Berdiri disamping Tiffany. Sesekali ia tersenyum geli karena ikan-ikan kecil dibawah sana bermain dengan jari-jari kecil kakinya.

” Apa kau tidak bosan seperti ini? ” gumamnya. Kali ini suara gadis bermata hitam pekat terdengar ramah.

” Tidak. ”

” Kalau begitu aku akan menemanimu. Tapi aku tidak akan mengganggumu. Aku janji. ” ucap gadis itu bersungguh-sungguh. Tapi Tiffany seperti tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Dia benci diganggu, terlebih oleh gadis menyebalkan itu.

Gadis itu, si gadis menyebalkan adalah tetangga Tiffany yang baru pindah lima bulan lalu. Dia sering mengajak bermain Tiffany dengannya, tetapi selalu juga Tiffany menolak. Dan gadis itu tetap senang mendekati Tiffany, meski Tiffany selalu menghindarinya. Terkadang Tiffany menangis karena sifat jahil gadis itu. Namun dia tak pernah beranjak pergi meski ia hanya diam memandang Tiffany hingga tangis Tiffany berhenti. Gadis itu hanya tak tahu apa yang harus dia lakukan ketika ada seseorang yang menangis. Tapi, terkadang gadis itulah yang akan membuat Tiffany kembali tersenyum, menjadi obat ketika Tiffany merasa sakit saat rasa rindunya pada sang ibu datang.

Gadis kecil itu memiliki warna mata yang senada dengan rambut hitam panjangnya. Tingginya hampir sama dengan Tiffany, hanya saja dia lebih tinggi beberapa mili. Hidungnya mancung, cantik, dan warna kulitnya seputih susu. Usia gadis itu lebih tua 2 tahun dari Tiffany. Dan anak perempuan yang suka menjahili Tiffany itu, namanya Kim Taeyeon.

Kemudian gadis itu menggerakkan kepalanya sedikit, melirik pada Tiffany. Bingung melihat ekspresi gadis berambut kecoklatan itu yang terlihat murung, akhirnya Taeyeon bertanya pada Tiffany. ” Apa kau sedang merasa sedih? Apa ada yang mengganggumu? Katakan saja padaku, aku pasti akan menendang pantat pengganggu itu. “ tapi Taeyeon hanya mendapat gelengan lemah dari Tiffany sebagai jawaban.

” Jika bukan, kenapa kau menyendiri disini? Apa jangan-jangan kau tidak punya teman selain aku? “ tanya Taeyeon lagi.

Tiffany menatap Taeyeon sekilas dengan alis terangkat heran, sementara Taeyeon tersenyum lebar. Namun Tiffany kembali memusatkan perhatiannya pada air sungai dan memainkan air dengan kakinya. Terlihat tak tertarik untuk menanggapi gadis pengganggu itu.

” Pany-ah… “ ulang Taeyeon karena gadis itu tak kunjung menjawab.

” Tentu saja aku memiliki teman selain kau. Dasar bodoh. “ jawabnya tanpa melihat Taeyeon sedikitpun.

” Tapi kau sendirian sekarang. “

Tiffany terdiam sejenak, ” Itu karena aku suka bermain disini sendirian. “ ujarnya kemudian, dengan perhatian masih tertuju pada air sungai yang hanya setinggi mata kakinya.

” Ooh… “ Taeyeon mengangguk mengerti, dan setelahnya tak bertanya lagi sehingga suasana berubah hening.

” Memangnya kenapa? “ tanya Tiffany tiba-tiba setelah lima menit berlalu dengan kesunyian di antara mereka.

” A-ah, tidak. Tidak ada apa-apa. “ jawab Taeyeon gugup. Dia menundukkan kepala untuk menyembunyikan senyuman kecilnya. Taeyeon senang bisa menemani Tiffany dan menikmati waktu bersama, sekalipun lebih banyak waktu yang mereka habiskan dengan saling diam. Kemudian ketika dia menolehkan kepalanya ke samping, tanpa sengaja dia melihat Tiffany menautkan jari-jari dan sesekali meremasnya, hal yang biasanya dilakukan jika gadis itu sedang gugup atau merasa tak nyaman.

” Berhenti meremasi jari-jarimu seperti itu, Tippany. “ Taeyeon mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Tiffany. Sesaat Tiffany terlonjak kaget. Namun rasa hangat dan nyaman langsung menyambut tangan Tiffany dan menghilangkan sedikit rasa resah gadis itu.

” Apa.. kau.. sedang merindukan ibumu? “ tanya Taeyeon hati-hati.

Tiffany tidak langsung menjawab. Kepala gadis itu tertunduk, agar Taeyeon tak perlu melihat wajahnya yang menyedihkan. Dan Taeyeon bisa merasakan keengganan gadis yang berdiri di sampingnya. Tiffany lalu mendesah panjang. Mendongak, ia memandangi langit biru berawan tipis yang mulai berbayang oleh air hujan. ” Khaah~ kira-kira.. apa ibuku juga merindukanku? “

” Tentu saja! Ibumu pasti juga merindukanmu. “ sahut Taeyeon.

” TaeTae-ya.. ”

” Hm? Wae? “

Tiffany menurunkan pandangannya, memandangi mata hitam Taeyeon dalam-dalam. ” Seperti yang kau katakan kemarin, apa kau benar-benar tidak akan meninggalkanku seperti ibuku? ”

” Ya, aku tidak akan meninggalkanmu Tippany. Aku janji. ”

” Sungguh kau akan ada disisiku dan melindungiku? ”

” Tentu saja Tippany. Aku tidak akan melupakan janjiku sendiri. “ jawab Taeyeon mantap.

” Tapi.. kenapa? Kenapa kau mau melakukannya untukku? “ tanya Tiffany polos, juga menuntut akan penjelasan.

” Oh itu.. i-itu.. itu karena apa ya? ” Taeyeon memutar bola matanya, tidak lekas menjawab. Semua itu masih berputar-putar di ujang lidah gadis yang masih polos itu.

” Ah sudahlah, lupakan saja. Sepertinya akan turun hujan, aku harus pulang. “ guman Tiffany.

” Itu karena aku menyayangimu! “ kata Taeyeon cepat-cepat, menahan langkah Tiffany menuju daratan.

Tiffany terdiam, menatap Taeyeon dengan kedua matanya yang melebar. Saat itulah Taeyeon berpikir gadis itu akan marah atau mungkin memukul kepalanya mengingat tipe gadis seperti apa Tiffany. Tetapi kejutan lain datang. Senyuman justru muncul di wajah Tiffany saat melihat tatapan yang diberikan oleh Taeyeon yang entah mengapa membuatnya ingin percaya. Tatapan itu, tatapan yang bisa membuat Tiffany merasa percaya. Percaya akan segala kepastian yang akan diberi gadis itu.

” S-sungguh! Jadi percayalah padaku Tippany. ” sambung Taeyeon. ” Aku pasti akan selalu melindungimu dan tidak akan pergi. “

Lalu Tiffany menunduk, memandangi tangannya ketika merasakan jari-jemari Taeyeon mengeratkan genggamannya. Tangan Taeyeon yang kecil itu menjanjikan sebuah perlindungan. Dalam genggaman tangan Taeyeon, Tiffany merasakan sebuah kepastian, ada harapan disana. Saat itulah Tiffany membisikan doa dalam hatinya, semoga gadis dihadapannya ini tak akan pernah ingkar.

” Tippany? ”

” Kau melamun? Ya~ Tippany! ”

” Pany-ah! “

.

.

” PANY-AAAH!!!!!

BYUURR!!

Tiffany jatuh tenggelam. Dengan perlahan tubuhnya bergerak semakin dalam, semakin menjauhi permukaan. Entah berapa banyak air sungai yang tertelan olehnya, napas Tiffany terasa sesak dan paru-parunya terasa mau pecah. Rasanya sangat sakit. Mata Tiffany mulai buram, dan kesadarannya semakin hilang, lalu kedua kelopak matanya sebentar lagi akan menutup sempurna. Dan dia mati. Tapi ketika Tiffany merasa sudah sampai di titik akan kehilangan kesadarannya, terdengar ceburan lain yang tak kalah kerasnya.

Tippany, bertahanlah!

Gadis itu tanpa berpikir panjang melompat tepat ke sungai demi menyelamatkan Tiffany. Dia berenang secepat ia bisa hingga hampir ke dasar sungai, hingga menemukan sosok Tiffany yang tak bergerak disana. Tak lama kemudian lengan kuat Taeyeon merengkuh gadis itu dan mengangkat tubuhnya, lalu
membawa Tiffany ke permukaan. Segera sesaat setelah sampai di daratan, tubuh lemas Tiffany di baringkan di lantai di pinggiran sungai. Taeyeon menepuk-nepuk pipi Tiffany, mencoba membangunkannya.

” Pany-ah, buka matamu. ”

” Tippany, kumohon.. Tippany! ” panggil Taeyeon, suara gadis itu di penuhi rasa takut dan kekhawatiran.

Melihat tak ada respon, dengan ahli Taeyeon menekan perut Tiffany agar aliran air yang tertelan keluar. Tapi tindakan itu belum membuahkan hasil. Tangan Taeyeon lalu bergerak merangkum wajah gadis ituβ€”merengkuh rahangnya hingga naik sekaligus mencubit hidungnya, sebelum kemudian menyalurkan udara melalui mulut ke mulut, memberikan napas buatan sebanyak mungkin. Lalu kembali beralih menekan bagian atas perutnya berkali-kali.

” Pany-ah, ayo buka matamu! ”

” Tidak! Kumohon, bernapaslah… ” suaranya terdengar dengan jelas bahwa Taeyeon tengah memohon. Napas beratnya terengah-engah mengikuti irama tekanannya pada bagian perut gadis itu. Kemudian Taeyeon melakukannya lagi, memberikan napas buatan lagi pada gadis itu sebelum kembali menekan bagian perutnya.

Jebal pany-ah… ”

” Tippany buka matamu! ” pekik Taeyeon, suara gadis itu tercekat di ujung tenggorokan karena tidak mendapatkan tanda-tanda apapun. Tiffany diam tak bergerak, tak bernafas, dan sukses menohok jantung Taeyeon.

Sudah ketiga kalinya ia memberikan napas buatan namun hasilnya tetap sama. Bahkan suara Taeyeon bergetar ketika berkali-kali memanggil nama gadis itu, ia seperti akan menangis karena terisak tertahan. Tidak! Dia tidak bisa kehilangan Tiffany. Tidak boleh! Tapi Teyeon benar-benar putus asa karena Tiffany belum juga membuka matanya. Gadis itu panik bukan main hingga sebuah teriakan keras keluar dari mulutnya bersamaan dengan air mata yang jatuh menetes.

” BANGUN, TIFFANY HWANG!! ”

Dan keajaiban itu terjadi! Gadis itu tersentak kuat dalam satu tarikan napas dalam. Tiffany memuntahkan banyak air yang terasa mencekik lehernya dan terbatuk-batuk kesakitan. Paru-parunya masih terasa begitu sakit dan nyeri. Sedang tangan kuat itu terus menekan hingga seluruh cairan terpompa keluar dari perut Tiffany. Mulut gadis itu terbuka seperti meraup rakus udara di sekitarnya. Dada Tiffany mulai naik-turun dengan cepat dan berat.

” Tippany! Oh Tuhan, kupikir kau-! ” kalimat Taeyeon terhenti ketika Tiffany menggerakkan kepalanya pelan untuk menatapnya.

Hal pertama yang Tiffany lihat adalah siluet gadis itu. Ketika penglihatannya tak lagi buram, Tiffany pun melihat kelegaan yang luar biasa yang terpancar dari wajah Taeyeon. Tapi Tiffany heran, bahkan setelah sampai di akhirat, kenapa dia masih saja bertemu ahjuma menyebalkan itu? Dia benar-benar sudah gila sekarang.

Tunggu? Jadi apa aku sudah mati!?

Untuk pertama kalinya gadis itu membuka mulutnya. Tapi tidak ada suara yang keluar. Belum. Karena di tengah keheranannya, Taeyeon telah menarik Tiffany kedalam kungkungannya dan mendekapnya begitu erat. Mengejutkannya lagi, gadis itu akhirnya membebaskan isak tangisnya keluar dari mulutnya, meski meredamnya di puncak kepala Tiffany yang sekaligus menciumnya, menangis diam-diam karena sungguh dia masih merasakan takut yang merayapi sekujur tubuhnya. Tangan-tangan Taeyeon bahkan tampak gemetar meski sudah merasakan gadis itu bernapas di pelukannya.

Hiks.. syukurlah kau sudah kembali. Syukurlah. Hiks.. ”

” D-dingin… ” kemudian Tiffany mengguman sangat lirih di dalam dekapan Taeyeon sehingga gadis itu berusaha memberi kehangatan lebih dari tubuhnya. Dia mempererat pelukannya. Karena itu, Tiffany dapat mendengar suara detak jantung Taeyeon yang tak beraturan. Hangat tubuh Taeyeon. Juga deru nafas Taeyeon yang belum stabil.

” Ya Tuhan.. kupikir aku akan kehilanganmu Tippany. ” ucap Taeyeon lirih. Dia tak dapat membayangkan apa yang terjadi bila dia kehilangan gadis dalam pelukannya ini. Mungkin, Taeyeon akan lebih memilih mati saja.

” Terima kasih sudah kembali. Terima kasih.. ” ucap gadis itu lagi penuh rasa syukur. Taeyeon menundukkan kepalanya dan menenggelamkan wajahnya di rambut Tiffany. Cara Taeyeon memeluk Tiffany sungguh protektif, seakan takut bila Tiffany akan pergi jika dia melepas pelukannya. Karena gadis di dekapannya ini adalah satu-satunya wanita yang tak ingin dia lepaskan.

.

.

.

.

* * *

Note : bagian yg paling atas adalah masa kecil taeny. Jd aku harap gk ada yg bingung meski tulisannya gk pk italic (miring) semua ^^
Smoga part ini memberi #sedikit pencerahan di balik motif teyon knp jd emaknya panul.

.

Btw setelah aku cek, fanfic ini makin lama makin gk sesuai ekspetasiku. Aku pikir ini bakal jd refrensi ff yg menarik jd banyak yg minat baca sbg “good readers”

But…..!

Ternyata begitu banyak yg milih sbg siders dan statistik down bgt. Yeah.. lagi, lagi dan lagi si silent. Emang gk bakal ada habisnya sih ngomongin mereka.

Gw pun tahu kalo ada postingan seperti ini pd akhirnya kalian nyalahin gw sbg author. Pasti ada yg ngasih gw lebel GILA KOMEN! Dan mempertanyakan apa tujuanku menulis dan share ff scr umum, klo bukan buat dibaca scr free(?)

Tp disamping itu, jujur, gw bukan org munafik ato author berhati malaikat yg sangatttt legowo klo siders membludak. Stiap org punya cara sendiri untuk memahami posisi siders, dan sayangnya gw bukan org sebaik itu untuk memahi posisi siders.

Dan entah knp, dgn post hal” ini, gw brasa kek ngemis” bgt. Pdhl tujuan gw krn pengen tau sbrp jauh kalian tertarik dgn ceritaku. Bgmn perasaan” kalian pas masuk dlm cerita yg tersaji. Gw jg pengen sharing ttg fanficnya di part itu. Duh rasanya itu nyesek dan bikin antusias ngepost ff yg ready jg hilang. Trus akhirnya kesannya brasa gw nulis itu bwt readers.

Klo di liat dr sudut pandangku yg egois (jika) makin lama makin gk ada yg minat sama ini ff, gw pun juga (lebih besar) gk punya minat buat lanjutin. Bukankah mnulis gk harus selalu di publish di tempat umum? Asal bisa memenuhi kepuasan hatiku, gw bs menulis dimana pun. Benarkan?

Tapi sebisa mungkin aku berusaha keras ‘tdk meng-goals’ kan pikiran egoisku. Namun smp kpn gw bs bertahan? Entahlah gaes…

Walaupun bgitu aku gak mewajibkan kalian berkomentar, krn itu hak kalian untuk memilih tetap diam ato berbicara. Hanya saja, bukannya lbih baik klo membudayakan berkomentar stelah membaca?

Sering kali komentar kalian menjadi motifasiku agar semakin lbih baik dlm mnulis, dsb.

Tapi jgn smp ada yg mrasa dipaksa komen ya. Kalo enggak ikhlas lbih baik jangan. Krn apapun itu klo datangnya bukan dr hati sendiri, itu rasanya enggak enak.

Ok sekian cuap” gw.

Aku minta maaf klo ada yg tersakiti hatinya krn kata” ku yg cukup frontal.

Bye!

Advertisements

90 thoughts on “Step mother (5)

  1. zh2904

    Ternyata TaeNy punya kenangan di masa lalu. Jadi Taeyeon jadi ibu tiri Tiffany soalnya pingin melindungi Tiffany.

    Apa dengan kejadian Tiffany hampir tenggelam dia bakal ingat masa lalunya dengan Taeyeon?

    Like

    Reply
  2. Im d

    Ketara bgt y tae khawatir ny sama fany..ternyata janji ny tae buat jagain fany wktu masih kecil.. Kasian fany ampir kehilangan nyawa ny..

    Like

    Reply
  3. taengoo

    omoo..omoo.. ternyata tae itu teman masa kecilnya pany,emang kalo udah takdir begituπŸ˜ƒπŸ˜ƒ
    tapi kenapa pany tidak kenal Taeyeon???
    keep fighting thor.. we always there for youπŸ˜‰πŸ˜‰

    Like

    Reply
  4. Verals Dorky_taetae

    Ohhh jadi begono, taeny temenan di masa kecil.
    Tapi kok tae jadi ibu tirinya sih, kenapa ngak ngedeketin pany sebagai temen atau apa gitu..
    Pany kenapa juga lupa ama tae?

    Like

    Reply
  5. pink_pig

    Masa kecil taeny so sweet, taeng kembali menepati janjinya melindungi pani, tp apkh mereka brpisah n fany amnesia jd ga knal tae?

    Like

    Reply
  6. totobeljjang

    Ooww jd taeyeon itu tetangga tiffany dulunya. Terus kenapa tiffany bisa lupa sama taeyeon? Krn penampilannyakah? Lalu gmn ceritanya taeyeon bisa jd ibu tiri tiffany? Apa ada kesepakatan sebelumnya sama almarhum appa tiffany?

    Like

    Reply
  7. Theyeon

    ooh… dadakman taeyeon iku tonggo ne ppani too..πŸ€”πŸ€” hohoπŸ˜„…
    akhirnya dpt pencerahan juga gue hahaπŸ˜‚ *menangis bahagia.
    tp gue penasaran… knp taeyeon hrs jd emakx patini?

    Like

    Reply
  8. dan-

    Ooh jadi itu alasannya taeyeon jadi omma nya pany dia ingin melindungi fany.

    Tapi kenapa fany bisa lupa apa dia pernah trauma kah? Atau kecelakaan terus amnesia

    Like

    Reply
  9. ChipotHyun

    Dikit ya part ini ..

    Sekarang udah mulai terbuka ya ..
    Tetnyata bukan Eoma beneren tapi Tae menggangap diri nya mom pany wkt kcl
    Kepengen tau flasback Tae yg bisa pisah ma Pany

    Like

    Reply
  10. AnnSApr

    Wah terlalu pendek hahahah,, bikin penasaran bnget ni ff πŸ˜€πŸ˜€
    Jd mereka tmn kecil?? Hmm ditunggu kelanjutannya thor 😁😁

    Like

    Reply
  11. V

    Woaaa tatang tmn kecil oanul trnyata,hmm cept membaik ya taenyyyyyyyy😘😍
    Ff nya kereen kok thor semangat selaluuπŸ™ŒπŸ™Œ
    FightingπŸ’™πŸ’™πŸ’™

    Like

    Reply
  12. Yeon TaeNy

    Ohh..jadi karna taeyeon udah janji untuk nglindungin pany makanya sekarang dia jadi ibu tirinya pany, dan biar bisa terus bersamaπŸ˜πŸ‘πŸ‘.. Dan juga ternyata taeny udah berteman dari kecil.. Tapi sepertinya pany ga ingat sama sekali deh dengan taeyeon? atau dia cuma pura2 karna taeyeon adalah ibu tirinya? Hmm..nunggu penjelasan nih dari si author..😏

    Like

    Reply
  13. taenykim27

    Aihhh lg asik2 baca eheeeee tbc:”
    Kan kan kan temen dr kecil kan trus abis itu pas tiffany nyadar dia bakal marah sma taeyeon karna dulu ditinggalin:” huhuhuuu
    Yah… emg bener sih cerita butuh komen biar tau bagus apa kaga trus nerima masukan2 buat cerita selanjutnya
    Sabar ya thor…. HWAITAENG!!!!!

    Like

    Reply
  14. byunayam

    Jdi karena pengen ngelindungin Pany, Tae jdi emak tirinya ‘-‘
    Tpi Tae dulu gk beneran nikah sm daddy hwang kan? Wkwk πŸ˜³πŸ˜‚βœŒοΈ
    Sempet bingung sih diawal tpi ternyata cuma plesbeknya taeny di masa lalu πŸ€”
    Tpi kenapa sekarang pany gk inget dan malah benci sm Tae? 😐

    Like

    Reply
  15. Vin Bluee09

    Ya ampun thor ku pikir tdi tuh apa yg paragraf awal ,kekke
    Rada sedikit bingung ,mksh pencerahan nya .. mgkn krna tae yg dlu ama yg skrng berbeda jadi ,,ppany ga ingat kali yahh hehe

    Semoga ppany bisa nerima tae yg mau jagaim ppany ,

    Author nim ,sllu semangat yah ,semoga aku bkn slh satu sider itu πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

    Reply
  16. seci

    Yg gw bingung knp s taetae harus jadi mothernya tifalay?? Trus story story love love nye gimane tuh hahaha lierr tapi menarikk lanjut thor

    Like

    Reply
  17. tippa01

    Mereka temenan udah deket dr kecil?
    Tp kenapa tiffany kayak asing gtuh sm taetae?? Lupa???
    Fiiuuhhh syukur deh tiffany selamat, kalo gak pasti sad ending ini ff nyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

    Reply
  18. taenyls4ever

    Aahh jadi mrka dulu temenan wktu masih kecil.. #manggut2
    Hla terus knp mrk bisa pisah??? Misteriiii.. 😞
    Tadi ane kira pas flashback itu memory masa lalu tiffany yg mendadak dia ingat saat kecebur.. jadi dia inget cp itu taeng..
    Ehhhh ternyta emang bnr2 flashback ya..
    Okey selalu menunggu chap selanjutnya..
    Keep calm and keep fighting beb… πŸ˜˜πŸ˜šπŸ˜™πŸ˜š
    Reader setia mu selalu mendukungmu .. we love u πŸ™†πŸ™†πŸ™†

    Like

    Reply
  19. 9@50N3

    Tae teman masa kecilnya phany toh.
    Kenapa phany lupa sama tae?
    Apakah phany marah sama tae, karena tae yg menjauh dr phany semasa kecil?
    Wkwk,, banyak pertanyaan ye?

    Maaf thor saya ikutan cuap”.
    Menurut saya ye thor,.
    Kenapa banyak yg tidak koment di setiap baca ff di lapak manapun?.
    Itu mungkin alasannya sgt simpel thor.
    Karena mereka tidak punya rasa menghargai sesama manusia.

    Like

    Reply
  20. ffkorea2017

    Bertahanlah thor, banyak disini readers author yg pngn baca readers lu.
    Jdi terus smngt! Hwaiting. gw jga sma koq kyak lu. Pertama gua upload ff bnyak yg komen dan baca. Tapi sekarang menurun banget. Pokoknya HWAITINGG!

    Like

    Reply
  21. brigittagapes

    Okay gw minta uang eh minta maaf juga ana lo… gw salah satu org yg malaes komen sih… awal aja gw kira gk enak… tapi part 4 cukup buat ngejutin gw nih ff menarik… okay okay maafkeun… tapi emang gw males flashback ke part belakang… maafkeun sekali lagi thorrr…
    Dan dengan rendah hati juga aku ingin coment boleh yah..
    Okay jadi gw rasa d sini si tae adalah masalalu tippa yg dtg lagi buat jagain tippa dari…. nah kayaknya gw butuh pencerahan part sebelumnya…..
    Dan dia ingkar janji….
    Jadi intinya gw gila thor… gw bingung gw ngerasa bersalah jadinya…. maaf yah…
    Gw suka kok ff lo ini menarik banget… gw bakalan comment akan setiap usaha lo deh…
    Thanks thor
    See ya n hwataenggg!!!

    Like

    Reply
  22. Regis_ss

    Tiffany amnesia kah? Kalo emang taeny ada sesuatu dimasa lalu berarti ada kemungkinan tiffany amnesia yah thor? Makanya ga inget sama taeyeon

    Like

    Reply
  23. lidya20

    Ohh,,,, jadi sebenarnya Taeny udah berteman sejak kecil ya thor,,
    Trus kok ppany bisa nggak ingat tae ya???
    Hmmm,,,,,
    Jadi pengen nyanyiin lagu nya mba Inul,

    Like

    Reply
  24. Kristya

    Omg ternyata mreka temenan dri kecil jeng jeng jeng
    Tpi kok bisa ya taetae jd ibunya pany bukannya jd pacar pany wkwkwk ngarep ok #abaikan
    Hmmmmm makinnn menarik aq suka jalan ceritanya, gaya bahasanya mudah dimengerti
    I lovenit
    Gomawo unnoe dah update
    Semangatbteruss ya unn
    Hwaitinggggggggggggggggg

    Like

    Reply
  25. pambluesky

    Ahh iya jadi sekarang udah mulai ada penerangan dan ngerti di balik sikap taeyeon, mungkin yang belum paham kenapa mesti tae ngaku sebagai ibunya fany
    Disini kekuatan banget tae sayang fany, cuma entah kenapa fany kayaknya ga inget tentang tae, apa dia kecelakaan terus amnesia?

    Like

    Reply
  26. ademoelyawati

    Fany lupa ama teman masa kecilnya…
    Tae yg sllu ada buat fany sampe sekarang disaat fany terpuruk tae ttp ada.semoga fany secepatnya ingat ya ama tae si teman masa kecilnya..dan jdi akur dan romantis…tae udh suka pany dri kecil

    Like

    Reply
  27. Aldi Heraldi

    hallo thor…haha aq komen di sini, ya,,menurutku setelah membaca ff darimu walaupun blm sepenuhnya bca semua,tpi aq menyukainya .tpi aq lbih cnderung suka yg bersakit2 wkwkwk..apalgi klo gxg wkwkwk..

    Like

    Reply
  28. fanytaesti

    Awal baca part ini agak bingung tapi setelah baca note author aku baca ulang deh part ini 😁😁😁.
    .. maaf kak lama nggak buka ini tau tau udah berpart* 😁😁😁…

    Like

    Reply
  29. DisneyKim

    Ehh Bocah paud, kan lu bisa jadi unnienya. Knpa malah jadi mamaknya? Huh~ maaf thor masih kagak trima dia jadi mamaknya. Orang mesum gitu jadi mamaknya haha πŸ˜‚

    Like

    Reply
  30. Kimie

    Ohhhh.. jadi itu sebabnya tae jadi emaknye phany, krna janji tae sama phany.. lega deh fany bisa selamat..
    😘😘😘

    Like

    Reply
  31. tatyfriendly2013

    Taeny dari kecil berteman Yah tapi kenapa panny bisa lupa yah🤔🤔🤔apa panny hilang ingatan atau gimana sih… untung tae cepat nolong panny kalau gak pasti panny udh ikut sama Daddyx dan cerita selesai hahahha

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s