Step mother (7)

image

.

.

Tiffany mengeratkan sweater yang dikenakannya. Giginya sedikit bergemeletuk sementara kaki telanjangnya seakan menginjak es. Lantai rumahnya sudah terasa dingin sekali. Kemudian perlahan gadis itu menyibak tirai dan melihat kaca jendela yang berada tepat di hadapannya. Dia mengerjap matanya berkali-kali saat matahari mulai menyinari kamarnya. Begitu silau hingga Tiffany terpaksa harus menyipitkan matanya.

Gadis itu menghela nafas panjang ketika menghadap pada jendela kamarnya yang memberikan pemandangan luar yang tampak cerah. Sejenak dia menikmati suara burung-burung di luar yang berkicau dengan nada-nada yang mereka ciptakan tanpa dapat dimengerti. Namun Tiffany justru berdiri gelisah saat ini. Kata-kata Taeyeon masih terngiang di benak Tiffany bahkan setelah wanita itu pergi. Segala sesuatu tentang wanita itu kini kembali menyeruak di ingatannya. Tapi benarkah apa yang dikatakan oleh wanita itu? Bahwa ayahnya tidak pernah mengkhianati mereka?

” Ini sungguh menyebalkan. Apa maskud semua ini? ” gadis itu mengguman. Satu detik berikutnya Tiffany memejamkan matanya saat ia memikirkan tentang wanita itu.

.

Flashback

” Siapa kau? Siapa kau sebenarnya? ”

” Apa? ”

” Kau… “ Tiffany memberi jeda, lalu kembali bertanya dengan serius. ” Apakah kita pernah bertemu sebelummya? “ kedua mata kecoklatannya yang jernih menatap Taeyeon dengan penasaran.

Sedang Taeyeon terlalu terkejut hingga tidak menyadari dia belum menjawab pertanyaan Tiffany. Kata-kata Tiffany seolah bom-bom kecil yang masuk ke dalam dirinya. Ketegangan menguar melalui tulang belakangnya, mengalir melalui bahu dan Taeyeon membeku. Kemudian ia menghela nafas dalam, dan mulai bicara. ” A-aku— “

” Kau pasti penguntit, kan? “ potong Tiffany sebelum Taeyeon sempat memulai kata-katanya.

” Ne? Tidak, bukan begitu, aku.. ”

” Atau jangan-jangan kau seorang buronan yang datang kemari untuk menjadikanku sanderamu? ” kembali Tiffany memotong kalimat Taeyeon sebelum wanita itu menyelesaikatan kalimatnya. Taeyeon jelas tidak menyukai kenyataan itu.

” Yaa! Hentikan imajinasi liarmu! Astaga, pikiranmu sungguh mengerikan. “ ucap Taeyeon dengan nada tertahan, menjaga volume suaranya cukup rendah. Detik berikutnya Taeyeon memejamkan matanya dan menarik nafas dalam. ” Lalu bagaimana menurutmu? Apakah kau pernah mengenalku? Pernahkah kita bertemu sebelumnya? “ tanya Taeyeon, mengembalikan pertanyaan itu pada Tiffany.

” Apa? “ mata Tiffany bergerak gelisah. Dia sendiri tak yakin. Tapi seingatnya, mereka belum pernah bertemu. ” Kurasa.. kita belum pernah bertemu. “ jawab Tiffany muram. ” Tapi, bahkan sekalipun kita pernah bertemu, hal itu tak berarti apapun. “ ia berbicara pelan, yang tiba-tiba meremukan hati gadis dihadapannya. Kata-kata bahwa pertemuan mereka dulu kemungkinan tak memiliki arti, membuat dada Taeyeon terasa sakit, kepiluan menyeruak di sana, membuatnya tak bisa berkata-kata.

” Baiklah, sekarang keluar dari si- ”

” Seandainya kau mengingatku, apakah itu akan berarti sesuatu untukmu? “ sahut Taeyeon. Tiffany tertegun, tak dapat menjawabnya. Saat keheningan kembali meguasai, mereka hanya bertatapan cukup lama.

Kemudian Taeyeon berdehem pelan lalu melipat lengannya di depan dada sementara membenarkan letak duduknya, mencari posisi yang lebih nyaman. ” Tippany, coba pikirkanlah seseorang yang mirip denganku. Mungkin saja aku adalah cinta pertamamu. “ gadis itu berbicara dengan suara biasa-biasa saja, tampak tenang, membuat Tiffany frustasi.

Tiffany mendesah jengkel karena ketidakpekaan wanita di hadapannya. ” Kau mau mati eoh!? Berhenti bermain-main denganku! Dan juga, cepat berikan bukti itu padaku dan segeralah enyah! “ ucapnya dengan tegas.

” Tentu aku akan memberikan bukti itu padamu, segera. Tapi tidak untuk sekarang. “ bibir Taeyeon melengkungkan senyuman ketika mengatakan kata-kata itu.

” Mworago!? ”

” Tippany, aku tidak tahu harus darimana memulai untuk menjelaskan padamu agar kau mengerti. Jadi… ”

” Jadi? ” Tiffany bertanya lagi, menunggu kata-kata lanjutan dari Taeyeon.

” Jadi tunggulah sedikit lagi. ” jawab Taeyeon seakan membaca pikiran Tiffany. ” Kau hanya perlu menunggu, dan percaya padaku. “

” Kau pikir aku orang yang bodoh sehingga bersedia menunggu penjelasan dari penipu ulung sepertimu? ”

” Aku tahu aku memang egois dengan membuat alasan untuk diriku sendiri, sehingga membuatmu terluka. Tapi aku merasa harus melakukan ini. Dan sekarang masih ada sesuatu hal yang harus kulakukan. Lalu, ketika waktu itu datang, aku pasti akan mengatakan segala yang ingin kau ketahui. “ ujar Taeyeon dengan mata berkaca-kaca, sedang Tiffany yang mendengarnya hanya bisa diam menatap Taeyeon didepanya. Bibir Taeyeon tersenyum tipis tapi raut muka wanita itu meredup. Sebenarnya Taeyeon berharap ia bisa mengatakan segalanya saat ini, namun dia tidak bisa.

Tiffany menggeleng lemah, ” Tidak. Aku tidak bisa. Kau adalah penipu, dan aku tidak yakin kau akan memegang kata-katamu. “

Taeyeon mendesah lemah, lalu mencoba kembali menyentuh Tiffany. Dengan telapak tangan kanannya ia mengelus pipi Tiffany. Sedang Tiffany terdiam tanpa ketegangan seperti sebelumnya, tatapan waspadanya lambat laun menghilang menjadi tatapan lembut ke arah Taeyeon. ” Kau harus percaya padaku Tippany. Karena setelah semua ini berakhir, aku dapat melepasmu dengan tenang. “ dan kalimat-kalimat yang dilontarkan Taeyeon membuat Tiffany bungkam.

Tunggu, apakah wanita itu berkata bahwa ia akan meninggalkan Tiffany setelah ini?

Masih saling menatap, Taeyeon masih menyentuh pelan pipi Tiffany dengan ibu jarinya lalu bergerak menyamping ke arah bibir gadis itu, dan turun ke dagunya, menganggkat sedikit kepala Tiffany. ” Karena itu, kumohon bertahanlah sedikit lebih lama. Biarkan aku berdiri di sisimu. Aku pasti akan melindungimu. ” sambung Taeyeon.

Tiffany memerhatikan Taeyeon. Wajah cantik itu semakin terlihat mempesona jika dilihat dari jarak dekat. Dan Tiffany tidak percaya dengan apa yang ia dapatkan sekarang. Bahkan tatapan Tiffany tidak bisa lepas pada sepasang mata gelap yang terus menatap dirinya tajam. Sepasang mata yang entah mengapa menatapnya dengan kerinduan yang mendalam.  Hingga membuat Tiffany menahan napas tanpa sadar.

” Dan satu lagi, tolong jangan mengkhawatirkan tentang ayahmu. Paman Hwang tidak melakukan sesuatu hal yang pantas untuk kau benci. Dia adalah seorang pria sejati, dan seorang ayah yang hebat. ”

” Tentu saja ayahku adalah pria baik-baik. Aku lebih percaya padanya dari pada orang sepertimu. ”

” Tapi kau pasti sempat meragukan ayahmu bukan? Kalau begitu, mulai sekarang jangan pernah melakukannya lagi. Paman Hwang.. dia sangat mencintai kalian. Kau harus mempercayai kata-kataku Tippany. ” Taeyeon kembali berbicara. Tapi Tiffany tidak mengatakan apapun setelah mendengar pengakuan wanita itu. Taeyeon pun tersenyum lembut, seolah dia tahu ucapannya membuat Tiffany terguncang. Namun setelah ia berkata demikian, Taeyeon tak berkata apa-apa lagi. Dia bangkit, berbalik dan segera pergi dari sana. Gadis itu meninggalkan Tiffany yang mematung di tempat.

Namun ucapan Taeyeon justru membuat Tiffany bingung. Keningnya berkerut. Apa sebenarnya maksud wanita itu? Tiffany sungguh tak menyukai wanita itu karena ia berani berbicara tentang ayahnya. Melihatnya, seolah Taeyeon tahu segalanya. Hampir seperti memiliki hubungan. Dan hal itu benar-benar mengerikan.

Flashback End

.

Sesaat setelah membuka matanya, mata Tiffany menajam. Tiffany menyadari jika sepertinya sesuatu telah merubah diri wanita itu dalam semalam. Jika sebelumnya Taeyeon terkesan begitu tenang dan penuh rahasia, hari ini wanita itu lebih terbuka dan lebih gelisah dari yang pernah Tiffany lihat.

” Sebenarnya apa tujuan wanita itu? ”

Apakah dia punya niatan jahat?

Tapi…

Aish jinja~! Nan molla! ” Tiffany mendecakkan lidah lalu mengacak-acak rambutnya kasar. Jengkel dengan situasi seperti ini. Demi apapun, Tiffany tidak bisa tenang. Sebelumnya ia sudah menduga bahwa akan ada masalah jika wanita itu tetap tinggal. Tapi dia justru berpikir akan baik-baik saja tanpa membuat sebuah tuntutan. Dan tidak ada polisi.

Lucu sekali. Tiffany bahkan tidak menemukan pergulatan batin yang parah ketika pilihan itu mantap diputuskannya. Kehadiran wanita itu yang tiba-tiba seperti jawaban yang Tuhan berikan padanya di saat yang tidak disangka. Ini tidak mungkin hanya kebetulan. Sekarang kehadiran wanitu itu sungguh membuat Tiffany menjadi resah. Tetapi, entah kenapa ia percaya bahwa Taeyeon akan menepati janjinya.

” Lalu bagaimana menurutmu? Apakah kau pernah mengenalku? Pernahkah kita bertemu sebelumnya? “

” Siapa? Siapa sebenarnya wanita itu? ”

Tiffany menggigit bibir bawahnya, seperti biasa. Seakan-akan hal itu akan bisa mengatasi kebingungannya. Saat ucapan Taeyeon terlintas kembali, ingatan Tiffany tiba-tiba melayang ke waktu itu, ketika ia masih berusia 10 tahun dan sedang menangis di sebuah tempat. Tiffany sendiri tidak mengingat dengan jelas waktu itu, yang dia ingat hanyalah ketika genggaman yang hangat dan nyaman dari seseorang terlepas dari tangannya. Saat itu, hatinya terasa sakit, sedih karena sosok itu hanya diam membisu, membiarkan dirinya menangis sedih. Sejak hari itu, Tiffany merasa seakan ada  bagian dari dirinya yang hilang, rasa sakitnya sangat dalam, dan terasa seperti seseorang sedang berjalan diatas jantungnya.

Dan Tiffany mulai menduga, mungkin mereka memang pernah bertemu di masa lalu. Tapi, itu juga membuat Tiffany takut. Ahjuma penipu itu bisa saja benar-benar ibu tirinya. Kenyataan itu membuat Tiffany di penuhi kesedihan. Pada akhirnya Tiffany menatap kaca jendela untuk 1 menit penuh dan menghela nafas beberapa kali sebelum akhirnya dia bergerak menuju kamar mandi.

.

.

Sedang di depan rumah Tiffany, wanita itu masih bertahan disana. Matanya terpejam sejenak diikuti punggungnya yang kini bersandar di sekitar dinding. Taeyeon tersenyum mengingat masa lalunya dengan Tiffany. Betapa bahagianya dia pernah melewati masa-masa menyenangkan seperti dulu.

Sejak ayahnya jatuh miskin dan ditinggalkan oleh sang ibu, mereka pindah ke kota Gwangju. Lalu dia bertemu dengan gadis itu ketika ia masih berusia 12 tahun. Sejak hari itu dunia Taeyeon perlahan mulai berubah, hidupnya di penuhi oleh Tiffany. Ia dan Tiffany memang lebih banyak menghabiskan waktu bersama-sama. Itu semua dia lakukan agar mengalihkan rasa sedihnya akibat keadaan mereka saat itu. Tapi tanpa pernah Taeyeon duga, ia menjadi lebih mencintai Tiffany, lebih dari apapun.

” Nyonya Kim, ” panggilan dari seseorang akhirnya menyadarkan Taeyeon dari lamunannya. Ketika dia menegakkan tubuhnya, sudah menunggu seorang lelaki dengan jas hitam dan wajah datar, seperti seorang pengawal. Lelaki itu langsung mengangguk hormat padanya, lalu Taeyeon menegakkan tubuhnya dan berjalan di sisi pria itu.

” Halo Sekertaris Ahn. Bagaimana kabarmu? ” Taeyeon menyapanya dengan ramah.

” Saya senang bisa berjumpa lagi dengan anda. ” jawab pria itu sopan dan dalam sekejap, sebuah mobil besar berwarna hitam meluncur di dekat mereka. Sekertaris Ahn segera membuka pintu dan mempersilahkan Taeyeon masuk.

Ah.. sekertaris Anh, anda tidak lupa mencari sesuatu yang kuminta kan? ”

Sekertaris Ahn mengangguk. ” Ne, dan benda itu akan segera sampai dalam beberapa hari. ”

” Bagus. Dan sekarang sudah waktunya untuk bergerak. Ayo pergi, akan kuhancurkan tikus-tikus rakus itu. ” dengan langkah yang elegan dan percaya diri Taeyeon masuk di kursi belakang yang luas itu, sementara sekertaris Ahn menutupkan pintu mobil, lalu masuk ke depan, duduk di sebelah sopir. Mobil pun meluncur pergi, membawa Taeyeon ke Sowon group.

.

.

.

.

* * *

Advertisements

36 thoughts on “Step mother (7)

  1. brigittagapes

    aish tbc itu berasa kuah sayur yang udh habis ketika perut masih bisa nampung…. my mine ada apa sebenarnya ama keluarga tippa? dan kenapa tae balik lagi buat tippa? gw penasaran….. atau jangan” tuan hwang nitipin tippa sama tae buat ngejaga dari tikus tikus lain? nah gw mulai pusing… bodo ah… asal lo updet cepet aja udh bisa ngejawab semua pertanyaan… oh ya thor ntuh tae balik buat pergi lagi kah? wkwkwkwkw…. puyeng gw

    sip sip… taetae daebak……
    see ya thor n hwataengggg!!!!

    Like

    Reply
  2. AnnSApr

    Tae sebenarnya kmu itu siapa? Jangan2 beneran emak tiri tippany?? Atau kmu cuma disuruh jaga tippany aja??
    Penasaran banget nih sama tae itu siapa 🤔🤔

    Like

    Reply
  3. Yeon TaeNy

    Kalau gw perhatiin nih dari ceritanya..,sepertinya tae disuruh sama appanya pany buat ngejagain pany deh dari orang” yang pengen nguasain harta tuan hwang..,maka dari itu,taeyeon pura” menjadi ibu tiri pany, agar dia lebih mudah dalam menjaga si pany..🤔🤔😕 *menurutgw
    Tapi yang bikin gw bingung nih,kalau taeyeon masih ingat pany teman kecilnya dia, terus kenapa malah pany ga ingat taeyeon sama sekali? Apa dia perna amnesia thor??hmm…

    Like

    Reply
  4. ChipotHyun

    Mungkin Di sini Tae menyadari kalau mereka tak akan bersama .. maka nya di omong kalau semau selesai dia akan pergi sesuai ke inginana Fany

    Like

    Reply
  5. Rynt

    Nyesek baca kata kata ini ” Tapi, bahkan sekalipun kita pernah bertemu, hal itu tak berarti apapun. “ 😭😭😭😭😭

    Like

    Reply
  6. Black457

    Makin seru nihh wkwkw ga sabar nunggu taeyeon ngasih tau semuanya..sabar fany sabar lu bernasib sma ky gue. PENASARAN! Wkwkw

    Like

    Reply
  7. tippa01

    Aiiisssh ternyata belum sekarang😑
    Taeyeon msh hrs membasmi tikus2 dlu😅
    Masa ntip lupa sih sama tatang😒😒
    Cintapertamamu neeeng😣

    Masa iyaa sih tae abis jujur2an ntr lu ninggali tiffany lagi??
    Kawin dong lu bedua yekann😂😂😂

    Like

    Reply
  8. chipajungss

    Jadi taetae superhero? Melindungi cinta pertamanya dari tikus-tikus liar?? Maybe… Gua heran itu tiffany kenapa bisa gak ingat apa kenangan itu terlalu meyakitkan swhingga dia bisa lupa, dan apa yg sebenarnya taeyeon dan tuan hwang rencanakan

    Like

    Reply
  9. nurhuda.nur

    Hancurkan org yg nyakitin pany!!taeng_ah

    Buat mereka mnderita .btw makin seru nih cerita
    Pany mah lemot ngg ingat siapa taeng kesel jadinya .aisssh jinjja =,=¿¿ . Thor akankah mslh taeng slesai trus jelasin kepany bakal dia ninggalin pany kah . Sedih atiku jgn ad perpisahan yg memilukan .ngg sanggup bcnya .huaaa T__T

    Like

    Reply
  10. pambluesky

    makin ke sini makin seru dan buat penasaran, pasti sakit tuh yang dirasain tae dia harus nerima kenyataan kalau fany lupa sama dia, tapi kenapa bisa fany sampe lupa? apa dia amnesia?

    Like

    Reply
  11. Kristya

    Heoll daebakkkk
    taetae tajir gila makkkkk huwAaaaaaaaa kerennnnnn wow wow wow
    Seruuu bngettt iniiiiiiii ceritaaaaa
    Hanya ff yg unnie buat,, bisa bikin aq betah baca dan nungguin updatenyaaa
    Semangattt terusss ya unnie
    Hwaitinggggg
    Lopeyou, 😁😁😂😘😍😘😍😘😘😍😍

    Like

    Reply
  12. 9@50N3

    Sebenarnya tae ini siapa sih?
    Ini phany beneran ilang ingatan atau lupa karena itu masa kecil?
    Apakah daddy phany prnah brtemu dg tae sebelum dia pergi?
    Ini benar” tambah penasaran saja.
    Lnjut thor, cepetan lanjut hehe,,.

    Like

    Reply
  13. taenyls4ever

    Wahhh.. teka tekinya mulai terkuakk..
    Si taeng kek big bos 😂😂
    Ini yg chap 7 g dishare di fb ya cyin??
    Ane baru tau wktu drimu ngeshare chap 8..
    Cus chap 8 🙌🙌🙌🙌

    Like

    Reply
  14. fanytaesti

    Part ini banyak sekali pertanyaannya thor … kenapa tae nggak langsung bilang dia temen kecilnya fany??? Kasian kan fany pusying mikirnya kaya aku 😵😵😵😵

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s