Step mother (11)

image

.

.

Apakah aku jatuh cinta?

Itu.. tidak mungkin! Tapi, kenapa seperti ini? Rasa-rasanya pipiku memerah saat mengingatnya. Seakan mataku pun memberitahuku. Mataku yang menatapnya seperti tak bisa menyembunyikannya, sangat jelas.

Benarkah aku jatuh cinta? Aarrghh!!! Molla!

Tiffany menghela nafas panjang. Otaknya ingin mencerna semua yang terjadi padanya beberapa hari ini. Tapi itu sulit. Hati dan tubuhnya mempunyai respon yang berbeda jika bersama wanita itu. Dan untuk sesaat Tiffany menatap pintu rumah di depannya dengan tatapan menerawang. Apa sebenarnya yang telah terjadi? Lalu apa yang harus ia lakukan sekarang? Sial, bagaimana mungkin dia membiarkan wanita kurang ajar itu lolos setelah berani mencium bibirnya!

” Bodoh, siapa memangnya yang menyukai wanita mesum itu eoh? Itu tidak mungkin! Tidak mungkin! Aish! ” Tiffany menggelengkan kepalanya lalu mendesah pelan sebelum menempelkan dahinya di pintu.

Kini gadis itu merasa tidak lagi bisa berpikir jernih. Tak ada senyum di bibir Tiffany dan hanya menyisakan kernyitan di dahinya. Baginya Taeyeon adalah orang yang rasa percaya dirinya sangat parah. Tidak saja dia tidak tahu malu, wanita itu bahkan sudah menganggap sikap kasar dan dingin Tiffany menjadi angin segar daripada menganggapnya menyinggung. Dan setiap melihat Taeyeon yang dibayangkan Tiffany hanyalah bagaimana caranya mengusir jauh-jauh wanita itu. Tapi tentu saja itu tak mudah. Jadi Tiffany pikir dia harus merubah strateginya untuk menyingkirkan wanita kurang ajar itu dengan cepat.

Tapi…

Entah mengapa Tiffany terus melihat gambar sosok Taeyeon. Tiffany seakan disihir oleh keindahan yang ada di balik lensa mata wanita itu. Dari tatapannya saja sudah menimbulkan sesuatu yang aneh dalam dada Tiffany. Bahkan ketika ia tidak tahu siapa wanita itu, Tiffany tanpa sadar telah dibuat penasaran dan tergoda olehnya. Taeyeon memiliki tubuh yang diciptakan untuk mengalirkan pesona dan melambangkan paras wanita sempurna. Tapi sayangnya wanita itu bermulut lancang dan Tiffany tak pernah menyukainya.

” Ya Tuhan… apa yang harus kulakukan? Arrgh~ ini membuatku pusing!!! ” Tiffany berteriak frustrasi seraya memukul pintu semakin kesal.

Ehem!

Ah kkamjjagiya!

Tiba-tiba seseorang berdehem di belakang Tiffany dan mengagetkan gadis itu. Tiffany segera melihat ke belakang, di sana berdiri seorang pria berambut klimis dengan pakaian rapi, dengan baju berwarna putih bersih dan setelan jas hitam mahal. Pria itu mendekat beberapa langkah lalu membungkuk pada Tiffany. ” Selamat pagi nona. ” dan saat ia menegakkan kembali tubuhnya, ia berbicara lagi dengan suara lembut. ” Senang bisa bertemu dengan anda. ”

” Maaf? ”

” Aku adalah Ahn Ji Woong, sekertaris nyonya Kim. Dan saya akan mengantar anda pergi ke universitas mulai hari ini. Mari kita pergi, nona. ”

Tiffany sendiri masih berdiri dan menatap aneh pria paruh baya di depannya. Mulut Tiffany membuka dan menutup terus menerus. Pria itu berbicara menggunakan bahasa formal yang membuat Tiffany canggung. ” C-chogiyo.. geunde wae-yo? Ah.. maaf, tapi, sepertinya anda salah orang. Aku tidak lagi pergi ke universitas dan aku tidak mengenal siapa itu nyonya Kim. Maaf, aku harus pergi melakukan wawancara pekerjaan. ” ujar Tiffany seraya melangkah pergi. Namun pria itu menghadang langkah Tiffany.

” Karena ini adalah perintah Direktur Kim Taeyeon, ini tak bisa dibantah. ”

” Apa? T-taeyeon? ” keterkejutan merobek Tiffany. Tak lama datang sebuah mobil besar dan elegan berwarna abu-abu metalik, dan menepi di dekat pria itu. Tiffany mengernyit seketika. Mengapa pria itu harus menggunakan mobil limusin hanya untuk mengantar dirinya ke universitas, pikir Tiffany. Kemudian mata kecoklatannya melirik pada pria itu.

Ahjussi, dimana wanita itu sekarang? ”

Sekertaris Ahn bungkam. Kemudian beranjak melangkah ke mobil dan membukakan pintu untuk Tiffany. ” Silahkan masuk nona Tiffany. ”

.

.

Beberapa menit kemudian, limosin itu berhenti tepat di depan gedung megah yang menjulang tinggi. Tiffany meraih tas tangannya dan menutup pintu mobil kemudian berjalan manuju gedung Sowon Group. Sekertaris Ahn bergegas turun dari mobil dan mengikuti gadis itu, namun Tiffany berhenti dan berbalik untuk menatap pria itu.

Ahjussi, anda tak perlu mengikutiku. ” pinta Tiffany bernada perintah. Dan anggukan lemah pria itu pun menjawab perkataan Tiffany padanya. Lalu pria itu membiarkan punggung Tiffany menjauh dari sana. Gadis itu masuk ke dalam, sementara Sekertaris Ahn menunggu di luar. Namun tanpa sepengetahuan Tiffany, diam-diam pria itu menghubungi Taeyeon.

Tiffany sendiri segera menuju ruang kerja Taeyeon dengan perasaan resah. Inilah yang ia takutkan. Kenapa wanita itu ada di perusahaan ayahnya dan menjadi pemegang saham terbesar? Bagaimana jika wanita itu melakukan sesuatu pada perusahaan? Jika sejak awal tujuannya memang untuk merebut perusahaan dengan cara mendekatinya, ia tidak akan pernah memaafkan wanita kurang ajar itu.

” aku adalah.. seseorang yang akan selalu di sisinya untuk melindungi gadis ini. “

Tapi hati Tiffany sungguh tak tenang. Wanita itu bilang, dia akan melindungi dirinya. Taeyeon telah berjanji. Jadi haruskah ia melakukannya? Percaya pada wanita itu? Mungkin yang dikatakannya benar, mungkin memang itu satu-satunya pilihan Tiffany. Bahwa dia memang harus percaya pada wanita itu.

Akan tetapi

Tiffany berhenti berjalan. Tak sampai lima menit ia telah berdiri di depan ruang kerja wanita itu. Dengan hati berdebar Tiffany menatap pintu ruang kerja Taeyeon. Di depan itulah ruang yang menjadi tempat Taeyeon menghabiskan begitu banyak waktunya. Sekertaris Anh bilang Taeyeon tak pernah ingin diganggu ketika ia berada disini. Ruang kerja ini adalah dunianya, miliknya sendiri. Tapi ia tak peduli sekarang.

Braak!!!

Tiffany membuka pintu dengan hentakan keras, dan ketika ia masuk terdapat Taeyeon yang sedang berbicara dengan seseorang. Tiffany melihat seorang wanita sedang tersenyum malu-malu pada Taeyeon. Namun saat Taeyeon mendapati Tiffany ada di ruangannya, tak ada raut keterkejutan di wajah Taeyeon. Bahkan wanita itu hanya menatap Tiffany sekilas sebelum kembali berbicara dengan gadis itu. Sementara Taeyeon terus berbicara dengan wanita berpakaian seksi sambil terkadang tersenyum kecil, Tiffany tiba-tiba teringat pada apa yang pernah dikatakan Taeyeon.

” Kalau aku bilang… aku ingin kita mencoba untuk menjalin hubungan, apakah kau tak keberatan? ”

” Pany-ah, sepertinya… aku menyukaimu. “

Lalu, apa artinya itu? Tiffany sempat berpikir jika Taeyeon memang menyukai dirinya. Well, karena ada saatnya ketika Taeyeon menatapnya, tersenyum untuknya, atau ketika dia berbicara padanya, Tiffany pikir Taeyeon sungguh menyukai dirinya. Tapi kemudian dia sadar bahwa wanita itu juga menatap, tersenyum, dan berbicara kepada orang lain dengan cara seperti itu. Sama seperti caranya saat menatap, tersenyum, dan berbicara kepadanya.

” Oh Tippany, kenapa kau kemari? ” suara Taeyeon akhirnya menghentikan lamunan Tiffany.

” Wah, sepertinya anda kedatangan tamu. ” kemudian wanita yang bersama Taeyeon menyahut saat dia menatap Tiffany.

” Nona Lee bisa kau tinggalkan kami? ”

Aigoo, kau mengusirku sekarang? Direktur Kim, anda tak bisa lakukan ini padaku. ” dia berbicara dengan genit, sambil memainkan rambutnya. Sedang Taeyeon terlihat menghindar dari suaranya yang dibuat-buat seperti anak kecil. Tiffany belum pernah melihat perempuan itu dan suaranya yang dibuat-buat seperti ini, sungguh menggelikan. Dan Tiffany penasaran apa yang membuat dia berfikir kalau Taeyeon akan menyukai suara anak kecilnya itu.

” Bukan begitu nona Lee. Tapi- ”

” Apa ini alasanmu untuk mengusirku? Tck, kau ini sungguh kasar sekali. Direktur Kim~ apa kau pikir ada yang lebih baik dariku? ” wanita itu bertanya dengan sangat dekat di telinga Taeyeon. Tapi Tiffany rasa wanita itu sedang berbicara padanya sambil mengenakan kacamata hitamnya.

” Maafkan aku nona Lee, aku akan menghubungi anda nanti. ”

” Baiklah. Dan.. sampai bertemu nanti malam, sayang~ ” selain berbicara dengan genit, dia memberi kedipan mata menggoda untuk Taeyeon. Lalu perempuan bertubuh seksi berambut coklat melangkah ke arah Tiffany. Sesaat dia melihat mata Tiffany yang melebar dan terkejut kemudian berlalu melewati Tiffany dengan seringaian di bibir merahnya.

S-sayang?

Tiffany masih mencerna panggilan perempuan bertubuh seksi itu pada Taeyeon cukup lama karena perasaan sedih dan kecewanya mendadak mengambil alih otak gadis itu. Apa? Jadi wanita itu adalah kekasih Kim Taeyeon? Tiffany merasa agak aneh. Hal ini sedikit-banyak membuktikan bahwa Taeyeon memang tidak memiliki perasaan khusus kepadanya. Dan ini membuktikan Taeyeon memang wanita brengsek!

” H-hai, pany-ah.. ”

Ah~ jadi dia kekasihmu? ”

” Ooh i-itu.. aku bisa menjelaskan tentang- ”

” Menjelaskan tentang apa? ” sahut Tiffany. ” Apakah tentang kenapa kau ada di perusahaan ayahku? Benar, itu adalah satu-satunya yang harus kudengar darimu. Ah tidak. Kurasa aku juga harus tahu apa sebenarnya tujuanmu? Dan, siapa yang mengijinkanmu bekerja disini? Apa kau bermaksud mengambil alih Sowon Group? Lalu siapa kau? Siapa kau sebebarnya!? ” Tiffany terus mengoceh dengan suara yang lebih tinggi hingga Taeyeon berada tepat dihadapannya.

” Tippany, ”

” Bisakah kau hentikan kekonyolan ini? Aku sudah lelah sekarang. Kenapa kau lakukan ini padaku!? ”

” Tippany ada apa denganmu? Kenapa kau semarah ini? Astaga kau ini. ”

” Kenapa aku semarah ini? Sebenarnya apa kau sungguh berniat membantuku? ”

” Tentu saja. Bukankah sudah kukatakan untuk mempercayaiku? Untuk itu, aku- ”

” Tapi setelah aku memikirkannya berulang kali, aku sungguh tidak butuh belas kasihan dari orang sepertimu. ” Tiffany kembali menyela, nada bicaranya terdengar tak senang.

” Apa? Astaga Tippany, apa sebenarnya yang kau bicarakan eoh? ” tanya Taeyeon heran. Wanita itu lalu sedikit memiringkan kepalanya, menatap Tiffany dengan tajam. ” Jangan-jangan kemarahanmu ini karena kau sedang cemburu? Apa ini disebabkan wanita tadi itu? ”

Glek~!

Tiffany hanya menelan ludahnya, tidak berani menjawab, suaranya seakan hilang tak berbekas. Taeyeon sendiri tersenyum melihat reaksi Tiffany. Dan kemudian, tanpa diduga, Taeyeon melangkah maju, membuat Tiffany membeku tak sempat menjauh. Wanita itu berdiri tepat di depan Tiffany, begitu dekat membuat Tiffany harus memalingkan wajahnya untuk menghindari tatapan Taeyeon yang tajam dan tak terbaca. Lalu Taeyeon mengulurkan jemarinya yang ramping ke arah wajah Tiffany. Kembali secara refleks, Tiffany memejamkan matanya sambil mengernyitkan kening, takut akan apa yang akan dilakukan Taeyeon kepadanya. Tak di duganya, Taeyeon hanya menyentuhkan ujung jemarinya ke pipi Tiffany dengan sentuhan lembut seringan bulu.

” Astaga, aku sudah sangat merindukanmu Tippany. ”

Tiffany langsung membuka mata dan menatap Taeyeon. ” M-mworago!? YAAK!! ”

Taeyeon menghela nafas pendek lalu berujar lirih, ” Tapi sepertinya kau datang karena ingin agar aku segera mengakhiri semua ini ya? ”

Tiffany segera menepis tangan Taeyeon. ” Apa kau pikir ada orang normal yang bisa bertahan dan menerima situasi seperti ini? Kau bilang jika aku menemukan bukti bahwa kau adalah ibuku, kau tidak akan melepaskanku. Jadi aku tak pernah berusaha untuk mendapatkan itu hingga nantinya kau sendiri yang memberikannya padaku. Tapi, aku sudah lelah. Aku ingin semua ini berakhir. Dan aku berharap, hari itu akan datang hari ini. ”

Wajah Taeyeon menegang menahan tangis mendengarnya. Tapi hanya perlu sepersekian detik bagi Taeyeon tersenyum kembali. ” Ya, baiklah. Aku mengerti. Lagi pula aku sudah berjanji padamu untuk menyerahkan bukti itu. ” ujarnyw. Wanita itu sepertinya biasa saja saat mengatakan hal itu. Namun di dalam hatinya, Taeyeon hancur. Perkataan Tiffany membuat Taeyeon bernafas saja terasa sangat sakit, sangat perih, seakan ada yang menusuk dadanya dengan pisau tajam. Dia belum rela berpisah lagi dengan gadis itu.

” Sekarang katakan semuanya padaku. ” pinta Tiffany ketus.

Taeyeon menghela nafas panjang kemudian berujar dengan nada serius. ” Tapi walaupun begitu, aku belum bisa mengatakannya sekarang. ”

” Mwo!? ”

Taeyeon menatap Tiffany dengan lembut dan tersenyum tipis. Dan sesaat ruangan menjadi begitu hening ketika Tiffany menunggu apa yang akan dikatan Taeyeon. Tapi saat wanita itu kembali bicara, seketika mata Tiffany melebar sempurna. ” Tippany, berkencanlah denganku. Setidaknya untuk satu kali saja. ”

” M..m-mwo?? ”

” Ini adalah satu dari tiga permintaanku sebelum aku mengakhiri semuanya. ”

” A-apa kau bilang? Y-yaa! Hentikan omong kosongmu. ”

” Jadi kau menolak? ” Taeyeon kembali mendekatkan wajahnya hingga hembusan nafas wanita itu terasa hangat menyentuh leher Tiffany. ” Tapi.. jika besok pagi kau belum berdandan cantik untukku, ibu tirimu ini akan selalu menghantui hidupmu. Seumur…hidupmu. ” suara Taeyeon berbisik, penuh ancaman tetapi diucapkan secara tersirat.

Kali ini Tiffany membeku. Oh bisikan itu, Tiffany justru merasa dengan tenang terhipnotis olehnya. Wanita itu benar-benar sangat, sangat mempesona. Tiffany bersusah payah menelan ludah saat ia membatin, ” Ya Tuhan, kenapa hatiku berdebar-debar? Sial! Sial! Sial! Ini sangat mengganggu. “

Tiffany tidak pernah merasa seperti ini kepada siapapun. Mata hitam Taeyeon menyala saat menatapnya, seakan mata wanita itu bermaksud memperlihatkan pada Tiffany begitu banyak apa yang ia rasakan. Membuat hormon gadis itu kini mengalir kencang. Dan kulit Tiffany merinding mana ibu jari Taeyeon menelusuri pipinya. Dia pasti sudah semakin gila sekarang, pikir Tiffany.

” Baiklah, aku anggap kau sudah menyetujuinya. Sekarang kau harus pergi ke universitas. Ah~ dan tentang perusahaan, juga rumahmu, mereka tidak akan berani menyentuhnya lagi. Jadi belajarlah dengan baik mulai sekarang. ” ujar Taeyeon seraya mengusap-usap pipi Tiffany penuh kasih sayang dan memberikan senyum manis.

Lalu wanita itu melangkah melewati Tiffany yang masih membeku dan tak berani bergerak oleh sentuhan Taeyeon. Sampai langkah Taeyeon menghilang dari ruangan, barulah Tiffany berani menoleh, menatap ke arah pintu yang kini tertutup. Jemarinya menangkup pipinya sendiri. Disana ada bekas sentuhan Taeyeon, dan entah kenapa, pipinya terasa amat panas.

.

.

.

.

* * *

Advertisements

33 thoughts on “Step mother (11)

  1. nurhuda.nur

    Psti lee sunny kan yang goda taeng ya kan thor .wkwlwl

    Btw aku kassiang taeng pahit dan manis ttap dia telan perkataan kasarnya tippa .aiggoo pany bukalah sdkt pintu hati buat taeng .jika dia pergi barulah kamu sadar dgn pnyesalanmu

    Gmw untuk authornim yg slalu senantiasa buat ff taeny yg penuh dgn kejutan . Semangat terus nulisnya

    Like

    Reply
  2. tippa01

    Tiffany cembokurrrr cyiinnnπŸ˜‚πŸ˜‚
    Ntar kalo taeyeon jelasin semua, trs tiffany inget taetaenya udaa deh yakin tiffany yg gak mau ditinggalπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

    Reply
  3. Yeon TaeNy

    Apa taeyeon mencoba untuk membuat pany cemburu, dengan kedekatannya sama ms.lee itu? haha
    Sepertinya pany mulai labil dengan hati dan perasaannyaπŸ˜œπŸ˜†πŸ˜†
    Permintaan pertama taeyeon apakah bakalan dikabulkan nih oleh pany??
    Dan tinggal 2 permintaan menuju akhir..Oww

    Like

    Reply
  4. kimkimkan

    Seorang lee itu pasti sunny,truss itu si fany kenapa nggk ngakuin aja kalo suka sama tae.sayangnya aku nggk baca part sebelumnya jadi belum ngerti.fighting thor

    Like

    Reply
  5. vina

    Aduh fany ngaku aja sih klo suka sm tae, fany selalu marah” sm tae padahl itu buat nutupin gmn hati nya fany klo udh berhadapan sm tae, ye kan? Nanti tae bnr” pergi baru tau rasa,

    Like

    Reply
  6. q_dorktae

    Mian, gue komen lngsng d chap ini krn chap sblmnya blm bisa gue buka.
    Jd tae udh blg suka, dn pany masih ragu…
    Ckp wjr krn pany gk ingat apa2 tentng tae…
    Pany ah, cpt ingat tentng kmu dn tae dong.. gemes jadinya….

    Like

    Reply
  7. Vin Bluee09

    Yg genit seol kah thor kekeke ,cemburu menguras hati ,ppany sudah gila krna tae πŸ˜‚πŸ˜‚
    Ya ampun thor ,ppany nya salah tingkah bgt itu πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

    Reply
  8. jinjin

    Annyeong..
    Gue lupa komen d 9-10.. πŸ˜‚πŸ˜‚
    langsung di sni aj yak..
    makin ksni makin seru.. 😁😁
    Ppany cpet inget napa.. kasihan hati gue baper mulu.. πŸ˜”πŸ˜”
    Tatang sabar yak.. gak ada ppany, gue siap gantiin.. πŸ˜‚πŸ˜‚
    Annyeong..

    Like

    Reply
  9. totobeljjang

    Cie tiffany cemburu…. Hihihihhi…. Nona lee mang tau bgt cara bikin tiffany cembokur πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Asik besok taeny kencan nih…. Pengen tau keromantisan kencan taeny besok

    Like

    Reply
  10. taenyls4ever

    Daebakkk.. kenapa tiap ad moment taeny.. yg ad rasa manis2nya..semacam ad rasa kek gmn gtu..
    Sukaaaa 😍😍😍
    Yaahh.. taeng kajima!!!
    Si ppany keras kepala banget sih.. alusan dikit aj x neng ma taeng.. taeng bnran pergi baru mrasa kehilangan lu ntarr..
    Yg chap 9 m 10 blm bacaaaa!!! 😒😒😒😒

    Like

    Reply
  11. ademoelyawati

    Aku gak bca 3 chapter sebelumnya…
    Lho fany blm ingat jga ama tae??
    Tpi udh mulai tumbuh nih rasa” suka di hati fany walau masih gengsi.untung tae sabar bgt ngadepin fany…dampak cinta emang luar biasa…

    Like

    Reply
  12. taeny407

    Hah ngelengkah nih thor krna belum baca part 9 10 😫

    Aaaakk gimana ceritanya mereka udh ciuman penasaran deh,
    Astaga taeng bener bener misterius. Kesal ada cewek genit yg godain taeng πŸ˜’berasa fany gini gue ikutan cemburu wkwkwk

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s