Step Mother (12)

image

.

.

Hari ini matahari benar-benar sedang tidak bersahabat. Panas teriknya sangat menyengat, seakan sanggup membakar kulit kapan saja. Tetapi ditengah matahari yang begitu terik, ada saja seorang wanita yang berjalan menuju suatu tempat dengan sebuah senyuman di wajahnya. Wanita itu tampak bahagia dan merasa tidak terganggu sama sekali dengan cuaca seperti ini. Mungkin ada alasan di balik itu semua, alasan mengapa ia tampak bahagia.

Dengan langkah terburu, Taeyeon yang sudah berpakaian rapi dan berdandan amat mempesona, datang menemui seorang gadis. Namun dari jarak beberapa meter ia berhenti hanya untuk memandangi sejenak gadis disana. Mengamati Tiffany yang sedang menunduk memperhatikan lantai, lalu senyuman manis muncul di wajah Taeyeon.

Ah~ Tiffany sungguh gadis cantik.Gadis itu memakai sepatu lancip warna merah yang sialan sangat sexy dengan sepasang kaki yang indah dan jenjang memperlihatkan separuh pahanya yang putih mulus. Rambut coklat mudanya diurai sepinggang dengan ikalnya yang sangat menggoda, dia menggunakan dress pendek warna biru muda yang menonjolkan lekukan pantat dan dadanya yang sangat menggemaskan itu.

” Selamat pagi tuan putri. ” ucap Taeyeon ramah saat menghampiri Tiffany yang sudah berdiri di depan rumahnya. Dapat ia cium aromanya manis antara wangi bunga-bunga. Dan saat melihat wajah cantik Tiffany sedekat ini, detak jantung Taeyeon begitu keras dan cepat. Ya Tuhan… Tiffany sungguh cantik.

Tck, kenapa lama sekali. Ayo pergi. ” gumam Tiffany lirih, lantas berjalan meninggal Taeyeon menuju mobil wanita itu yang terparkir tak jauh.

Sedang Taeyeon hanya mampu menghela nafas melihat gadis itu yang tak tampak antusias. Kata-kata Tiffany tentang permintaan untuk mengakhiri segala sesuatu yang berkaitan dengan dirinya bahkan terus terngiang-ngiang di kepala Taeyeon. Yang kemudian membuat kesepakatan itu tercapai, kesepakatan untuk mengakhiri segalanya. Tidak bijak memang, namun Taeyeon mungkin perlu melakukannya untuk membahagiakan kembali orang yang sangat ia cintai. Meski terdengar egois, tapi dengan cara seperti inilah dia tetap dapat bersama gadis itu. Sekalipun ini hanya sesaat.

Dan sepanjang perjalanan keduanya lebih banyak menghabiskan waktu dalam kebisuan. Tiffany maupun Taeyeon terus berpikir. Hingga pada akhirnya Tiffany mencoba untuk sedikit merilekskan dirinya dan melirik wanita disampingnya tersebut. Sebenarnya ia bermaksud untuk membuka pembicaraan. Tapi sialnya, hal itu justru membuat sepasang bola Tiffany terpaku pada pemandangan yang benar-benar mengguncang dunianya dan juga jiwanya akhir-akhir ini.

Apa ini?

Rambut Taeyeon yang berwarna pirang pun terbawa oleh hembusan angin. Matanya yang bulat dan hitam berbinar indah, dan begitu seksi saat ia memperlihatkan ekspresi seriusnya. Oh Taeyeon adalah wanita sempurna. Dia memiliki hidung mancung dan bibir kecil berwarna pink. Kulitnya putih bersih tanpa noda. Benar-benar wanita sempurna. Tapi kenapa tak ada yang dapat menghentikan aksinya ini—mencuri-curi pandang? Sial, Tiffany teramat kesal pada dirinya. Dia tak mengerti, sihir apa yang sudah mengubah hatinya menjadi selemah ini.

Tiffany segera memalingkan wajahnya dan merasa perlu menarik nafas panjang tiga kali untuk menenangkan dirinya. ” Menyebalkan! Apa yang sudah dilakukan wanita itu padaku!? “ batinnya kesal sambil memukul-mukul dadanya yang masih belum menghentikan ritme hentakan di dalam rongganya.

Gadis itu lalu bersandar pada kaca jendela mobil dan sekali lagi menghela nafas panjang. Jika dipikirkan, Taeyeon memang menyebalkan. Namun, kehadiran wanita yang memiliki banyak sisi misterius itu cukup berpengaruh padanya, pada hidupnya. Dan jantung Tiffany selalu berdegub kencang saat didekatnya. Tapi Taeyeon sama sekali bukan tipenya. Maksudnya, benar wanita itu memang cantik dan bahkan kelewat mempesona. Hanya saja….

Drrrt~

Suara dari ponsel gadis itu menghentikan aksi lamunannya. Tiffany mengambil ponselnya dan seketika matanya terbelalak saat membaca deratan kata disana. Oh, Ya Tuhan! Ini sms dari Jin Woo oppa!! Singkat, namun pesannya sangat menyentuh. Tiffany bisa merasakan pipinya bersemu saat membacanya. Namun entah kenapa, dalam sekejap permintaan pria itu justru membuat perasaan Tiffany menjadi semakin kacau.

Kenapa Jin Woo oppa meminta hal seperti ini?

Jauh di dalam hatinya, Tiffany begitu terheran-heran kenapa pria ini tiba-tiba ingin kembali ke dalam hidupnya. Bukankah selama ini dia yang dicampakkan? Pria itu mencampakkan hatinya dengan menyedihkankan? Jadi karena itu, Tiffany merasa belum perlu menjawab pertanyaan Choi Jin Woo saat ini. Ia masih butuh waktu untuk berpikir.

Tiffany pun menjadi lebih diam. Selama itu, kenangan bersama Choi Jin Woo mulai muncul satu per satu. Tapi kali ini Tiffany tak mau lagi menangis. Dia hanya diam di sana, menatap dari balik jendela mobil, yang menampakkan pemandangan jalanan kota Seoul yang cukup ramai. Lalu uap air yang tipis terbentuk dari hembusan nafas gadis itu pada kaca, samar, terbentuk bagai bayangan fatamorgana, mudah terhapus, suram. Seperti perasaannya.

Ekhem!

Ketika mendengar suara deheman lirih, mata Tiffany beralih ke arah Taeyeon. Namun, ia kembali terdiam dan memilih memandangi wajah mempesona yang berada di sebelahnya, yang fokus di balik kemudi. Wajah wanita itu nampak tenang berusaha tak melihat pandangan Tiffany. Dan dada Tiffany berdesir pelan ketika tangan gadis itu tiba-tiba menyentuh dan menggenggam begitu erat tangannya. Seakan tahu apa yang dirasakan Tiffany saat ini.

” Hari ini jangan pikirkan apapun, dan jangan khawatirkan apapun saat bersamaku. Karena hari ini, aku… akan selalu ada di sampingmu. ” ujar Taeyeon tanpa menatap Tiffany, yang menyadari bahwa gadis di sebelahnya menatapnya tanpa mengedip.

Dan Tiffany sendiri masih merasakan debaran di dalam dadanya karena wanita ini.

.

.

Ketika sudah sampai, taman bermain itu dipadati dengan begitu banyak orang, membuat Taeyeon bingung ingin bermain apa. ” Aish, kenapa ramai sekali? ” Taeyeon berdecak heran.

” Padahal sedang panas seperti ini. Kenapa banyak sekali orang-orang yang datang? Aigoo, apa mereka tidak punya kegiatan yang lebih berarti? ”

” Yeah.. aku paham bagaimana perasaanmu sekarang. Tapi tidak setiap hari kau bisa mendapat waktu untuk melepas penat seperti saat ini kan? ”

” Benar. Karena itulah, aku benar-benar berterima kasih. Berkat kau, aku tidak bisa pergi ke tempat yang kuinginkan. ” dengus Tiffany kesal.

” Tippany, ” kemudian Taeyeon memiringkan kepalanya, menatap gadis itu lekat. ” Kau pasti membenciku. Kau juga tak pernah menyukai apapun yang kulakukan. Tapi, jangan membenciku terlalu banyak. ” katanya dengan senyuman lembut, dan ucapan wanita itu terdengar begitu tulus.

Tiffany tak menjawab, namun otaknya terus memikirkan setiap ucapan yang didengungkan oleh wanita itu kepadanya. Sebenarnya ia tidak ingin tunduk apalagi menuruti perintahnya, tapi dia hanya tak punya pilihan. Dan sebenarnya ia juga tidak membenci wanita itu terlalu banyak. Namun Tiffany takut jika dirinya benar-benar jatuh cinta. Tidak.. Tiffany tidak ingin hal itu terjadi padanya! Ia harus mengakhir segalanya dan melupakan wanita itu seperti hembusan angin yang berlalu pergi begitu saja.

” Begini, aku.. ”

” Sudahlah hentikan membuang waktu. Ayo kita bermain! Kajja~~!! ” ujar Taeyeon bersemangat. Kemudian wanita itu menarik tangan Tiffany menuju ke salah satu wahana permainan.

Kedua gadis itu kini menaiki sebuah wahana ekstrim setelah mencoba beberapa permainan. Walau sempat menolak ajakan Taeyeon untuk ikut bermain karena merasa takut, namun berakhirlah mereka kini di sana, tengah menikmati wahana-wahananya. Lambat laun Tiffany merasa nyaman di dekat Taeyeon dan menikmati kebersamaan mereka.

Sedang menurut Taeyeon, ini hari yang paling mengasyikkan. Sepanjang hari tidak ada pertengkaran, tidak ada perdebatan, tidak ada adu mulut antara dirinya dan gadis itu. Berulang kali dia mendapati Tiffany terus tertawa ketika gadis itu menikmati wahana yang ada. Begitu pun dengan dirinya. Taeyeon benar-benar menikmati kencannya dengan Tiffany. Mereka terus menerus bermain dan tertawa, hingga tak sadar bahwa detik telah tenggelam dalam menit dan melebur dalam jam. Keduanya tak sadar telah menghabiskan waktu 3 jam untuk bermain.

Tapi Taeyeon bahagia. Jelas sudah. Hari ini akan dia ingat dalam sepanjang usianya sebagai hari terbaik. Kemudian wanita itu memandang Tiffany yang tersenyum lebar dengan begitu cantiknya. Pemandangan itu begitu indah, pemandangan yang pada akhirnya menimbulkan perih yang dalam di hati Taeyeon. Dia pun hanya bisa menghembuskan nafas berat, berat sekali. Lalu wanita itu berujar sedih dalam hatinya.

” Pany-ah… jika ini adalah mimpi, ayo jangan bangun. Mari hidup dalam mimpi ini selamanya. “

” Jika ini adalah mimpi, tetaplah tinggal di sini. Bersamaku. “

” Karena kau… adalah seseorang yang akan kuberikan seluruh hidupku padamu. Sekalipun satu diantaranya tak sempurna. “

.

.

.

.

* * *

Awas baper… Eaa XD

Note : aku akan lanjutkan ff ini tanpa passw, kecuali untuk part” tertentu.
Dan kalimat taeyeon yg terakhir itu aku ambil dr qoutes kdrama.

Last, tetap semangat puasanya bagi umat muslim!

FIHGTING!!! 🙂

Advertisements

30 thoughts on “Step Mother (12)

  1. nurhuda.nur

    “Jika ini adalah mimpi tetap tinggal selamanya bersamaku disini” .aku berharap aj smg kalian jadian cepat .dan menunggu keindahan cinta taeny .awww ngg sabar nunggu mereka official thor ^_^.)

    Tengkyu thor .dan tetaplah semangat

    Like

    Reply
  2. chipothyun

    Dalam banyak perasaan tae

    Aaahh ayo dnk beri kode ke fany kalau Tae adalaj seseorang yg begitu berhaga di masa lalu nya

    Like

    Reply
  3. tippa01

    Iissshh uda deh fany, ama taetae aja
    Jangan balik sama oppa mu yg brengsek itu
    Apalagi yg mau diharapkan dr dia ckckck
    Jelas taeyeon lebih menjanjikan😎😎😎😂

    Like

    Reply
  4. Yeon TaeNy

    Hayo..pany bakalan milih taeyeon atau dia bakalan balik sama si mantan?? hehe
    Kapan nih pany bakalan ingat taeyeon??

    Like

    Reply
  5. Adex

    Fany mikirnya terlalu banyak. Uda begitu indah di dpn mata dgn sejuta Pesona Taetae menjanjikan kebahagian. Ngapain mikirin oppa yg brengsek

    Like

    Reply
  6. totobeljjang

    Wah itu mantan fanny minta balikan ya? Kok curang gt. Giliran susah aja ditinggal 😠😠
    Nah gt dong taeyeon ma tiffany mestinya akur mah gak bertengkar mulu…. Kekekekekeke……
    Fany mah gt gak mau buka hatinya buat tae

    Like

    Reply
  7. Theyeon

    “Karena kau… adalah seseorang yang akan kuberikan seluruh hidupku padamu. Sekalipun satu diantaranya tak sempurna. “

    awww si taeyeon bnr2 jago bikin hati gue deg deg an😋😋😍

    Like

    Reply
  8. Vin Bluee09

    Begitu dalam dan tulus nya perasaan tae buat ppany ,semoga ppany cept sadar bahwa yg dia rasain itu cinta ..

    Like

    Reply
  9. brigittagapes

    Mampus lo thor… lo mah bilang awas jgn baper di akhir keburu baper gw…. wkwkwk…
    Mantap… gw cintah ama lo thorrr wkqkqk…
    Taeny kok berasa bakal sad banget yah… gw lom siap ama selanjutnya… jgn ada air mata diantara kita thorrr… wkwkwk
    Okay… daebakkkk
    See ya n hwataenggg thorrr
    Kalimat akher bikin gw nyes nyesss…
    Anjuuuu taeny gw gk sanggup… jgn pisah please…
    Sorry gw lagi baper banget ama apapun

    Like

    Reply
  10. lidya20

    Jika ini adalah mimpi, ayo jangan bangun, tetaplah tinggal disini selamanya, Bapereu,,

    Tapi gue curiga ntar habis moment-moment manis kayak gini,walaupun Tiff masih sok jual mahal sih, nanti part berikutnya bakalan mewek, *soktau

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s