Step mother (13)

image

.

.

Waktu menunjukkan pukul 5 sore dan Taeyeon maupun Tiffany sama sekali belum mengisi perutnya dengan satu pun asupan makanan. Karena keduanya mulai merasa lapar, akhirnya mereka mengakhiri kegiatan bermain-mainnya. Lalu sembari menunggu Taeyeon yang begitu sibuk mengantri membeli dua cup ice cream, Tiffany memilih mengunjungi seorang penjual pernak-pernik.

” Wah ini cantik sekali. ” akhirnya salah satu aksesoris memikat hati Tiffany, itu adalah sebuah bando cantik yang memiliki telinga kucing berwarna pink. Dia hendak mengambilnya, tapi tiba-tiba saja sebuah suara langkah kaki terdengar. Pasti Taeyeon, tebaknya. Jadi cepat-cepat Tiffany memasang wajah masam sambil menunggu wanita itu memanggilnya. Namun….

” Tiffany. ” panggil seseorang lirih yang bernada penuh rasa rindu.

Merasa dipanggil, Tiffany menoleh dan terbelalak ketika mendapati dia yang tak asing itu kini berada di dekatnya. Tiffany segera membalikkan badan. Dari sudut matanya, terlihat seseorang tengah berjalan kearahnya. Seorang pria yang terlihat tampan memakai kaus lengan panjang yang di tarik sebatas sikunya dan celana jeans biru pudar. Pria itu tersenyum lembut melihat sosok Tiffany yang dirindukan berada di hadapannya. Tapi entah mengapa, wajah Tiffany justru tidak bahagia dan terlihat cemas.

” Kupikir kita tak akan bertemu lagi. ” gumamnya lagi sembari mendekat ke depan Tiffany. Sedangkan gadis itu belum juga membuka suaranya, ia mundur beberapa langkah menjauhi sosok itu. ” Aku sangat senang bisa melihatmu, Fany-ah.. ” dan senyuman masih bertahan di bibir pria itu.

O-oppa.. k-kau, ”

Sebelum Tiffany melanjutkan ucapannya, pria itu sudah menyela. ” Apa kau hanya sendirian disini? ” tanya pria bernama Choi Jin Woo itu membuat Tiffany tak jadi mengatakan apa yang ia ingin katakan. Lalu suasana berubah hening begitu cepat ketika Tiffany hanya bungkam.

” Tiffany, sebenarnya.. ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu. ” kata pria itu kembali membuka pembicaraan.

Tapi Tiffany menggeleng, ” Tidak oppa, kurasa sudah tidak ada lagi hal tersisa untuk kita bicarakan. Sekarang aku harus pergi. Ada seseorang yang sedang menungguku. ”

” Seseorang? Siapa? Kau bersama siapa? ”

” Kenapa kau peduli siapa yang bersamaku? ”

” Tentu saja. Karena aku sangat peduli padamu. ” jawab Choi Jin Woo.

” Tapi diantara kita telah berakhir oppa. Jadi singkirkan saja rasa pedulimu padaku. ” selesai mengatakan itu, Tiffany membalikkan badan lalu melangkah menjauhi Choi Jin Woo.

” Maafkan aku.. ” namun suara yang terdengar tulus itu mampu menghentikan langkah Tiffany. Pria itu menatap Tiffany sendu dan kembali berkata, ” Sebenarnya aku ingin mengatakan ini sejak kita berpisah. Tapi aku tidak pernah punya kesempatan. ”

Perlahan tubuh Tiffany memutar, kembali berdiri berhadap-hadapan dengan pria itu.

” Tiffany, jika kau juga memikirkannya, kita tidak pernah benar-benar bisa berpisah, kan? Aku yakin kita masih memiliki perasaan yang belum berubah. Jadi.. ” Choi Jin Woo berhenti bicara sejenak. Dia menggerakkan kakinya hingga pria itu berhenti tepat di depan Tiffany, lalu melanjutkan. ” Tiffany, mari kita mulai lagi segalanya dari awal. ”

Tiffany terpaku. Rasanya kakinya tak bertulang, dia ingin menenggelamkan diri ke bumi. Takut, dan mendadak bibirnya kelu. Merutuki diri sendiri yang masih saja punya sedikit perasaan terhadap orang ini. Tiffany yang sudah jarang menangis akhir-akhir ini bahkan dia sampai lupa kapan terlihat menangis, saat ini ia ingin menangis dan berteriak sekencang mungkin. Kecewa pada dirinya sendiri yang masih menyukai pria yang telah meninggalkannya.

Tapi.. benarkah ia masih memilik perasaan semacam itu?

Kalau memang benar begitu, kenapa tidak ada rasa yang berbeda di benak Tiffany setelah mendengar permintaan pria itu secara langsung? Bukankah inilah yang selama ini dinantikannya? Bahwa pria itu masih mencintainya dan ingin kembali padanya. Seharusnya ia bersorak dan berteriak gembira bukan? Tetapi kenapa Tiffany sekarang malah merasa…..

” Pany-ah, sepertinya… aku menyukaimu. “

Jantung Tiffany berdesir keras. Di saat seperti ini kenapa juga pengakuan wanita itu justru teringat kembali? Dan satu detik berikutnya, mata Tiffany tiba-tiba terbelalak. Kemudian barulah ia sadar bahwa Tiffany tak tahu siapa yang dia suka.

” Tiffany, apa kau mendengarku? ”

Tiffany belum menjawab. Sejenak ia memejamkan mata lalu menghembuskan nafas panjang. ” Maaf, tapi aku akan berpura-pura tidak pernah mendengar semua ini. ” jawab Tiffany, suaranya bergetar. Lalu gadis itu memilih untuk pamit pergi. Karena itu Jin Woo segera menangkap pergelangan tangan Tiffany dan menariknya agar mendekat kepada pria itu. Alhasil, Tiffany tertarik dan jarak mereka semakin dekat.

” Apakah kau tidak merindukanku? ” tanya Choi Jin Woo lirih.

Oppa, apa yang kau lakukan? T-tolong lepaskan aku. ” Tiffany mencoba melepaskan cengkraman Jin Woo tapi pria itu memegangnya sangat erat. Membuat tangan Tiffany memerah dan tampak kesakitan. ” Oppa, lepaskan, sakit! ”

” Tidak Tiffany, aku tidak akan melepasmu lagi. Jadi kau harus tetap mendengarkanku. ”

Oppa!

” Karena aku sangat merindukanmu Fany-ah! Jadi jangan pergi. Kumohon. ”

” Tolong jangan seperti ini. Oppa, kumohon lepaskan! ”

YAA!! Apa kau tak dengar!? LEPASKAN DIA!!! ” teriak Taeyeon berang sambil menarik tangan Choi Jin Woo dengan kasar lalu membawa Tiffany ke balakang punggungnya, membuat perlindungan untuk gadis itu.

Tiffany pun tersentak kaget melihat kehadiran Taeyeon. Gadis itu dibuat was-was olehnya. Sementara itu, Taeyeon menatap mata pria itu penuh amarah. Ia tidak akan mengampuni siapapun yang berani menyakiti gadisnya. Jemari-jemari Taeyeon mengepal erat, bergetar seolah menahan sesuatu yang bergejolak dalam dadanya.

” Apa yang terjadi di sini? ” tanya Taeyeon pada Tiffany, tanpa mengalihkan pandangannya pada pria di depannya.

” T-taeyon-ssi.. ”

Nuguya? Apa dia temanmu Tiffany? Hey nona, bisa kau menyingkir? Kami masih harus bicara. ” ujar Choi Jin Woo.

” Tippany, ” suara Taeyeon yang jernih memanggil Tiffany dari balik punggungnya.

Ne?

” Kuberi kau dua pilihan. Kau akan ikut denganku, atau.. tinggal di sini dan berbicara dengan dia. ”

Tiffany terdiam, permintaan Taeyeon membuat Tiffany berpikir. Saat Taeyeon menoleh sedikit, ia melihat Tiffany yang menatap lantai dengan ragu-ragu. Dapat Taeyeon lihat sekarang, gadis tampak begitu bingung. Hingga akhirnya Tiffany mengalihkan pandangannya, menatap Choi Jin Woo dalam-dalam. ” Ayo kita pergi dari sini. Kemanapun itu. ” jawab Tiffany dengan tegas, lalu melangkah pergi dari hadapan Choi Jin Woo.

” Tunggu, Tiffany! ” Choi Jin Woo hendak menyusul tapi Taeyeon sudah menghadang pria itu dengan tubuh mungilnya. ” Apa lagi sekarang? Tidak bisakah kau menyingkir nona!? ” geram pria itu.

Taeyeon mendongak, menatap Choi Jin Woo dengan mata gelapnya. Wajah wanita itu menyiratkan sebuah keberanian, ia tidak takut, sekalipun harus menghadapi seorang pria. ” Sebaiknya lepaskan sesuatu yang bukan menjadi hakmu. ” ujar Taeyeon dingin sambil mendekati Jin Woo.

” Apa? ”

” Pecundang sepertimu yang hanya menginginkan harta wanitaku, lebih baik kau berhenti sekarang juga. Atau aku akan… memberimu pelajaran. ” peringat Taeyeon tegas, lalu menjauh dan bergegas pergi mengikuti Tiffany.

” Sial. ” dengus Jin Woo karena ia tidak bisa berkata apa-apa lagi mendengar ucapan itu. Dan pria itu hanya bisa terdiam menatap Tiffany pergi bersama Taeyeon.

.

.

Malamnya, di dalam mobil yang terparkir di depan rumah Tiffany, di situlah keheningan yang sangat panjang membentang di antara mereka. Tiffany terdiam, membisu, hanya menatap ke luar kaca mobil. Lalu gadis itu menunduk, memerhatikan jemari lentiknya yang ia mainkan untuk mengalihkan perhatiannya. Namun, melakukan itu saja belum cukup. Ia terlalu gelisah. Oh, banyak sekali yang terjadi akhir-akhir ini.

Sedang wanita disebelahnya masih menatap ke depan dengan sorot mata yang tak dapat diartikan. Kesunyian begitu terasa karena tak ada satupun yang menyuarakan sesuatu hingga suara Taeyeon memecah keheningan. ” Kau ingin makan atau minum sesuatu? ”

Tiffany menggeleng kepala, ” Tidak, terimakasih. ”

” Apa ada yang bisa kulakukan untuk membuatmu merasa lebih baik? ” tanya Taeyeon lagi. Tapi gadis itu kembali menggeleng kepala.

Geure, araseo. ” ucap Taeyeon dalam sekali helaan nafas. Sesaat keheningan mengunci mereka sekali lagi. Di saat seperti inilah, dalam hatinya Taeyeon berpikir jika memang waktu untuk sendiri yang dibutuhkan gadis itu sekarang, maka tidak ada alasan lagi baginya untuk berlama-lama berada di dekat Tiffany. Melepas sabuk pengaman dan bersiap membuka pintu, Tiffany justru memanggilnya, membuat Taeyeon mengurungkan niat untuk pergi.

W-wae? ” tanya Taeyeon bingung.

” Bisakah… kau tetap disini sebentar saja? ” suara Tiffany lebih mengarah pada memohon dibanding meminta. Lagi pula, apa yang dapat menghentikan Taeyeon agar tak memenuhi permohonan gadis ini?

” Apa… kau ingin berbicara sesuatu denganku? ” Taeyeon bertanya dengan hati-hati.

Namun Tiffany kembali diam, dan Taeyeon memang berniat memberinya jeda sesaat untuk gadis itu berfikir. Hingga akhirnya Taeyeon kembali bertanya, ” Tippany, neo gwaenchana?

” Aku… ” suara lemah gadis itu terdengar, kepalanya menunduk dan tangannya meremas bajunya berulang-ulang. ” sebenarnya, aku tak tahu bagaimana ini bisa terjadi. Maaf sudah melibatkan dirimu dalam masalahku. ” kata Tiffany muram.

” Jangan meminta maaf. Kau tak perlu mengatakannya karena kau tidak melakukan kesalahan apapun. Tapi pria itu, dialah yang sudah mengganggu acara kencan kita. Dia sungguh menyebalkan. ” Taeyeon menggeram dan Tiffany bisa merasakan suara wanita itu yang sedingin hawa diluar.

Tiffany pun hanya menatap ke bawah pada kedua tangannya. Dia melamun lagi. Dan, ketika suara lembut Taeyeon memanggil namanya, dia menengadahkan kepala untuk melihat ke arah wanita itu, tapi Tiffany justru dikejutkan dengan sepasang mata hitam pekat yang tengah menatapnya. Tatapan dengan kekhawatiran di matanya, juga tatapan yang menyiratkan pertanyaan tanpa kata yang bisa Tiffany tangkap dengan sangat baik.

Tiffany tersenyum tipis. ” Ya, kau benar. Pria itu memang menyebalkan. Tapi kau tak perlu cemas, aku tidak apa-apa. ”

Taeyeon menghela nafas panjang. Wajah wanita itu terlihat lelah tapi matanya menyiratkan kelegaan dan kelembutan saat melihat Tiffany. ” Pasti kejadian hari ini membuatmu tak nyaman. ” lalu ia tersenyum tipis sekali. ” Tapi jika kau mengatakan kau baik-baik saja, syukurlah kalau begitu. ”

” Lalu bagaimana dengan itu? Aku sudah merusak kesepakatan pertama kita. ” kata Tiffany pelan. Mata gadis itu berkaca-kaca ketika ia melanjutkan, ” Ya Tuhan, kami seharusnya tidak bertemu. Semua sudah berakhir. Tapi aku sungguh tak tahu kenapa pria itu datang lagi? Harusnya dia tak melakukan ini padaku. A-aku.. aku- ” suara Tiffany semakin tenggelam, lalu ucapan gadis itu benar-benar terhenti karena tersentak saat tangan Taeyeon menyentuh tangannya. Tiffany merasa seolah ada sesuatu yang tak kasat mata, yang menyengat tangannya.

Saat Tiffany memandangi tangannya dalam genggaman Taeyeon, sejenak mereka terdiam. Tubuh Tiffany mendadak kaku ketika tangan itu… tangan yang menggenggamnya sangat erat, tangan yang semula membuat Tiffany begitu benci bila disentuh, kini membuat hatinya begitu terasa hangat. Tiffany merasakan desiran aneh di dadanya, jantungnya berdetak dengan keras sehingga dia takut jika Taeyeon sampai bisa mendengar suara detak jantungnya.

Sedang Taeyeon masih menatap gadis itu intens, membuat kecanggungan menghinggapi diri Tiffany. Tapi Taeyeon tidak berkata apa-apa. Wanita itu hanya menggengam tangan Tiffany, berharap bisa memberikan sedikit hiburan, dukungan. Kemudian barulah Taeyeon bicara ketika Tiffany hendak menarik tangannya. Taeyeon meremas tangan Tiffany yang dalam gengamannya. Kali ini jantung Tiffany benar-benar berdesir. Wanita itu tampak serius, menatap Tiffany dengan tatapan matanya yang dalam.

” Tippany… apakah… aku pernah ada di dalam hatimu? Meskipun itu.. sedikit saja? ”

Dan tentu saja pertanyaan itu membuat Tiffany terkejut! Masih terpana, gadis itu hanya terdiam menatap Taeyeon didepannya. Dengan susah payah Tiffany menelan ludah lalu memalingkan tatapannya pada benda lain agar tak kehilangan akal sehat. Sejujurnya ia tak tahu harus mengatakan apa. Namun belum sempat Tiffany memberi jawaban, Taeyeon lebih dulu menimpali ucapannya. ” Ah, sepertinya itu tidak penting sekarang. Ada sesuatu yang lebih penting dari itu. ”

N-ne?

” Karena aku sudah mengganggap permintaan pertama berjalan dengan lancar, kau harus melakukan permintaan keduaku. ”

” Permintaan… kedua? ”

Taeyeon terdiam sejenak, lalu berujar, ” Lupakan pria itu. Itulah permintaan keduaku. ”

M-mwo? ” tanya Tiffany, terkejut. Sebab dia sedikit bingung dengan ucapan wanita itu kali ini.

” Karena kau berhak mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik dari orang itu. ”

” Tapi- ”

” Tippany, bahagialah di setiap waktu sekalipun nanti aku tidak di sisimu. Tertawalah dan terimalah banyak cinta dari orang yang benar-benar tulus padamu. Aku harap kau bisa hidup dengan nyaman dalam waktu yang lama, dan hiduplah lebih bahagia dari hari ini. ” jelas Taeyeon. ” Kau bisa melakukannya, kan? ” tanyanya kemudian.

Sedang Tiffany hanya diam menatap Taeyeon yang terlihat serius di hadapannya. Beberapa detik kemudian, Tiffany mengangguk perlahan dan harus menjauh menarik kembali tangannya dari genggaman Taeyeon sebelum bisa bernapas kembali. ” G-geure, a-aku akan melakukannya. ” kata Tiffany gugup.

.

.

.

.

* * *

Hayo siapa yg bilang part ini bakal mewek bombai??

Note : sejujurnya aku mau endingkan ff ini secepatnya. Tp krn aku ingin memberi gimana perkembangan hatinya tiffany ke taeyeon (mengingat karakter tiff yg jual mehong) jadi endingnya molor deh.
Tapi kemungkinan ff ini gk nyampe part 20 kok. Jd sabar y buat ketemuan sama si ending. Gkgkgk XD

Dan mw mengingatkan readers keceku. Lebih baik kalian berkomentarlah ttg isi ff nya drpd komen kalian cuman minta next part ato nyuruh panjangin tulisanku, krn komen yg seperti itu jauuuuuuuuh lebih berharga bagiku.

Juga buat siders, tolonglah budayakan diri kalian berkomentar sebelum kalian menyadari kenikmatan berkomentar itu datangnya terlambat. Awas, keburu wp penyedia fanfic pada closed! :-V

Ok sekian. Thankz. ^^~

Advertisements

27 thoughts on “Step mother (13)

  1. lidya20

    Oh my gosh,, author nyindir komentar gw di part sebelumnya, tentang part yg mewek-mewek sumpah demi apa???
    Berasa kek di notice artis papan triplek gw,,πŸ˜‚πŸ˜‚
    Pany mah gitu, sok jual mehong mulu, pura pura masang wajah masam, padahal dalam hati senangya minta ampun, keburu tae pergi baru nyesel, soalnya dua permintaannya udah dipenuhi kan?? Berarti berarti bentar lagi gk ada ibu yang byun lagi dong??

    Like

    Reply
  2. chipothyun

    Tae tahu kaya nya ya niat tdk baik mantan nya pany

    Si pany masih jual mahal aja

    Reaksi nya gimana kalau tae pergj

    Like

    Reply
  3. zh2904

    Jadi mantan Tiffany pingin balikan lagi cuma karena harta doang? kok kesel ya? 😈
    Semoga Tiffany nggak terlambat menyadari perasaannya buat Taeyeon & segera jujur akan perasaannya 😩

    Like

    Reply
  4. byunayam

    Ohh jdi si jinwoo2 itu matre dan pengen harta doang πŸ˜’
    ‘Wanitaku’ 😍 tiffany yg dipanggil begitu tpi kok gw yg deg2an ya πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

    Reply
  5. nurhuda.nur

    tinggalkan masa lalumu pany .msh ad ms depan menantimu . wlaupu kamu blm bisa buka hatimu untuk taeng tp cobalah belajar mencintai taeng . gimana jika suatu saat dia pergi . pst ujung2nya rindu,menyesal ingin berada trs dekat taeng .ya kan !!

    dan betul kata taeng lupakan jin woo
    kini dan slmanya . cobalah buka lembaran baru bersama org terkasih
    ok thanks udh apdet . semangat terus nulisnya thor !!

    Like

    Reply
  6. Yeon TaeNy

    Ulala…mending tuh cowok matre dimasukin karung aja, trus dihanyutin dikali ciliwung atau buang dikandang macan 🀣🀣🀣, dari pada gangguin hidup pany..
    Pany lu harus berpikir seribu kali deh kalau mau balik sama sicomat.., mending kamu nerima cintanya tulus taeyeon aja..hehe

    Like

    Reply
  7. pambluesky

    akhirnya apdet, ga sampe nangis tapi sedikit nyesek sih pas ngebayangin jadi tae, si fany itu kelamaan buka hatinya buat taeyeon keburu dia pergi terus nyesel deh tuh
    ckck moment yang harusnya manis jadi terganggu karena sang mantan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

    Reply
  8. sn

    Gue jarang jarang dan loncat loncat banget nih baca ff yang ini. Kadang baca kadang kagak wkwkwkw. Jadinya belum ngeh gue sama cerita sebelum nya hehehehhe

    Like

    Reply
  9. taenyls4ever

    Ecieeeee.. si ppany dek2 sernya udah banyakan sm taeng πŸ˜˜πŸ˜šπŸ˜™πŸ˜πŸ˜ŽπŸ˜Ž
    Itu si kunyuk gangguin kncan ank2 gue knp ituuh.. enyahlahh kau!!
    Eh itu ngobrolnya di dlm rmh aj td sehrusnya.. kan suasana udh mendukung nih.. tgl nunggu moment yg pas buat cepokan.. trus bilang suka sm suka… trus cepokan lg.. trus bobok bareng.. πŸ™ŠπŸ™ŠπŸ™ŠπŸ™Š
    Bwahahaahhhahaa imajinasi liar gueeh πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

    Reply
  10. tippa01

    Mengganggu aja si kamprett itu😣😣
    Bogem aja tae biar kapok
    Besok2 bakal dtg lg tuh si somplak pasti gangguin taeny gue😑

    Kok gue agak terharu yaa denger taeyeon suruh tiffany hidup bahagia walaupun gak ada taetae disisinya😧
    Manabisa tae, tippany bahagia kalo bersama taetaeπŸ˜πŸ˜˜πŸ˜‚

    Like

    Reply
  11. veralsdorkytaetae

    Taeyeon bijak banget kata” nya bikin aku tersentuh akan ketulusan cinta tae ke pany.
    Pany jangan dipendem dong perasaannya, nanti tae diambil orang lohh. Ntar nyesel…
    Buat author semoga sehat selalu, byeeπŸ˜πŸ‘‹

    Like

    Reply
  12. tan_im

    Berharap happy ending dan taeny bisa bersama..
    Dan buat pany jgn kelamaan jual mehong ntr nyesel kl tae udh ga disamping lu..

    Like

    Reply
  13. Vin Bluee09

    Giliran ngrasa kehilangan ,itu cwo minta balik lagi ,dasar pecundang πŸ˜‚πŸ˜‚ ,
    Kok baca yg tae kasih nasihat ppany rada nyeri yah ,kek seakan _akan tae nyerah dan ya udahan gtu 😭😭😭

    Like

    Reply
  14. brigittagapes

    Kan kampret si tippa mana jual mahal mulu lagi… ntar aja pas orgnya udh pergi baru nangis bombay sebanyak 1ton minta jgn pergi… alay dah lo tan. Buruan ngomong gk usah sok pake getaran tangan tatapan mata atau masih pengen ada permintaan ketiga. Muak gw asli ama sikap tippa yg jual mehonggg…
    Kalo cinta ya ngomong atuhhh…
    Lo mah gitu thor suka kasih php… usir aja udh si tae biar sitippa ngerti ama hatinya…wkwkwk
    Okay thor see ya n hwataengggv…

    Like

    Reply
  15. Theyeon

    gue pas baca ada rasa kesel kesel nyesek pen nampol gimana gitu..
    kesel krn patini ngeselin.. pen nampol krn patini g ngomong langsung ke tatang :v..
    perasaan gue bener2 campur aduk deh gue bacanya..

    Like

    Reply
  16. ademoelyawati

    Anyeonng…yawlah…kata” tae nyentuh bgt…mewek bombay gue…😒😒😒
    Tpi…beneran fany mau lepasin tae gtu aja???jangan napa fany ahhh…😒😒😒😭😭😭

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s