Step mother (15)

image

.

.

Cahaya lampu di sebuah taman tampak remang-remang. Di sore hari yang perlahan berubah menjadi larut, wanita dengan rambut pirang terurai itu duduk di bangku coklat, termenung sendirian. Bagaikan sebuah patung yang menjadi bagian dari taman, ia tidak peduli pada udara dingin yang mulai menyentuh kulitnya yang putih pucat. Suasana damai dengan udara yang segar membuatnya enggan mencari tempat selain daripada taman yang sepi ini. Duduk seorang diri, matanya menatap nanar ke langit senja, sembari mengingat-ingat semua hal luar biasa yang telah terjadi pada hidupnya.

Tak jauh dari sana, berdiri seorang gadis yang sekarang melihatnya. Diantara suasanya yang mulai sepi, gadis itu mengamati Taeyeon, melihat wajahnya yang muram. Tiffany terkejut. Bukan karena wajah Taeyeon yang cantik itu muram sehingga dia heran, tidak. Tiffany terkejut karena ini adalah pertama kalinya gadis itu begitu diam dan muram ketika mereka sangat dekat.

Hal itu membuat Tiffany menyadari, jika kadang-kadang penampilan Taeyeon tampak kuat dan ceria, menggoda Tiffany dengan kata-kata ramah dan manisnya. Tetapi sekarang, di bawah temaramnya lampu, dengan setengah bayangan siluet di wajahnya, Taeyeon tampak begitu muram, seperti patung perunggu di tengah taman dalam kegelapan yang terduduk dan… kesepian.

Aigoo.. ada apa dengan wajah orang itu? Membuat orang lain cemas saja. ” guman Tiffany lalu melangkah pelan, semakin mendekatkan dirinya dengan Taeyeon. Oh Tuhan, betapa Tiffany ingin sekali memeluk wanita di depannya ini, memberi sedikit dukungan. Tapi rasa gengsi dan pikiran rasionalnya sudah mengalahkan segalanya. Dia datang bukan untuk melakukan hal gila seperti yang baru saja ia pikirkan, tapi dia datang karena wanita itu bilang akan membuat segalanya berakhir. Dan sudah lama Tiffany menantikan saat-saat seperti ini.

Lalu lamunan Tiffany terhenti saat kepala Taeyeon menoleh hingga mata mereka bertemu. Sesaat Tiffany terpana. Hanya dengan tatapannya saja, darah Tiffany berdesir mendamba. Jadi dia segera mengerjapkan mata dan berdehem pelan. Tiffany menyadari bahwa ia harus menghentikan segala refleks dari respon dirinya agar mata mereka tak bertemu sesering ini. Tiffany menggeram dalam hati, sial, wanita itu punya sesuatu dari matanya yang membuatnya enggan untuk mengalihkan perhatian. Jadi sebelum semuanya terbaca, ia pun juga harus menahan diri.

” Oh kau sudah datang? ” kata Taeyeon ramah. Wanita itu bergerak menggeser tubuhnya kemudian memberikan isyarat pada Tiffany untuk duduk disampingnya. ” Duduklah. ” Tiffany lalu duduk bersama Taeyeon.

” Tippany. ” Taeyeon memanggil Tippany, dia menatap lekat-lekat ke arah Tiffany dan memilih untuk membuka percakapan lebih dulu. ” Maaf, meminta kau kemari dengan tiba-tiba. Aku minta maaf untuk itu. ” sambungnya.

Tiffany menundukkan kepalanya, ” T-tidak masalah. Tak perlu minta maaf. ” gumamnya pelan, sedikit gugup. Lalu suasana hening lebih mendominasi. Tiffany diam. Begitu pula Taeyeon.

Lalu Taeyeon tersenyum. ” Kau sangat cantik. ” ujar Taeyeon tiba-tiba. Hal itu jelas memecahkan kebekuan diantara mereka.

Mata Tiffany perlahan-lahan kembali naik dan naik, memandangi leher Taeyeon yang tegas dan dagu indah, bibir tipis dan menuju mata hitamnya. Lalu tubuh Tiffany tersentak saat tiba-tiba saja mata Taeyeon melihat padanya begitu dekat. Meskipun sudah melihat wanita itu berkali-kali, tetap saja Tiffany terkesiap ketika menatap langsung ke mata hitam gelap yang indah itu. Tapi mata wanita itu masih terlihat murung seperti beberapa saat lalu, seolah berusaha keras menekan kesedihannya. Tapi cepat-cepat Tiffany memasang wajah masam.

Heol.. aku tidak akan termakan rayuan dari ahjuma mesum sepertimu. ”

Taeyeon tersenyum lembut melihat ekspresi Tiffany. ” Tidak Tippany, aku bukanlah wanita mesum. Aku mengatakan itu karena aku berpikir kau sangat berharga untukku. ”

Pipi Tiffany bersemu. Setelah kata-kata itu, perasaan jika dirinya istimewa muncul. Dan kata-kata itu pula yang mengirimkan rasa gembira yang menuju tepat ke hati Tiffany. Namun itu hanya bertahan sesaat karena gadis itu kemudian berdecak malas. ” Tck, berhenti mencoba merayuku. ” suara Tiffany merendah, membuat senyum mengembang di kedua pipi Taeyeon. ” Oh, bukankah kau bilang ingin mengatakan sesuatu? ” tanya Tiffany kemudian.

Taeyeon terdiam, cahaya mata wanita itu meredup sejenak sebelum akhirnya mengangguk. Dia memberikan amplop cokelat yang tengah ia pegang. ” Apa yang ada di dalamnya.. itulah semua jawaban yang kau inginkan. ”

Awalnya Tiffany sedikit ragu tapi ia segera menerima dan membuka amplop tersebut. Sedetik setelah membaca isi dari selembar kertas di dalamnya, Tiffany enggerakkan kepalanya untuk menatap Taeyeon dengan alis yang berkerut. ” Apa ini? ” tanyanya kebingungan. Di kertas lusuh dan nyaris berganti warna menjadi kusam seutuhnya, disana hanya ada tulisan berwarna-warni khas anak kecil.

” Apa maksud semua ini? Jadi ini yang kau maksud sebagai bukti atas semua yang terjadi? Apa kau sedang mempermainkanku? Apa kau—! ” ucapan Tiffany langsung dipotong oleh Taeyeon.

” Bukan! Aku tidak pernah mempermainkanmu. Ini semua terjadi karena perjanjian yang ada disana. ” jawab Taeyeon dengan suara tenang. Tiffany benar-benar tak menyangka kalimat itu bisa keluar dari mulut Taeyeon dengan tenangnya. Gadis itu pun terdiam sejenak.

” Per…janjian? ” kembali Tiffany mengulang kata itu dengan suara lirih dan hampir tak terdengar. Wanita itu memberitahu alasan kenapa dia menjadi ibu tirinya dengan cara yang mengejutkan sekali. Tiffany mendengus kesal. Sungguh tidak bisa di percaya, Tiffany dibuat heran olehnya.

” Seperti yang kau lihat disana, semua sudah jelas. Sekarang aku telah menyelesaikan apa yang kau minta. Jadi kau tak perlu khawatir. Sebentar lagi, semua akan kembali seperti sebelum aku datang. ”

” Jika seperti itu, kau akan hilang begitu saja? Lalu, apa kau pikir ini masuk akal setelah semua yang terjadi!? Jelaskan padaku apa maksud semua ini!? ” tanya Tiffany marah, kesal dan bingung sekaligus.

Wanita itu menelan ludahnya susah payah lalu menarik Tiffany masuk dalam dekapannya. Taeyeon memeluk Tiffany. Sontak Tiffany terkejut dengan mata melebar. Bersamaan dengan itu pula Tiffany terpana, merasakan pelukan Taeyeon yang sedemikian erat di tubuhnya. Lengan kuat Taeyeon melingkarinya, seakan ingin meremukkannya. Tetapi dibalik kekuatan pelukannya, Tiffany merasakan ada kerapuhan yang dalam di sana. Taeyeon memeluknya, tampak rapuh bagaikan bocah kecil yang meminta dikuatkan.

Y-ya! A-a..apa yang kau lakukan? ”

Taeyeon menghela nafas panjang. ” Kau adalah gadis yang baik Pany-ah. Setelah ini kau harus hidup dengan baik agar aku tak menyesal telah melepasmu. ” kata Taeyeon dengan mata menerawang. Kemudian memeluk Tiffany lebih erat, lebih intens dan lebih nyaman. Jadi Tiffany hanya membiarkan tubuhnya diam dalam pelukan wanita itu yang hangat hingga menjadikan Tiffany tak tertarik meloloskan diri.

Mereka pun terdiam lama. Seluruh tubuh Taeyeon yang bersentuhan dengan tubuh Tiffany merasakan ketegangan otot gadis itu yang mulai melemas begitu pelukan ini ia perlama. Kemudian Taeyeon menenggelamkan kepalanya di rambut Tiffany. Berdekatan dengan Tiffany seperti ini, mencium aroma wangi di tubuhnya, dan kemudian… mengangankannya dalam setiap detik di mana mereka tidak bersama. Ini siksaan yang menyakitkan. Tapi dia berusaha menahan air matanya yang sebentar lagi pasti jatuh.

Lama kemudian, Taeyeon melepaskan pelukannya. Ekspresinya tidak terbaca. ” Aku tidak akan melupakan saat-saat kita bersama, bahkan sejak kita masih kecil. Terima kasih banyak atas semua kenangan indah itu. ” ujarnya. Taeyeon tampak begitu tulus.

” Untuk apa kau berterima kasih? Kita bahkan tidak pernah saling mengenal di masa lalu. ”

” Aku tahu kau memang tak akan mengingatku. ” ujarnya. Jemari Taeyeon bergerak ragu dan menyentuh pipi Tiffany, wanita itu menempelkan tangannya di sana sebentar sebelum bergerak turun, dan jarinya meraih jari Tiffany. ” Tapi, walaupun kenangan tentang diriku hilang, tapi kenyataan bahwa kau ada dalam hidupku, itu tidak akan pernah hilang. ” dan saat ini, ketika Taeyeon memegang tangan gadis itu, Taeyeon melihat Tiffany seperti itu lagi. Seolah-olah ini pertama kalinya. Seperti Taeyeon tak akan melihat Tiffany ketika esok datang.

” T-taeyeon-ssi.. n-neo..

” Sekarang.. tidak ada lagi yang tersisa. ” lanjut Taeyeon.

” Apa… maksudmu? Apa kau akan pergi sekarang? ” tanya Tiffany dengan suara bergetar, terdengar khawatir.

Taeyeon mencoba tersenyum ke arah gadis itu, melihat bola mata Tiffany yang indah. ” Dalam seluruh hidupku yang kacau, kau adalah satu-satunya bagian yang terbaik, yang menjagaku tetap waras, yang membuatku menanti hari esok. Jadi aku tidak pernah menyesal mencintaimu. Tidak akan pernah, selamanya. Tapi, hari ini, takdir kita sudah cukup sampai disini. ”

” T-tapi- ”

” Tippany, itulah permintaanku yang ketiga. ” sela Taeyeon. Suaranya pelan, namun jelas dan padat. Menusuk ke jantung Tiffany yang terbakar. ” Berbahagialah, Tippany. Selamat tinggal. ” ujarnya lagi dengan senyuman yang menyedihkan.

Sedang Tiffany tidak mengatakan apa-apa ketika wanita itu bangkit. Tiffany membeku menyadari hangat tangan Taeyeon pelan-pelan menghilang, seiring dengan langkah kaki wanita itu yang menjauh. Sesaat lamanya Tiffany mencerna kalimat Taeyeon, menelannya, dan kemudian memikirkannya lagi.

Bukankah… ini yang dia inginkan?

Kemudian, Taeyeon yang berjalan pergi berhenti sejenak. Taeyeon menghela nafas lalu menyeka air mata yang telah membuat jalur kecil dari ujung matanya. Namun dia tidak berani menoleh. Ia tahu, Tiffany masih duduk disana. Ia tahu, kalau melihat gadis itu, ia akan goyah. Jadi, ia pun kembali melangkah meski tiap langkah yang ia ambil terasa seperti mengangkat beban berton-ton.

Dalam hidupnya ia mencintai satu orang gadis sejak usianya sepuluh tahun. Ia mencintainya dan membayangkan masa depannya ketika perasaan mereka berbalasan. Tapi itulah yang menjadi awal kisah cinta Taeyeon yang sangat sedih. Takdir yang sangat pedih. Mungkin karena keduanya tidak pantas menerima takdir mereka.

Dan Teyeon menyadari rasa sakit ini semua karena ia terlalu mencintai gadis itu. Ia terlalu mencintainya sampai ia sadar sepenuhnya bahwa cintanya hanya akan berakhir dalam impian siang hari, yang sia-sia, terlalu indah untuk diwujudkan, namun meninggalkan jejak dan menyiksanya dalam setiap mimpinya di malam hari. Cinta telah membuat dirinya sangat lemah. Namun Taeyeon percaya, jatuh cinta bukanlah dosa. Tapi tetap saja, air mata Taeyeon kembali mengalir pelan di pipinya.

” Selamat Tinggal, pany-ah.. ” lalu wanita itu kembali menarik dirinya menjauh. Tanpa menoleh sedikit pun.

.

.

Saat hari telah larut, Tiffany melangkah dengan gontai sendirian ke rumahnya. Hingga tanpa ia sadari, gadis itu telah sampai di ruang tengah yang tampak rapi. Tapi disana terasa sepi, begitu dingin. Tiffany menghela nafas panjang. Wajahnya tertekuk lesu tanpa tahu apa yang harus ia lakukan. Sekarang, rasanya semuanya bertolak belakang. Dia yang seharusnya merasa senang, hatinya justru terasa pedih dan menyakitkan.

Tiffany menarik napas dalam, meletakkan tasnya asal dan meringkuk ke atas sofa. Ketika mengingat punggung Taeyeon yang menjauhinya, Tiffany memejamkan matanya, merasakan panas air mata di wajahnya. Sementara rasa sakit terus menikam dadanya. Dia mulai menangis tanpa tahu pasti apa alasannya. Semua ini terasa mimpi buruk. Sepertinya mimpi indahnya telah berakhir dan tergantikan dengan kenyataan pahit yang membuatnya ingin meringkuk di sudut ruangan.

Untuk pertama kalinya, Tiffany ingin merenggut jantungnya sendiri agar tidak dapat merasakan rasa sakit dan frustasi yang dia alami. Sekarang, dia mengetahui apa maksud perkataan temannya—Yuri saat mengatakan kalau dia ingin mengambil jantungnya sendiri saat Jessica meninggalkannya. Sekarang, Tiffany mengetahuinya.

” Kenapa hatiku sakit sekali rasanya? ” guman Tiffany saat air matanya tak berhenti berjatuhan. Dia sampai tidak tahu berapa lama telah menangis.

Tapi kemudian, tiba-tiba Tiffany menegakkan kembali tubuhnya. Dia melihat kebawah, terdapat kotak kecil yang sedikit terbuka di kolong meja menarik perhatiannya. Tiffany beranjak turun, menekuk lututnya menarik kotak itu dan mengintip ke dalamnya. Lalu mengeluarkan sebuah pigura yang memperlihatkan foto dua orang gadis kecil. Seorang gadis kecil yang ia ketahui sebagai dirinya dan yang satu lagi tampak asing. Gadis yang asing itu, yang memeluknya dari belakang, menaruh matanya ke arah kamera dengan senyum terulas dari sudut wajahnya. Alis Tiffany berkerut. Sesuatu dalam ekspresi gadis itu yang berseri di dalam foto sontak membangkitkan memori Tiffany terhadap seseorang. Menimbulkan berbagai pertanyaan memenuhi kepalanya.

Apa yang terjadi?

Tiffany meraih tasnya dan mengeluarkan kertas pemberian Taeyeon dengan tangan gemetaran. Gadis itu kembali membacanya lagi. Dan disanalah semuanya di mulai, dimulai dari perjanjian mereka sewaktu kecil.

” …apa kau benar-benar tidak akan meninggalkanku seperti ibuku? ”

” Ya, aku tidak akan meninggalkanmu Tippany. Aku janji. ”

” Sungguh kau akan ada disisiku dan melindungiku? ”

” Tentu saja Tippany. Aku tidak akan melupakan janjiku sendiri. ”

” Lalu bagaimana caranya? Aku tidak bisa mempercayai anak nakal sepertimu. ”

” Apa? Yaa~! Aku bukan anak nakal! Dan aku akan menepati janjiku, seumur hidupku. Tapi, sejujurnya aku tak tahu caranya. Aku harus bagaimana Tippany? ”

” Apa? Aish~ kau ini! Yasudah kalau begitu beri tanda tangan di kertas ini. ”

” Perjanjian menjadi ibu Tiffany Hwang? A-apa ini? ”

” Karena kau bukan temanku yang baik, kau juga bukan kakakku, jadi lindungi dan tetap disampiku seperti seorang ibu. Jadi tetaplah menyayangiku seperti ini, seperti ibuku Taetae. ”

” APA!? K-kau, kau ingin aku menjadi ibumu??? ”

” Humm.. jadilah ibuku taetae. “

Saat itu juga dada Tiffany terasa sesak saat kembali teringat seluruh bayang-bayang kebersamaan di masa lalunya. Sosok wanita dari foto yang ia pegang menangkap seluruh perhatiannya. Sepasang mata yang hitam itu menatapnya dalam dengan senyum simpul yang selalu dia rindukan. Itu hanya sebuah foto, tapi Tiffany masih bisa merasakan seluruh gairah yang terpencar dari mata wanita itu untuknya. Tiffany bahkan langsung mengingat hangatnya lengan wanita itu saat memeluknya kuat-kuat.

Selain ayahnya, wanita itu dulu adalah segalanya, wanita itu sumber kehidupannya, tempatnya berlindung. Sekarang dia rindu, sangat rindu wanita itu. Tiffany membayangkan wajahnya, manik mata gelapnya yang bening, alisnya yang tebal, tawanya yang renyah… juga kebahagiaan mereka yang terenggut paksa oleh perpisahan. Yang saat itu mengharuskan ia menjalani operasi tumor otak di Amerika, yang membuat ia kehilangan ingatannya setelah itu.

” Siapa kau? Siapa kau sebenarnya? ”

” Lalu bagaimana menurutmu Pany-ah? Apakah kau pernah mengenalku? Pernahkah kita bertemu sebelumnya?

” Apa? ”

” Seandainya kau mengingatku, apakah itu akan berarti sesuatu untukmu? “

Saat itu jugalah jantung Tiffany berdegup kencang menemukan semua ini. Menghapus air mata di pipinya, Tiffany menaruh foto itu di atas karpet dekat kakinya. Dengan segera Tiffany bangkit, mengerahkan semua tenaganya yang tersisa untuk berlari keluar.

” Taetae… ”

.

.

.

.

* * *

Note :
Buat yulsic shipper, mreka spesial cameo di part ini. XD

Next part adalah part end!!
Tentu akan aku PASSWORD!!
Kalian hanya perlu inbox ato DM dengan NULIS ID kalian. ( SNS-ku cek disini )
TAPI!!!! TENTU HANYA READERS LOYALKU YANG MENDAPAT BALASAN DARIKU. Bagi SILENT READERS, dan readers yg komen seperlunya, maaf sebesar-besarnya, chat kalian TIDAK akan kubalas.

Advertisements

23 thoughts on “Step mother (15)

  1. lidya20

    Owhh,, jadi itu alasannya kenapa pany gk ingat sama tae,, *ngangguk-ngangguk
    Tae setia banget sama janjinya, jdi makin lope-lope, 😍😍authornim bisa sisain satu yg kek Tae nggak???

    Like

    Reply
  2. pambluesky

    sekarang kejawab sudah kenapa fany bisa lupa sama tae, ga nyangka dia bisa kena tumor. apa kejadian pisahnya taeny bakal ada flashback ga thor?
    next chapter berharap mereka happy ending karena tae terlalu banyak nanggung beban dan bikin dia sedih 😆😂
    oke ditunggu next chapternya thor 🙂
    👍👍

    Like

    Reply
  3. Yeon TaeNy

    Oh..jadi dulu pany kena tumor otak makanya dia lupa sama taeyeon😱…, ta’ kirain dia pernah kecelakaan dan jadi lupa ingatan😜😆😆
    Wah..next part bakalan end dan bakalan di gembok ama siauthor…,hmm gw bakalan dapat balasan dari author kah??#ngarep hehe

    Like

    Reply
  4. veralsdorkytaetae

    Pany kenapa baru ingat? Itu taetae mu udah pergi…😢
    Huahh akhirnya akan tamat juga ceritannya😁

    Like

    Reply
  5. q_dorktae

    Kasian uri taetae….
    Kan ingatnya emg pas di akhr, tp krn itu pany jd sadar kalo dia cinta tae.
    Authornim tlg persatukn mereka😊

    Like

    Reply
  6. kimtaetae

    latar ceritanya deatil bett nih otak bikin video sendiri XD
    ada kalimat yang menyentuh nih “jatuh cinta bukanlah dosa” dan akhirnya setelah banyak sad drama dilewatin taeng, ppany ingat jg who is she? taetae :”)

    Like

    Reply
  7. vina

    Jd slm ini fany lupa ingatan krn sakit, skrg fany udh inget taetaenya, ayo fany cari taetaemu, yg penting fany udh inget n TaeNy bs bersatu

    Like

    Reply
  8. taeny407

    Wkwkkw gue gak tau masuk ke golongan mana nih nanti kalo DM thor, krna gue nyerah waktu mecahin ygdi gembok

    Fany beneran terlalu egois deh dia gengsi ngakuin perasaannya yg jelas jelas udah ke taeng 😭 kenapa jadi gini mereka taeng juga udah nyerah. Waeeeeee
    Cepat fany cepat sebelum taeng ngilang 😭 malah gue takut dia gak balik lagiiiiiii 😿

    Like

    Reply
  9. NW

    Eh … Ko gue pusing sendiri yeee .. gue belum bca part 1-14 nya Thor .. langsung bca part ini 😀
    Gue bru bisa.baca sekarang thor.
    Okeh .. gue otw bca satu” yee
    Semangat terus ^_^

    Like

    Reply
  10. seci dina

    Ya ampunn sedihnyaa.. 😢😢
    Fany kasian kena tumor tapi taetae lebih kasihannn dilupain sama panyy huaaaa😢😢
    Pengen tau gimn mereka pisah dulu dan gimn kehidupan taetae pas pany pergi duhhhhh ini nyesekkk…
    Semoga aja happy ending … 😭😭 ngak kuat hayati nyesek bacanyaaa 😭

    Like

    Reply
  11. kimkimkan

    Baper apalagi sambil dengerin lagunya DAY6 – I Smile huuuh jadi makin baper, akhirnya fany ingat sama tae juga,cepet fany kejar tae sebelum ketinggalan tae udah pergi jauh

    Like

    Reply
  12. tippa01

    Astogeehhhh mewek baca part ini😢😢
    Kenapa fany lama amat sih sadarnyaa😢😢
    Itu taetae mu naaakk taetaemuuu😅😅
    Bersatulah taeny berrsatulaahhhhh!! *jederrrr*😂😂

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s