Step mother END (bagian 1/2)

image

*) Yang lupa sama ff ini, silahkan KLIK DISINI untuk part sebelumnya.

.

.

Suasana jalanan agak sepi, tidak seperti biasanya yang akan penuh sesak dengan kendaraan. Angin yang berhembus terasa menusuk tulang, benar-benar dingin yang menyayat. Lampu-lampu jalanan juga terlihat berkedip-kedip. Namun semua itu tak dapat menghentikan Tiffany. Dia masih berlari, dengan setiap laju langkah kakinya, pikiran gadis itu terbang kepada kenangan-kenangan lama yang masih tersimpan di memori otaknya. Seperti potret pada selembar kertas yang tersimpan dalam album kenangan di kepalanya, dia membaliknya selembar demi selembar. Ya, dia telah mendapatkan kembali ingatan masa kecilnya bersama Taeyeon yang hilang.

” Taetae… ”

Tiffany ingin menjerit dan kakinya terus berlari untuk mencegah Taeyeon pergi dari hidupnya. Tapi lidah Tiffany kelu dan kakinya terasa lamban di gerakkannya. Sungguh ini siksaan batin untuk gadis itu. Kepala Tiffany terasa berdentam-dentam, dan ia merasakan kesakitan itu. Kesakitan yang membuat jantungnya di remas dan di pelintir menyakitkan. Rasa sakit itu langsung menyerangnya, langsung ke seluruh tubuhnya hingga Tiffany mencengkram erat-erat di dadanya untuk mengendalikan dirinya.

” Berbahagialah, Tippany. Selamat tinggal. “

Ketika terbayang lengan wanita itu yang sekarang hanya sebuah mimpi, nafas Tiffany menjadi lebih cepat. Terasa seperti duri bangkit dan menusuk tepat di jantungnya. Hingga suara nafas Tiffany menderu karena tangis yang tertahan mulai terdengar. Lalu air mata mengalir menelannya. Seluruh tubuhnya terasa sakit dan bergetar hebat. Tiffany bisa merasakan semuanya semakin memudar dalam pandangannya. Gadis itu seperti kehilangan semuanya, dan hanya meninggalkan sedikit kesadaran. Tapi Tiffany terus berlari secepat ia mampu.

” Taeyeon-ah mianhe.. mian.. “ batin Tiffany menangis pula. Kini ia telah menyadari kesalahannya. Betapa bodohnya selama ini ia terus menutup mata dan telinga atas semua kasih dan sayang yang wanita itu tujukan kepadanya. Tiffany bahkan mengingat apa yang telah dilakukan Taeyeon untuknya. Wanita itu telah mengorbankan waktu dan segala hal dalam dirinya untuk memastikan ia hidup bahagia.

Namun apa yang dilakukan pada Taeyeon?

Dia terlalu bodoh, begitu egois. Tiffany sadar dirinya sudah terlalu jahat. Jadi.. untuk kali ini, Tiffany ingin mengutarakan kalau dia tak ingin berpisah lagi dengan Taeyeon. Dan ntuk kali ini, ia tak ingin lagi jauh dari wanita itu

” Taetae gajima.. ”

Gajima, jebal gajima… ” pinta Tiffany ketika merasakan panas di matanya.

.

.

Tak sampai satu jam kemudian, Tiffany telah sampai di bandara Incheon. Dia pergi kesana setelah mendapat pesan dari sekertaris Taeyeon yang tersentuh akan kisah haru cinta mereka. Gadis itu pun tak berhenti berlari, mencari sosok itu dengan panik sampai garis-garis hijau kebiruan muncul bersama dengan keringat di keningnya. Hanya Taeyeon yang bisa membuat dunianya jungkir balik seperti ini. Mencintainya dan terluka. Dan terluka karena menyadari dirinya terlalu sayang seperti apapun wanita itu.

Tapi tiba-tiba langkah Tiffany tertahan begitu saja di tengah jalan ketika seseorang menubruk bahu gadis itu, membuatnya limbung. Lalu seseorang mengulurkan tangan untuk memegangi kedua bahu Tiffany. Sesaat suasana terasa lebih hening ketika Tiffany menegakkan tubuhnya, perlahan menaikkan pandangannya.

” Gwaenchana-yo? “ detik itulah Tiffany menahan nafas saat mereka berdua saling berhadapan. Hatinya berdesir. Tiffany terpaku disana, tidak bergerak, bahkan ketika wanita itu begitu dekat. Mulut Tiffany ternganga seakan tidak mempercayai penglihatannya, jika dia menemukannya. Tiffany seperti ingin berseru, tapi justru hanya berbisik dengan suara tercekat.

” T-taeyeon-ah.. ”

Gwaencaha-yo? ” wanita itu kemudian bertanya lagi.

Tiffany tak langsung menjawab. Dengan suara berat akhirnya ia berkata sambil tersengal, ” A-a..aku.. maaf, m-maafkan aku, sungguh maafkan aku.. hiks.. Tolong jangan pergi. Kumohon jangan pergi kemanapun, kumohon, hiks. ”

Mwo?

” Taeyeon-ah aku…. ” Tiffany ingin bicara lagi tapi kibaran helai demi helai rambut si perempuan yang tertiup angin mengaburkan penglihatan Tiffany. Gadis itu mengerjap bingung dan akhirnya menemukan iris biru laut menatapnya dengan khawatir.

” Nona, ” panggilnya. ” kau
tidak apa-apa? ”

Tiffany mengerjap lagi. Berusaha agar air matanya tidak jatuh.

Omo! Kau..? Bukankah kau nona Hwang? Apa kau masih mengingatku? Kita pernah bertemu sebelumnya di kantor Direktur Kim. Namaku Lee Soojin, seorang pengacara yang disewa Direktur Kim untuk kasus korupsi di perusahaan ayahmu. Senang bisa bertemu lagi denganmu. ” kata Lee Soojin dengan ramah. Tapi Tiffany membisu hingga wanita itu bertanya lagi. ” Geunde.. neo gwaenchana-yo?

Tepat saat perempuan itu menatapnya dengan semakin khawatir, satu tetes air mata Tiffany jatuh. Karena perempuan itu… perempuan itu, dia… dia bukan wanita itu. Bukan Taeyeon-nya. Tangis Tiffany akhirnya terdengar begitu jelas, tangis penyesalan dan perasaan bersalah yang begitu ingin meminta maaf pada wanita itu. Dia takut kehilangan Taeyeon, dan Tiffany tidak pernah setakut ini sebelumnya.

Hiks.. Taeyeon-ah..ย gajima.. gajima.. Jebal. Hanya itu saja permintaanku, hanya itu.. jadi kembalilah.. Jangan pergi, jangan pergi.. hiks.. jangan pergi.. kumohon, ” Tiffany terisak makin hebat hingga jatuh terduduk dan wanita disana yang kebingungan dan tidak tahu apa-apa hanya mengelus lembut punggung Tiffany, mencoba menenangkannya. Tapi Tiffany terus menangis histeris. Dia langsung mencengkram dadanya. Menarik kuat-kuat pakaiannya dan meremasnya. Tiffany membutuhkan sesuatu untuk menahan rasa sakit ini.

Akhirnya, gadis itu menyadari kebenaran perasaannya. Karena setiap Tiffany mencari tahu apa yang terjadi pada dirinya, tiap kali wanita itu menyentuhnya, tiap kali Taeyeon membuatnya tersenyum diam-diam, tiap kali dia membuatnya ragu, bahkan tiap kali Taeyeon bersama dengan orang lain… Taeyeon membuatnya mencari tahu apa yang terjadi pada dirinya. Namun ternyata jawabannya adalah orang itu.

Ya, Taeyeon-lah penyebab mengapa Tiffany hampir gila karena dia tidak tahu perasaan apa yang melanda dirinya. Karena wanita itu pula, untuk kedua kalinya Tiffany jatuh cinta dengan orang yang sama. Tapi cinta miliknya ini unik. Tak bisa di bandingkan dengan sebelumnya. Tak bisa di bandingkan dengan orang lain. Namun perasaan yang kembali bangkit itu justru semakin membuat hatinya teriris ngilu. Pada akhirnya pertahanan Tiffany runtuh. Dia telah berjanji pada dirinya untuk tidak akan menangis. Tapi, sekarang… dia terisak. Menangisi dirinya sendiri tanpa berusaha menahan air mata yang mengaliri wajahnya.

Hiks.. k-kenapa kau pergi? Wae!? Jebal, jebal gajima.. ”

Tiffany menangis keras ketika terus menerus disiksa dengan penglihatan ini. Melihat rasa sakitnya, melihat kepergian wanita itu. Melihat semua yang terburuk terjadi.. rasanya tidak pernah sesakit ini. Dan setiap kali Tiffany menangis, setiap kali dia terisak-isak, ada namanya, ada kesedihan, kemarahan dan penyelasan tersebut di dalam kepalanya.

Lalu, apakah wanita itu tidak akan kembali?

Ya, mungkin dia tidak akan kembali lagi. Dan Tiffany tahu itu. Taeyeon pasti membencinya. Tentu saja Taeyeon membencinya saat ini, tapi bahkan Tiffany membenci dirinya sendiri atas segala yang telah dia lakukan atau dia katakan kepada Taeyeon. Kini Tiffany berusaha mengendalikan nafasnya yang putus. Susah sekali rasanya bernafas dengan normal meski sudah mengetahui jika hari ini akan datang.

Sekarang..ย  apa yang bisa dia lakukan? Haruskah ia mengalah pada takdir dan melepasnya?

Tapi Tiffany tidak bisa melepaskan Taeyeon. Dia hanya berharap Taeyeon akan segera kembali dan menemaninya sini.

Namun satu hal yang tidak pernah Tiffany ketahui, waktu tepat itu mungkin tak akan pernah gadis itu dapatkan lagi.

.

.

.

.

(ENDING BAGIAN 2 KLIK DISINI)

Aigoo setelah mudik trus hp rusak akhirnya aku bisa update juga!! ^^
Dan aku mw ucapin makasih buat yg setia membaca ff ini. Jeongmal gamsaheyo nae readers.. ^^

Advertisements

13 thoughts on “Step mother END (bagian 1/2)

  1. tippa01

    Aiiishhhh kirain beneran taeyeon rupanya hanya khayalan tipanehhhh๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
    Semoga taeyeon belum pergi, semoga taeyeon msh nungguin pasportnya yg ketinggalan (teringat cerita mamih holkay hr ini) ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Like

    Reply
  2. Vin Bluee09

    Akhirnya author kembali.. Pantas lama ga berjumpa thor..
    Aku tau sesakit apa kehilangan seseorg..
    Nangis baca nya thor, feel nya dpet bgt ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ฅ

    Like

    Reply
  3. ademoelyawati

    Kim taeyeon jgn pergi…๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ขkembalilah ke fany taeyeon…lihatlah fany…dia udh ingat semuanya…

    Like

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s